icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Mengunjungi Kakek
Jumlah Kata:802    |    Dirilis Pada:04/07/2022

Ketika pagi tiba, sinar matahari pertama mengintip ke dalam ruangan.

Diana perlahan membuka matanya, terkejut melihat wajah tampan yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. 'Bukankah kemarin malam dia sudah pergi?' Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Ricky memiliki alis yang menawan dan sepasang mata yang cerah. Dia adalah pria yang tampan, tapi dia tidak suka tersenyum. Ekspresinya selalu datar sepanjang hari.

Saat dia tidur, tatapannya yang biasanya tajam tidak terlihat dan ekspresinya terlihat jauh lebih lembut.

Diana tidak bisa menahan keinginan untuk menyentuh alisnya.

"Diana ...." gumam Ricky nyaris tak terdengar.

Dia tidak tahu apa yang sedang pria ini impikan.

Di detik berikutnya, dia merasakan Ricky mengencangkan cengkeramannya di pinggangnya. Seolah-olah dia takut kehilangan sesuatu.

Diana meringkuk ke dalam pelukan hangatnya, serakah untuk menerima semua kasih sayangnya.

Sebelum Ricky mengajukan perceraian, dia tidak percaya bahwa pria itu akan pernah tega meninggalkannya. Sejak mereka menikah, pria ini telah terus memanjakannya.

Ricky yang dulu pendiam dan tanpa emosi tampaknya telah berubah menjadi orang lain.

Dia sangat murah hati pada Diana dan dia tidak pernah peduli berapa banyak uang yang dia keluarkan untuk Diana. Ricky bahkan menukar salah satu tanah milik Keluarga Fuadi yang bernilai lebih dari ratusan miliar untuk sebuah gelang antik, hanya karena Diana melihatnya.

Sejak malam pernikahan mereka, Ricky sangat bersemangat berhubungan seks dengannya setiap malam.

Dan setelah mereka berhubungan seks, dia ingat bahwa Ricky akan selalu membantunya membersihkan tubuhnya dengan lembut dan penuh perhatian.

Diana tersenyum ketika dia mengingat kembali betapa bahagianya masa-masa pernikahan mereka dulu.

Ketika dia mengetahui bahwa dia hamil, yang ada di dalam pikirannya hanyalah masa depan mereka bersama.

Namun, tiba-tiba, Lili kembali. Semua kedamaian dan kebahagiaan yang dirasakan Diana dengan seketika hancur berkeping-keping.

Ricky mengajukan surat cerai dengan wajah muram. Dia pasti begitu mengharapkan untuk bisa kembali ke sisi Lili sesegera mungkin.

'Apakah dia terbangun dengan memeluk tubuh Lili kemarin pagi?' tanyanya dalam hati.

Dalam sekejap, Diana merasakan ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Amarah memenuhi dirinya. Dia meraih lengan Ricky dan ingin mendorongnya menjauh dengan marah. Karena dia sudah menyentuh wanita lain, Diana merasa jijik padanya.

Tapi Ricky telah mengunci pinggang Diana di antara kedua lengannya dengan erat. Sepertinya dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskan istrinya.

Kemudian, dia memeluk Diana lebih erat lagi.

Cara dia mengerahkan begitu banyak kekuatan untuk memeluk tubuh Diana membuat Ricky tampak seperti dia ingin memasukkannya ke dalam tubuhnya, agar mereka tidak akan pernah berpisah lagi.

"Lepaskan aku!" Diana mendengus.

Perlahan, Ricky mulai membuka matanya. Bertentangan dengan sikap tenang dan tabah yang biasanya dia tunjukkan, pria itu bertindak malas dan cuek. Namun, sikapnya masih sekeras kepala dulu.

Saat dia mencondongkan tubuh lebih dekat ke dahi Diana, kedua matanya terlihat redup.

"Apa? Kamu bahkan tidak ingin tidur di dalam pelukanku lagi?"

'Apakah dia begitu menolak pelukanku karena dia ingin setia pada pria yang dicintainya? Kami berdua bahkan belum bercerai! Apakah dia akan memutuskan semua hubungannya denganku setelah ini?' Dia memikirkan pertanyaan ini sendiri dengan pahit. Hati Ricky diliputi kecemburuan.

Di sisi lain, emosi Diana mendidih karena marah. Tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan, dia membalas ucapannya, "Bukankah kamu punya Lili sekarang? Pergi dan peluk dia daripada menggangguku seperti ini!"

Ricky tercengang saat mendengarnya mengatakan itu. Sebuah senyuman tipis terbentuk di bibirnya. Matanya tampak berbinar, membuatnya terlihat lebih tampan.

"Apa kamu cemburu?"

"Apa? Tentu saja tidak!"

Diana berusaha keras untuk melepaskan diri darinya, tetapi Ricky justru mencengkeram rahangnya.

"Aku hanya bisa tidur ketika ada dirimu di dalam pelukanku," ucap Ricky.

Sedetik kemudian, auranya yang luar biasa menyelimuti tubuh mungil Diana. Pria itu menanamkan ciuman lembut dan penuh gairah di bibirnya.

Air mata menggenang di pelupuk mata Diana. Semua keluhan juga keengganan yang terkubur jauh di lubuk hatinya, kini meledak keluar dari dadanya. Air mata mengalir membasahi pipinya saat dia dengan erat merenggut bahu Ricky.

Ciuman mereka langsung berubah menjadi lebih bergairah, mencuri setiap tarikan napasnya dan membangkitkan nafsunya.

Ricky mengangkat baju tidur yang dikenakan Diana dan mengusap perutnya. Saat kulit mereka bersentuhan, hawa nafsu yang ada di hati mereka menjadi semakin tak terkendali.

Namun, Diana tiba-tiba tersentak kembali ke kenyataan.

'Bayiku!' Dia langsung mendorong Ricky menjauh.

Napas pria itu terengah-engah dan menatapnya seolah-olah dia akan melahapnya sampai habis.

"Aku ... aku sedang menstruasi," tutur Diana berbohong.

Ricky mengangkat alis padanya dan berkata, "Jadwal menstruasimu biasanya di awal bulan."

"Akhir-akhir ini, aku sedang dalam suasana hati yang buruk. Mungkin itu sebabnya periode menstruasiku datang terlambat." Diana melepaskan diri dari rengkuhannya dan duduk tegak.

Tubuh Ricky menegang.

'Dia bilang dia dalam suasana hati yang buruk? Apakah dia merasa kesal karena dia masih terjebak denganku dan tidak bisa bersama Edi?'

Nafsunya yang membara menghilang seketika. Ricky menunduk dengan perasaan sedih. Bulu matanya yang panjang membentuk bayangan di wajahnya, yang menutupi kemarahan dan kesedihan di matanya.

Dengan susah payah, dia berkata, "Ayo kita pergi mengunjungi kakekku hari ini. Dia tidak akan menghentikan perceraian kita jika kamu yang meminta cerai."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Kehamilan dan Perceraian2 Bab 2 Titik Balik3 Bab 3 Dia Tidak Ingin Punya Anak4 Bab 4 Kekasih Masa Kecil5 Bab 5 Pelukan Hangat6 Bab 6 Mengunjungi Kakek7 Bab 7 Di Rumah Sakit Lagi8 Bab 8 Hari Peringatan Kematian Nenek9 Bab 9 Perceraian Setelah Peringatan Kematian Nenek Ricky10 Bab 10 Lili11 Bab 11 Kamu Pikir Kamu Sedang Melakukan Apa 12 Bab 12 Dalam Hidup dan di Ranjang13 Bab 13 Dia Terburu-buru Ingin Bertemu Siapa 14 Bab 14 Wanita yang Tidak Logis15 Bab 15 Apakah Kita Berdua Dekat 16 Bab 16 Merusak Citra Keluarga Fuadi17 Bab 17 Apakah Diana Cemburu 18 Bab 18 Apakah Kamu Hamil 19 Bab 19 Tidak Boleh Menunda Lagi20 Bab 20 Aku Kesakitan21 Bab 21 Dia Tidak Akan Menginginkannya22 Bab 22 Pasangan yang Sangat Serasi23 Bab 23 Merobek Surat Perjanjian Cerai24 Bab 24 Sepuluh Miliar Rupiah25 Bab 25 Aku Adalah Satu-satunya Istri Ricky26 Bab 26 Sayang27 Bab 27 Meninggalkan Rumah Sakit Sendirian28 Bab 28 Kamu Tak Dibutuhkan Di Sini29 Bab 29 Foto Pertama Mereka Sebagai Pasangan30 Bab 30 Kejadian di Masa Kecil31 Bab 31 Kamu Mencintai Banyak Pria32 Bab 32 Penyelamat Masa Kecil Ricky33 Bab 33 Mengganggu Pria yang Sudah Menikah34 Bab 34 Keluarga Fuadi Akan Membuangmu35 Bab 35 Album Foto36 Bab 36 Dia Mungkin Akan Mengambil Anak Diana37 Bab 37 Aku Tidak Benar-Benar Ingin Menceraikanmu38 Bab 38 Tamu Tak Diundang39 Bab 39 Mansion Lola Dibangun Untuknya40 Bab 40 Dia Tersesat Dalam Hujan41 Bab 41 Apakah Kamu Tidak Apa-apa 42 Bab 42 Ketika Dia Lemah43 Bab 43 Kakeknya44 Bab 44 Apa Tujuan Lili 45 Bab 45 Mengapa Kamu Tidak Berkencan Denganku Lagi46 Bab 46 Kakek, Ada Sesuatu yang Ingin Kami Katakan47 Bab 47 Reaksi Kakek48 Bab 48 Perawatan Darurat49 Bab 49 Jaga Dia Untukku50 Bab 50 Aku Tidak Akan Menceraikan Diana51 Bab 51 Barang-barang Peninggalan Kakek52 Bab 52 Mari Kita Batalkan Perceraiannya53 Bab 53 Seorang Pria Misterius54 Bab 54 Menjalani Hidup Bahagia Berdua55 Bab 55 Suamiku Tersayang56 Bab 56 Jangan Cemburu57 Bab 57 Imbalan Apa yang Aku Dapatkan dari Membantumu 58 Bab 58 Mengikuti Keinginan Hati59 Bab 59 Wawancara60 Bab 60 Perusahaan Terakhir61 Bab 61 Teman Lama62 Bab 62 Ricky Cemburu63 Bab 63 Ricky, Apakah Kamu Gila 64 Bab 64 Apakah Dia Mendengar Tentang Kehamilannya 65 Bab 65 Wawancara Kompetitif66 Bab 66 Siapa Diana 67 Bab 67 Terbangun dari Mimpi68 Bab 68 Pasangan Selalu Mendukung Satu Sama Lain69 Bab 69 Urusan di Antara Kita70 Bab 70 Menurutmu Dia Tampan71 Bab 71 Kehidupan Pribadi yang Memburuk72 Bab 72 Kenapa Kamu Begitu Berantakan 73 Bab 73 Memulai Selalu Menjadi Bagian Tersulit74 Bab 74 Undangan dari Edi75 Bab 75 Aku Ingin Mengejarmu76 Bab 76 Menjemputnya Dari Tempat Kerja77 Bab 77 Apa yang Ingin Kamu Katakan Padaku 78 Bab 78 Aku Juga Melihat Pacarnya79 Bab 79 Ricky Tidak Percaya Padanya80 Bab 80 Kegembiraan Rahasia81 Bab 81 Kejadian Penyebab Konflik82 Bab 82 Ricky Cemburu83 Bab 83 Lili Menghilang84 Bab 84 Kembalilah Padaku85 Bab 85 Pilihan Ricky86 Bab 86 Keguguran 87 Bab 87 Penyelamatan88 Bab 88 Merahasiakannya89 Bab 89 Pemandangan yang Familier90 Bab 90 Saatnya Kita Pulang91 Bab 91 Bagaimana Denganku 92 Bab 92 Saling Membalas93 Bab 93 Ada Apa Dengannya94 Bab 94 Pergi Dari Rumah95 Bab 95 Diana, Maafkan Aku96 Bab 96 Akan Kuhabiskan Sisa Hidupku Bersamamu97 Bab 97 Hanya Dia yang Bisa Membuatnya Bahagia98 Bab 98 Toko yang Dia Beli Untuknya99 Bab 99 Dia Berbohong100 Bab 100 Utang Besar