icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 3 Terenggut Di Tempat Yang Asing

Jumlah Kata:728    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

s itu mulai menangis ketika Amar M

bila Adam Mizeaz atau tunanganmu memiliki dirimu," bisikan

lajahan itu semakin merambah ke area terlarang, Ma

iyamanya, rasa ketakutan itu semakin memacu j

ar Mea melekat bagai selimut menguasai tubuh Mary Ar

akan menjadi milikmu sepenuhnya, dan duniamu akan menyatu dalam duniaku sepen

a luka tubuhnya, memacu teriakan amarah Mary Aram. 'Malu! Terhina! Te

hingga menyentuh dinding. Membuat Mary Ar

a yang nyaris putus. Jemari tangannya mencengkram pinggang polos

r Mea Malawi menuntaskan penjelaj

u merampasku dalam keadaan tidak ber

ilikimu, termasuk tunanganmu!" bisik Amar Mea mengecup bibir merah Mary

gadisan Mary Aram dengan sapu ta

alinya, kunjungan kali ini sangat lembut penuh perasaan. Namun

a berkuasa atas diriku?' Mary Aram terus

iri, hatinya diliputi kebahagiaan. Dengan penuh rasa sayang ia me

," pria itu beranjak menuju kamar mandi. Tubuh gagahnya membaur dengan kese

a dengan Mary Aram, gadis itu sering melakukan k

anak-anak suku Mua Mua, senyumnya, tawanya, s

Mua Mua sangat menyayanginya. Tindak tanduk Mary Aram sangat sopan dan h

ry Aram. Siapa sangka jika hari ini dirinya ben

n, untuk apa membuang waktu? Segera me

memalingkan wajah ketika tuan muda Amar Mea Mala

Mary Aram tidak ubahnya sebagai sosok yang menakutkan. Pria itu m

. Patrice sang pelayan bersama seorang pelay

ang baru. Malam ini aku tidur di sini," tuan muda Amar Mea

itu segera membasuh diri Mary Aram, dan m

h pada alas tidur. 'Secepat itukah keadaan berubah? Beberapa waktu lalu dirinya mas

!' Mary Aram teris

, sayup-sayup terdengar gumam-gumam lembut Nona Patrice san

i anggur sambil mengenang kembali momen indahnya bersama Mary Aram di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”