icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 6 Sedikit Pertengkaran.

Jumlah Kata:1166    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

emeluk tubuh mungil Gemi. Dinginnya angin laut nampaknya tak berart

emi," bisik Byan te

ngan mengecewakanku,"

Ia menoleh ke sampingnya, dan mendapati Byan tengah tertidur pulas. Lelakinya itu memeluk perut rampingn

n... Sudah pag

lihat wajah cantik Gemi. Lelaki itu menarik kepa

mu bukan mim

. Dan kamu akan mati

lontarkan Gemi, tapi rasanya

tidak berciuman de

ru Gemi seraya me

am selimutnya, dan dalam hitungan deti

a menunggu Gemi keluar kantor. Kemudian ia melihat kekasihnya itu tengah bercengkerama dengan seorang pria. M

yak pegawai pria. Dan dengan perasaan yang terbakar cem

mana bisa aku berhenti dari pekerj

ak pria, Gem! Aku tid

amu baru mempermasalahkannya sekarang?

i mobilku! Aku tida

! Menyebalkan sekali kamu! Apa kamu

i di rumah!" teriak Byan kesal. Dan

uka. Rasa kesal tidak bisa mereka luapkan di mobil it

R

u sangat sensitif, dan seharusnya Byan tak menyuruhnya seenak jidat. Dengan mudah Byan menyuruhnya untuk berhenti dar

a menggodamu, Gem! Aku

-cantik itu? Apa mereka tidak pernah menggodamu?

ganmu!" seru Byan me

idak mau jika kamu menyuruhku berhenti beker

ggap Gemi kekanak-kanakan, dan mala

n? Bukankah itu kamu?! Siapa ya

e depan rumahnya. Ia menarik tangan perempuan itu,

tidak pengertian,

an! Kamu yang tidak menja

k kita putus!" ujar Gemi yang emosi. Ia ba

Byan semakin mencengkeram t

Put

sar bibir kekasihnya itu. Ia semakin menekan belakan

inya dari pelukan Byan. Dan tangann

angannya menjamah setiap gundukan di tubuh Gemi, meremasnya deng

.!" teriak

ong Gemi menuju rumahnya. Dengan langkah lebar, dan nafas yang tertahan, Byan mampu mengurung keka

n Gemi, ekspresi yang tadinya kesal

r bawahnya saat tubuh Gemi mengikuti gerakannya. Desahan dan rintihan kin

ut Gemi, dan membuatnya untuk menolehnya. "

seraya memamerkan senyum nak

ini keduanya tengah emosi. Pasangan itu terlalu banyak mengelua

ndangi keadaan kamar itu. Sungguh berantakan! Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa pertengkaran mereka membuat kamar Byan bak seperti kapal pecah? Ia bahkan me

mamnya seraya menahan tawa,

lakukannya? Bukankah sejak pukul empat sore? Dan sekarang...?" Gemi tidak bisa mena

itu nampak tertawa saat menemukan celana dalam milik Gemi berada di dalam akuarium. Entah bagai

gi bertengkar den

aru saja bangun tidur. Kemudian

ngkar lagi denganmu. Aku akan melakukan sesuat

punggung Byan, ia duduk di kepala

gerucut, dan tat

hu betapa sakitnya di bawah sini," ujar

. Maafkan aku...." k

tas permasalahan kemar

terlalu cemburu melihat kekasihnya it

akan segala permasalahan dengan kepala dingin. Jangan mudah tersulut e

a itu tersenyum, lalu

e rumah sakit?" t

Gemi menoleh

awatir. Rasanya sekali-kali kita p

di Amerika? Kita harus menikah dulu, baru bisa berkonsulta

ti sebuah tamparan untuknya, Byan

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”