icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 3 Malam Pertama Dengan Tetangga Baru

Jumlah Kata:1568    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

itu. Malam yang dingin itu seharusnya menjadi malam yang indah bagi mereka. Bya

kan kalau gadis itu menginginkannya ju

l. Lalu terpejam saat Byan melepaskan satu persatu pakaiannya. Untuk pertama kalinya Gem

akan direnggut oleh pria yang baru ia kenal beberapa minggu. Bibir Byan yang

ampingnya. Tidak ada Byan, hanya aroma tubuh laki-laki itu yang menempel di bantalnya. Gemi terseny

kuenya yang ia tinggalkan semalam. Ia takut

n betapa senangnya ia saat melihat keadaan dapurnya yang sudah bersih.

Gemi dari belakang. Lelaki itu membenamkan hidungn

nya. Dan semakin me

ereskan ini sem

n memutar tubuh kekasihnya it

mengenalmu,

hanya menunduk, tida

Gemi itu pun, bergegas menciumi

tapi, sebelum itu kita

rasa Byan sudah mengangkat tubuhnya

uhnya. Entah kenapa, hari itu Gemi maupun Byan

u Gemi sambil mengangkat top

i di teras, ia lekas mencici

" tanya Gem

na

di atas pangkuannya, sedang ia me

i datang menemu

mengenalkanm

hatku? Ceritakan padaku sepe

h, tenang saja," uc

rasanya sangat mendebarkan hanya

tuk tidur di rumah Gemi. Bahkan Byan memb

esra, tak seperti sebelumnya yang masih malu-malu. Keduanya nampak seperti sepasang kekasih yang tengah di mabu

ja. Ia mengingatkan kekasihnya itu untuk pulang l

Byan. Namun, Byan justru menarik tubuh

menatap lelakinya itu. Ia merasa

embawa kue-kue buatan Gemi itu dan menyusunnya rapih ke atas mej

. Ia meraih ponsel di atas nakas, dan membaca nama panggilan ya

ucap By

emenjak hari itu. Apa kamu begitu si

nurunkan pandangannya. "Ya, maafkan aku

hingga akhirnya menjawab,

yang berbulu. Namun, lidahnya terasa kelu,

putus. Wanita itu men

hnya itu. April pasti sangat merindukannya, tapi entah kenapa perasaannya kepada kekasihnya itu kian m

kekasihnya. Byan merasakan perang batin dalam dirinya, ia berpikir tak seharusnya ia melakukan sampa

ari lima tahun. Orang tua mereka pun sudah sangat dekat, mus

yunan dengan rantai tali besi itu, nampaknya ia buat juga untuk bisa dina

an memperhatikan para penumpang yang baru saja turun dari kapal itu. Sen

" ter

t keluarga B

ya, keluarganya itu datang

ri memeluk Byan. Orang-orang di belakang

eorang pria yang wajahny

mbentangkan kedua tangannya, memamerkan

ka!" sahut wanita paruh baya yang me

n tinggal di sini. Lihatlah, dia hanya memiliki satu tetang

ah." Byan memeluk tubu

u Gemi pulang bekerja. Namun, setelah itu, nampak Gemi melambaikan tangannya. Kekasihnya itu baru saja pulang

kas memeluk Gemi. "Keluargaku sudah data

ntungku berdetak sang

pala Gemi untuk lebih dekat dengannya. Tanpa di sadari, kakak laki-laki Byan memperhatik

edang Kakak laki-laki Byan itu menatap adiknya dengan pandangan meledek. Mengira ka

ah putus dengan Ap

neh, begitu juga dengan kedua orang tuanya. Mama dan Papa Byan nampak bingung melihat putranya i

Kamu tinggal di sin

gan rumah Byan." Gemi

ang tuanya, dan juga Dirga untuk bersikap baik pada Gemi. Ia juga

ni ... April menemuiku, dan mengatakan kalau ingin memperbaiki hubungannya denganku," ucap Byan pa

nku adalah, jangan sampai keputu

nganggu

termasuk bocah kecil anak laki-laki Dirga. Ia juga dengan ramah meng

li, kamu ternyata pintar m

ah tingkah Gemi menyenggol le

i ini, tapi lama-lama dia akan bers

yang lagi-lagi men

apamu sudah mulai bekerja. Lain kali kami

-baik saja di sini. Dia akan merawatku dengan

Apapun yang terjadi dengan hubungan asmara Byan, mere

menginap di rumahnya. Ia juga tidak enak, jika ora

k saja tidur sendiri? Aku

t dari Byan, ia tersenyum

aik saja, rasanya

annya yang sudah tidur, dengan menge

at tengah menunggu bal

a sudah tidur?"

Tok...

intu. Ia menerka-nerka siapa tamu yang

Ini aku, buk

yum lebar. Lalu berl

u, dan dengan cepat ia meraih tubuh Gemi ke dalam

ponsel yang tengah di pe

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”