icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 2 Kesan Pertama, Ciuman Pertama.

Jumlah Kata:1113    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

oleh kakak dan keponakannya itu membuat Gemi benar-benar merasa sebatang kara. Tatapannya tak sengaja menemukan sebuah kursi di dekat pekar

pekarangan rumah Byan. Nuansa putih sepertinya tema dari rumah itu. Byan mendekor rumahnya dengan inda

ya seraya memandangi pantai. Gemi tak menyangka, jika di lihat dari tempatnya duduk,

u Byan belum pulang bekerja. Ia sangat ingin duduk di kursi kayu itu dan memandang

ng berubah jingga. Suara ombak, juga pohon-pohon kelapa yang tenang, rasa rindu

hu

uar dari rumahnya. Gemi pun beranjak da

ku merasa di sini sangat indah untuk

persilahkan Gemi untuk

uk duduk di kursi ini, juga masuk ke ha

, dan memilih untuk

sebentar lagi mataharinya akan t

akhirnya duduk sesuai perintah Byan. Dengan canggung ia duduk d

cok denganmu, seperti

nggung berduaan dengan pria tampan itu.

wajah Gemi yang polos. "Mau teh ha

terima

g mendadak pendiam itu. Padahal sebelumnya, dengan jelas ia selalu melihat ekspresi judes ketik

SMA, aku datang bersam

ng tegas, bibirnya mungil dan merah seperti stroberi. Gadis cantik dan menarik yang ia temui di pesisi

*

cukup akrab dengan Byan. Ia terlihat tengah m

jar membuat kue coke

jari kami memasak. Dia bilang, kalau

n itu memiliki banyak luka di hidupnya. D

aimana kalau kamu membuat beberapa cami

remeh, lalu m

l kue-kue buatanku,"

ngat lezat. Tiada tandingann

toko di perkampungan. Malam yang dingin itu, tak begitu terasa untuk keduanya. Lantaran Byan ma

Byan seraya menunju

Kemudian mengangguk.

cangkan jaketnya, menerobos dinginnya angin malam. Sedang, Gemi tengah menikmati s

bisa berolahraga lagi nanti, sekarang nik

. Aku tidak mau kehilangan karismak

pun memukul punggung By

s itu. Byan melihat seekor kucing kecil di pojokan ruang tamu, dan sebuah foto keluarga yang terpajang dengan bi

nga yang bisa tumbuh di d

tanya By

Gemi tersenyum seraya menghirup

ng menular padanya. Ia praktis m

bisa aku ban

k saja. Kamu akan me

pan Gemi benar. Ahlinya adalah me

ernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya. Sejak pertama melihat ekspresi judes Gemi, dan pandangan curiga saat ia berhasil menangkap ular, ia merasa Gemi ada

an pertamamu saat m

arkirkan mobilnya di samping rumahnya. Dan di setiap mala

kainya, ups!" seru Gemi,

matanya berbinar. Namun, j

anya memint

seperti ...." Lidah Gemi tertahan, matanya

Gemi, dan menahannya. "Aku m

, mendengar pengakuan By

alah... Aku menyukaimu, sanga

a meja. Ia meraih wajah mungil gadisnya itu, lalu mendekatkan hidungnya.

i, tenggorokannya bergerak naik turun s

elumat bibir perempuan itu. Sedang Gemi, terlihat merem

kedua tangannya memeluk tubuh perempu

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”