icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 6 Berdamai Dengan Keadaan

Jumlah Kata:724    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

angat mencintai dirimu," Amar

arus kukatakan pada tunanganku? Keterlaluan Kau!" M

tangan Mary Aram. Pria itu terus mengecup kening Mary Aram berus

Tentunya ayahku akan sangat malu di hadapan calon besanny

ak menyakiti diri sendiri. "Kita telah menjadi sat

ram dengan handuk, lalu mengan

akal sehat," Amar Mea Malawi berbaring memeluk Mary Aram.

aman bersamamu!" Mary Aram terus men

g, lalu bangkit memakai mantel tidurn

ini kami akan ke Muara Mua, bantu ia bersiap-siap. Kau

da, Patrice se

meja makan bersiap untuk sarapan. Hatinya gundah me

. Bisakah pengerjaan membongkar dinding dapat selesai satu hari?" Ama

i pintu, dapat selesai hanya satu hari," paman Sa

iliun seberang sungai untuk mertuaku tinggal. Serta empat orang pelayan untuk

Patrice memutus pembicaraan. "Ny

uni tangga dengan anggun bersama nona Patrice. Pria

Mea Malawi meraih tangan Mary Aram

apan lembut Amar Mea Malawi, dibalas

anif, teh buah Lou Han hangat sangat baik untuk kesehatan lambun

kekeh senang, melihat jodoh majikan

gga kau yang mengatur. Bisakah kau membantuku mengurus keuangan rumah ta

i tersenyum, tangannya cekatan mengatur

i sudah suatu keajaiban besar. Dengan tatapan pen

ry Aram memutuskan berdamai dengan keadaan. Ia mengulur

ea Malawi, begitu dekat menyentuh

nya untuk buah tangan," Amar Mea Ma

," sekali lagi Mary Aram menyuapkan makanan ke dalam mulut A

rlebih dahulu untuk membeli bua

sak. Tukang kebun akan memanennya untuk dibawa ke Muara Mua," pa

Sanif," sekali lagi

emarahan dan kesedihan, Mary Aram belajar m

but Amar Mea Malawi, membuat mata Mary A

Mary Aram bibir bergetar b

r Mea Malawi mengecup pipi Mary Aram, da

i dan dendam, entah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”