icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 4 Tempat-Tempat Yang Berkesan.

Jumlah Kata:1133    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

menderu seiring ciuman yang ia rasakan. Tangan Gemi

temu denganmu lebih

perkataan, ia hanya membalasnya dengan des

enyakiti April," batinnya. Mata Byan menatap jauh ke dalam mat

ang kekasihnya. Sementara, dengan hati-hati ia menunt

aku tak pernah bisa

sentuhan deka

n. Tanpamu, tak ada tempa

eluarganya itu panik mencarinya. Byan pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya saat masih pagi buta. Sebelum pergi, Byan lebih dul

Jaga diri kamu baik-baik. Mama

amanya. Ia juga memeluk Papanya itu

ika kamu juga berhent

liling Byan pun ter

a akan segera bera

melambaikan ta

di jalan!

njauh, Byan menarik pinggang Gemi, l

gambil cuti," j

Byan semakin mel

keluargaku juga." Gemi menengadah menatap Byan.

ita temui si kem

ntarku?" tanya G

kmu?" jawab Byan seraya meremas

ru Gemi

belum terkena pukul

yang diberikan kakaknya itu. Dan akhirnya mereka tiba di sebuah rumah

pintu seraya melihat li

di lingkungan itu cenderung mengeluarkan kalimat kasar

Kyra dan Kee

ng memeluk Gemi. Namun, matanya teralihkan pada

bersamanya?" lirik

il meminta kakaknya itu u

dah mengenalkan dirinya pada keluarganya. Dan lelaki it

" tanya Bina

ku sudah lama sekali tidak memanggil Mama dan Papa.

an berharap kalau Byan bi

bermain bola dengan si kembar. Lelaki itu tidak k

pamit pulang d

, ya? Benar... Sebaiknya kalian menikmati

ipu malu, lalu pami

g melempar senyum, sesekali mereka tertawa untuk hal yang terbilang konyol. Gemi me

uk pasangan?" tanya Gemi seraya memi

ucap Byan

ya. Ia tahu kalau Byan

sebuah kedai milik seorang temannya. Kedai sea

g," keluh Byan. Membuat Gemi heran, pasalnya selama i

edua hewan itu," jelas Byan, langsung memalingkan waj

otografer itu mengarahkan gaya pada keduanya. Namun, Byan maupun Gemi baru kali ini melakukan hal konyol itu

ereka di haruskan saling menatap. Byan tersenyum tulus menatap wajah canti

h keluar dari studio foto itu. Mereka mentert

harusnya kamu menjadi m

maka aku tidak akan berte

ngkarkan tangannya ke lengan Byan, dan m

hotel. Perjalanan ke desa nelayan cukup jauh, dan rasanya

i lantai paling atas gedung berlantai empat puluh. Dari jarak

p-kerlip dari penerangan gedung pencakar langit, Byan meraih ked

gitu cepat sampai aku tidak menyadari kalau aku benar-benar mencintaimu. Aku ingi

di genggam erat oleh Byan. Lelaki itu sungguh luar biasa membuatnya bahagia,

dah membuatku ba

r.

tapi Byan langsung menyadarkannya dan

t cantiknya kembang api yang

k dari kursinya, tanpa mel

embahkan untukmu,

ia tak merasakan bahagia seperti malam itu. Gemi lekas meraih

ak pernah ia rasakan sebelumnya hasrat cinta yang bergairah saat ia bersama April. Namun, saat bersama Gemi, ia merasa semua kebahagiaannya berada

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”