icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 5
Kamu Bukan Jeslyn
Jumlah Kata:537    |    Dirilis Pada:13/05/2022

"Sebaiknya kamu mandi dulu. Aku bisa menunggu." Julita tanpa sadar melangkah mundur seolah dia sedang menjaga dirinya dari musuh.

Dia tampak seperti seekor burung yang terperangkap, berjuang keras untuk menyembunyikan kepanikan yang dia rasakan.

Dia tidak tahu bagaimana menghadapi orang yang sekarang disebut sebagai suaminya.

Pria itu berdiri di depan meja dan menatap Julita yang sangat ketakutan.

Erwin pun tertawa. "Jangan panik begitu. Aku tidak akan memakanmu. Aku perlu membicarakan sesuatu denganmu."

Julita menyilangkan tangan di depan dada dan dengan sedikit ragu berjalan ke arahnya. Dia tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan pria ini. Semuanya terjadi dengan begitu cepat. Dia menikah dengan seorang pria yang baru saja dia temui di hari pernikahannya.

"Membicarakan apa?"

Erwin mengambil kursi kayu dengan satu tangan dan meletakkan kursinya di depannya. "Silakan duduk dulu."

Kemudian, dia menyeret kursinya agar bisa duduk lebih dekat ke Julita dan duduk di sana. "Aku bukan orang yang suka bertele-tele. Aku tahu kamu tidak mau menikah denganku."

'Apakah itu terlihat jelas?' pikir Julita.

"Sebuah hubungan tidak dapat dibangun dalam kurun waktu satu malam. Perlu waktu untuk melakukannya -- kita harus saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu," jelas Julita, berusaha menyembunyikan rasa malunya.

Namun, setelah mengatakan itu, dia merasa penjelasan yang barusan dia berikan sepertinya tidak diperlukan. Erwin menyadari posisinya dan apa yang orang pikirkan tentang dirinya. Dia tahu Jeslyn tidak akan mau menikah dengan anak haram seperti dirinya.

Erwin mengerutkan alisnya dan melihat Julita dari atas ke bawah. Wanita itu sudah gugup sejak awal. Dia telah menggigit bibir bawahnya, tatapannya dengan gugup berkeliaran di mana-mana.

"Tidak perlu khawatir. Aku juga tidak setuju dengan pernikahan ini. Kita bisa menjadi sepasang suami istri di dunia luar, tapi mari kita tetap tidak ikut campur atas urusan pribadi masing-masing. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari masalah dan hidup dengan akur. Aku biasanya menghabiskan sebagian besar waktu di luar dan jarang pulang ke rumah. Aku ingin memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang aku inginkan. Hal yang sama berlaku untukmu. Aku tidak akan mengendalikan atau mencampuri urusan pribadimu."

Kemudian, dia berdiri dan mengambil jas yang dia sampirkan di kursi. Kemudian, seolah mengingat sesuatu, Erwin membungkuk dan memegang sandaran tangan kursi, membuat Julita terjebak di antara lengannya.

"Menyaksikan seorang pria mengganti pakaiannya itu bukan hal yang baik. Jika kamu mau aku membantumu untuk memenuhi nafsumu, aku akan dengan senang hati memuaskanmu sebagai seorang suami."

Bau dari sabun deterjen yang bercampur dengan aroma tubuh pria itu tercium di udara, membuat kulit kepala Julita merinding.

"Tidak perlu," desisnya melalui giginya, berusaha untuk tidak menunjukkan kelemahan apa pun padanya.

Wajah Erwin berubah menjadi gelap. Dia melirik perut Julita untuk sepersekian detik dan memperingatkan, "Meskipun kita sepasang suami istri dalam formalitas saja, ada satu hal yang aku ingin kamu ingat." Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku tidak ingin mendengar bahwa istriku mengandung anak dari laki-laki lain suatu hari nanti."

Kesetiaan adalah sesuatu yang paling penting bagi Erwin. Dia telah mendengar bahwa Jeslyn berganti pria seperti berganti pakaian.

"Aku akan menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri selama kita menikah," jawab Julita tegas. "Aku harap kamu akan menepati janjimu dan tidak mengganggu hidupku."

Senyum nakal pria itu sedikit memudar.

Dia menegakkan tubuh dan melangkah mundur dari Julita. "Kamu bukan Jeslyn Lisna, 'kan?" tanyanya sambil mengernyitkan kedua alisnya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Hanya Seorang Pria2 Bab 2 Hari Pernikahan3 Bab 3 Jam Tangan Bernilai Miliaran4 Bab 4 Apa Kamu Mau Mandi Dulu 5 Bab 5 Kamu Bukan Jeslyn6 Bab 6 Hanya Ada Satu Tempat Tidur7 Bab 7 Sarapan Pagi8 Bab 8 Meminta Uang9 Bab 9 Penyesalan10 Bab 10 Jauh Lebih Baik11 Bab 11 Wawancara Kerja12 Bab 12 Wawancara yang Gagal13 Bab 13 Dia Tidak Terlalu Buruk14 Bab 14 Rumah15 Bab 15 Sebuah Keributan16 Bab 16 Kamu Dipecat17 Bab 17 Apakah Kamu Akan Membenciku 18 Bab 18 Kristianto Gunawan19 Bab 19 Seseorang Akan Tidak Senang20 Bab 20 Naik Bus Umum21 Bab 21 Lamborghini22 Bab 22 Mencari Rumah23 Bab 23 Apartemen Angker 24 Bab 24 Bagaimana Dia Bisa Begitu Manis 25 Bab 25 Uji Klinis26 Bab 26 Kekhawatiran yang Tak Terduga27 Bab 27 Seorang Klien yang Murah Hati28 Bab 28 Makan Besar29 Bab 29 Konflik Di Restoran Mewah30 Bab 30 Bos Restoran Ada Di Sini31 Bab 31 Ciuman Mabuk32 Bab 32 Kontrol Diri33 Bab 33 Mengambil Inisiatif Pertama34 Bab 34 Gosip35 Bab 35 Klarifikasi dari Gosip36 Bab 36 Pergi Keluar Untuk Makan Malam37 Bab 37 Bahaya38 Bab 38 Aku Adalah Suaminya39 Bab 39 Menyelinap ke Kamarnya40 Bab 40 Seharusnya Kamu Tidak Berpakaian Seperti Ini41 Bab 41 Bukti Video Kejadian42 Bab 42 Sebuah Ciuman 43 Bab 43 Terlalu Berbahaya44 Bab 44 Penolakan45 Bab 45 Penghinaan46 Bab 46 Ini Suamiku47 Bab 47 Makan Malam yang Canggung48 Bab 48 Menjarah Semua yang Ada49 Bab 49 Apa yang Sebenarnya Terjadi 50 Bab 50 Cincin Kawin51 Bab 51 Apakah Kamu Menjual Cincin yang Aku Berikan Padamu 52 Bab 52 Barang Imitasi53 Bab 53 Tidak Ada Bukti54 Bab 54 Permintaan Maaf Sepenuh Hati55 Bab 55 Bagaimana Cara Membujuknya 56 Bab 56 Dia Menolak Uangku57 Bab 57 Mengapa Kamu Adalah Orang Yang Begitu Boros 58 Bab 58 Buku Petunjuk Mengenai Cinta59 Bab 59 Mencakar Wajahnya60 Bab 60 Dicakar oleh Kucing di Rumah61 Bab 61 Permintaan Maaf62 Bab 62 Babak 62 Cincin Berlian Biru63 Bab 63 Desain yang Ditolak64 Bab 64 Kutukan65 Bab 65 Penghinaan Secara Publik66 Bab 66 Ketua Dewan Mengetahuinya67 Bab 67 Diusir68 Bab 68 Apakah Anda Naksir pada Saya 69 Bab 69 Kesalahpahaman70 Bab 70 Permintaan Dadakan Dari Bagas71 Bab 71 Memberinya Kenaikan Gaji72 Bab 72 Merasa Cemburu Pada Dirinya Sendiri73 Bab 73 Sentuh Otot Perutku74 Bab 74 Bertemu Erna Lagi75 Bab 75 Menjadi Pencuri 76 Bab 76 Panggil Polisi77 Bab 77 Untuk Membuktikan bahwa Dia Tidak Bersalah78 Bab 78 Ditangkap Polisi79 Bab 79 Acara Pesta Makan Malam80 Bab 80 Teman Kencan Pria81 Bab 81 Bertemu Jeslyn Lagi82 Bab 82 Undangan83 Bab 83 Akhirnya Masuk ke Dalam84 Bab 84 Anggur Merah85 Bab 85 Mempermalukan86 Bab 86 Gaun87 Bab 87 Wanita Tercantik yang Ada Di Pesta88 Bab 88 Mengusirnya89 Bab 89 Ambil Semuanya90 Bab 90 Apa yang Bagas Inginkan Darinya 91 Bab 91 Kekecewaan92 Bab 92 Dia Peduli Terhadapmu93 Bab 93 Sinyal Cinta94 Bab 94 Sebuah Pekerjaan Paruh Waktu95 Bab 95 Suami yang Peduli96 Bab 96 Mencari Kesalahan97 Bab 97 Juga Urusanku98 Bab 98 Rahasia yang Terungkap99 Bab 99 Bersungguh-sungguh100 Bab 100 Godaan Iblis