icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 9 Bukan Perpisahan.

Jumlah Kata:1194    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

i luar kota," ucap Gemi ragu-ragu. Ma

ak akan bekerja di

b dengan ang

enghampiri Gemi. Dan dipeluknya tubuh kekasihnya

n hal itu, aku akan menemui

ya ia saat harus berpisah dari Byan. Ia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya ti

dengan penuh kenangan. Aku tidak akan menyia-n

erasaannya tak lagi khawatir k

usa nanti kamu ada

mudian menggeleng. "Seper

Pernikahan putranya, aku akan m

Klienmu tingga

ke luar kota," jawab Bya

kan menginap? Hari senin

tu dua hari untuk bermalam di sana. Minggu

uti miliknya hampir habis. Jadi, ia taku

ir dulu ke pusat perbelanjaan. Aku sama sekali

. Aku akan menyiapkan semuan

sembari mengunyah, bibir

ngan terlihat mudah, termasuk kapal itu. Bagaimana kamu mendapat

tu mencintainya. Lelaki yang selalu bersikap manis, dan lelaki yang selalu

ak akan ada yang spesial di tempat ini, tapi ternyata aku bertemu denganmu, dan r

nya kembali?" tany

ritakan kalau dirinya menggunakan nama

saja jika dirinya tak bertemu dengan Byan, pasti

?" tanya Gemi. Membuat Byan menatapnya cemburu,

t di tanah yang luasnya puluhan hektar. Berarti dia sangat kaya raya,

andarkan punggungnya ke kursi. Dan menatap

a masih muda, dan sangat tampan!"

dia mendapatkannya dari harta warisan? Be

ya, matanya dengan

n seraya beranjak dari kursinya. Ia bahkan tak meladeni

r karena masalah kecil, Gemi marah karena Byan lagi-lagi cemburu pada rekan kerjanya. Laki-l

yangkan betapa emosionalnya Byan saat memarahi rekan kerjanya itu. Ia tid

in laut bisa membuat perasaannya membeku, sehingga ia tak

awa lampu corong. Gemi hanya diam memperhatikan, tidak ada

sanya ia ingin mengakhirnya. Tapi sepertinya Byan sama se

gnya ombak laut, juga dinginnya angin malam, Byan dengan berani berenang malam hari. Berkali-kali ia memukul air

ong tanpa ada kekasihnya di sana. Dengan perasaan hampa Byan berjalan mencari Gemi di seluruh ruangan, berharap kekasihnya itu tidur di suat

i ranjangnya. Ia merasa kekasihnya itu sudah meninggalkannya, dan ia tak menginginkan hal itu.

di kamarnya, lelaki itu tiba-tiba membuka pintu kamarnya sambi

Cepat, ganti bajumu!" seru Ge

" ucap Byan d

ertarik pada penampilan Byan. Ia ingin

emburu setiap kali aku melihatmu bersama seorang pria. M

ntu Byan melepaskan pakaiannya. Namun, kesem

ke ujung ranjang. Dan di lemparny

ah...!" teriak Ge

pakaian yang menutupi tubuh Gemi. Sorot mata Byan nampak berbeda, nafasnya p

rsamaan. Kekasihnya itu seperti kehilangan kendali

airahku. Aku tahu kamu sedang marah padaku, jadi aku t

e sana ke mari, namun hal itu

gah keromantisan gaya pacaran keduanya. Namun, untunglah mereka bisa menek

Gemi berangkat ke kota tujuan. Dengan membawa satu koper, Byan me

ninggalkan Gemi di luar Bandara. Mereka baru saja turun dari pesawat

idak bisa menahannya? Astaga, perih sekali!" Gemi hanya b

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”