icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 7 Kemarahan Ayah

Jumlah Kata:712    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

n waktu 4 jam, sebenarnya Mary

akan menghajar habis dirinya. Namun lebih baik dirinya h

jadi sangat kesal. 'Bagaimana bisa ia setenang itu tanpa merasa berdosa?' Sedan

apas berusaha menahan tangi

terlaluan! Kau tidak merasa bersalah atas perbuatanmu?"

etakutan akan rotan ayahku! Dan kau? Kau ber

dipandangnya Mary Aram yang tampak kacau

ah," perintah Amar Mea Mala

novasi Tuan Muda," Alfred sopir

berang sungai, dan hubungi paman Sanif untuk

segera memutar balik arah mob

Mary Aram, namun juga tidak membujuk wanita pujaannya itu. Pria it

n Mary Aram. Meskipun wanita dalam pelu

duhan di luar kamar. "Ah! Dimana lagi ini? Seti

kaca dengan jendela-jendela lebar terbuka, dari dalam kamar dapat melihat

unga mawar ke dalam kamar, menjadikan

ngejutkan Mary Aram. Seruan kemarahan

n dari tempat tidur. Penuh rasa ingin

ke wajah Amar Mea Malawi. Sedangkan Amar Mea Malawi tetap berlutut dengan gaga

dak melawan. "Amar Mea Malawi sangat mencintai Mary

a ia sedang sakit tidak berdaya," sekali lag

u, seharusnya kau datang dan me

wi salah besar!" Masih dengan sikap hormatny

n datang mengesahkan pernikahan secara hukum

! Jika tidak, aku akan membawanya kembali ke Muara Mua, satu tahun mendatang kau d

ini!" Amar Mea Malawi bersujud tiga kali me

ah peluh. Mary Aram sangat cemas akan kondisi jant

ormatan Ayah tercoreng di tengah masyarakat Muara Mua," Mary Aram mengecup u

m menyentuh kepala anaknya. "Pernikahan terpak

yang tercoreng, akan selamanya tidak akan kembali," Mary Ar

," tuan besar Felix Aram membelai kepala Mary Aram dengan penuh haru. Hatinya

Felix Aram tidak berminat untuk menikah lagi. Komitmenny

ntahlah Ayah! Yang jelas berdamai deng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”