icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 10 Sebuah Keputusan

Jumlah Kata:724    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

Mea Malawi. Tampak di kejauhan Amar Mea Malawi keluar dari rumah induk, berjal

atrice menarik napas lega mendapati

kaki dan kerudung begitu saja ke lantai. Dengan seenaknya juga

memungut jubah pengantin, yang berserakan di lantai. Wajah nona Pat

rakan di lantai?" Amar Mea Mal

ar otak mencari alasan, sambil menunjuk sekeranjang bunga tulip di atas meja. Ia tahu jika nyon

ak mengambil jubah pengantin dari tangan nona Patrice, l

gar tidak basah, leher jenjangnya tampak begitu menawan. Untuk menghemat waktu Mary Aram langsung masuk

ng," pria itu mengulurkan tangan memb

m hendak berganti pakaian," Mary Aram seger

g diri Mary Aram, "Amar Mea hendak membantu

y Aram segera mengeringkan badan de

ia itu membantu Mary Aram mengenakan kembali jubah pengantin. K

ndu kembali menguasai Mary Aram, tatkala menat

Aku belum ingin menikah! Aku harus belajar dan menjadi dokter baru lah menikah!" M

ia itu mendekap erat Mary Aram, "Maafkan aku, telah merampas ma

muskan aku dalam kehidupan yang tidak aku ing

hingga menutup wajah, lalu memeluk pinggang Mary Aram dan mengajak

lembut Amar Mea Malawi berusaha menenangkan perasaa

Pria itu tersenyum menepuk lembut punggung tangan Mary Aran. Ia ya

angi semakin kuat menguasai udara kediaman Mea Malawi. Kaki Mary

menggenggam dupa wangi menghadap langit, mereka melakukan ritual penyatuan keluarga dan penyerahan anak. Ama

a. Ia tidak ingin ayahnya menjadi cemas. Amar Mea Malawi meremas t

aik?" Mary Aram menunda langkahnya. "Aku me

Kita melangkah bersama menempuh kehidupan baru,"

erlakukan aku dengan baik?" Dengan kes

erlakukan Mary Aram dengan bai

meluk lengan Amar Mea Malawi, tangis Mary Aram ti

takut, kemarahan, putus asa bercampur

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”