icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

FAMILIAR PLACES

Bab 5 Dua Dermaga.

Jumlah Kata:1196    |    Dirilis Pada: 04/10/2022

epas dari aktivitas ranjang mereka. Gemi menikmati setiap sentuhan Byan di tubuhnya, begi

umannya dan meraih ponsel itu di atas nakas. Gemi tersenyum malu, sambil menatap tub

un padanya, Byan langsung pergi begitu

natap jam dinding yang me

April dengan

kaca. Ia jelas-jelas tengah telanjang bulat, dan ada seo

ni, rasanya hub

.. Panggilan

a, ia rasa April sudah tahu

ngkar di pinggangnya, Byan m

tadi mengganggu 'ac

gung Byan yang ha

ku," jawab B

ampai harus meneleponmu di sa

a berbohong pada Gemi. Ia membalikan tubu

lanjut

iknya kita tidur sekarang, lagi pula kamu harus menge

alu meraih tangan Byan

*

adari, bahwa ia selalu terbangun tanpa mengenakan pakaian. Meski tersenyum, namun Gemi merasa ada yang salah. Ia begitu saja mempercayai By

ngnya yang ia beri nama Beauty. Kucingnya itu ha

utuhkan pasangan," ujar Ge

rkakas. Gemi menyandarkan lengannya di pegangan kayu, dan m

buat apalagi?

Jam dinding

garnya. Lalu berjalan mengh

jam besar yang sepert

satu. Aku melihatnya saat membeli mabel, dan ..

nan. "Mengapa tidak membelinya?

api buatan tangan orang lain

" tanya Ge

yan menjatuhkan tubuhnya ke atas pasir, d

ka sebenarnya ia sudah memiliki kekasih. Gemi pasti akan tersakiti setelah menden

mu ikut bersamaku

ma

di tempatnya. Matanya menyipi

ia memandangi Byan

?" tan

kar

uat Gemi memberikan hatinya padanya. Beribu langkah Byan janjikan pada Gemi, beribu malam ia berjanji akan menghabiskannya bersa

. Angin berhembus kencang, membuat speed boat itu bergoyang. Gemi menggenggam erat tangan B

pan Byan mempersiapkan semuan

ukan sesuatu pada

apa yang terjadi, ia mengikuti

n memindahkan kepalanya di pundak Byan. Ia te

Gem. Perjalanannya ma

akan bosan,"

membangunkanmu ji

uk Byan. Ia menangkup wajah Byan, lalu mengecup kening k

bersandar di sebuah pulau tak berpenghuni. Pulau kecil yang mem

elap, lalu menepuk-nepuk tangan kekasi

mbuka matanya dan menemukan Byan sesaat ia ba

udah menyiapkan tikar di atas pasir putih. Sebotol bir, bu

menyaksikan matahari

mping kekasihnya. "Sejak kapan ka

baru sekarang aku bisa mewujudkannya. Kamu tahu... Pu

diam, "Kenapa

embatalkannya, dan akhirnya kami pindah ke pulau yang kamu tinggali itu. Lalu aku bertemu denganmu, dan aku

adaku. Ia mengirimkan kamu padaku dengan cara

dang jauh matahari yang kian lenyap itu, dan senyum kecil tersungging di bibirnya. Selama tu

an segelas bir untuk Gemi. Lalu memotong buah dan menyiapkan makan

an berbaring di samping Gemi sembari membelai lembut pipi kekasihnya. Tang

?" tanya Byan de

utupi. Gemi mendekatkan wajahnya ke d

g dengan semua ini,"

a kasih banyak," balas Gemi, ser

sentuhan menggelilik yang dilakukan Byan. Lelaki itu membelai lembut, meremas dua buah dadanya,

melakukannya di sini,"

nap

Keadaan sudah berubah gelap, dan ia tak ingin m

, lalu membawa

ang ketakutan itu, di ajak

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
FAMILIAR PLACES
FAMILIAR PLACES
“Kisah cinta Byan dan Gemi yang mengharukan. Setelah lima belas tahun berlalu, takdir mempertemukan lagi keduanya. "Aku merindukanmu, Gem," ucap Byan saat dirinya dan Gemi kini sudah berada di atas ranjang. Memandangi Gemi yang tengah terbaring di bawahnya, sambil memperhatikan raut wajah Gemi yang kesakitan. Gemi meremas lembut rambut Byan, saat menyadari lelaki itu kini telah mencukur tipis rambutnya. "Tak ada lagi yang bisa aku tarik." Maksudnya adalah rambut Byan. Karena setiap kali dirinya bercumbu dengan Byan, Gemi selalu menjambak rambut kekasihnya itu untuk sekedar meringankan rasa sakitnya. "Mulai sekarang aku akan menumbuhkan rambutku untukmu," bisik Byan dengan sedikit napas yang tersisa. Menggauli Gemi untuk pertama kalinya lagi, tanpa menyadari jika perempuan itu kini sudah bersuami. "Apakah ini yang aku lewati selama ini? Aku selalu merindukan setiap malam yang kita habiskan bersama," lanjut Byan sembari memeluk Gemi, menyatukan tubuh keduanya yang tak tertutupi sehelai benang pun. "Cium aku," pinta Gemi seraya menyentuh bibir Byan. Bibir yang selama ini ia rindukan. Dalam redupnya cahaya, dan derasnya hujan yang tak berhenti turun, Byan dan Gemi saling mencurahkan rasa rindu mereka. Rindu yang telah lima belas tahun lamanya mereka pendam. Cover By Pexel Telah di edit melalui Canva.”