icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Sang Istri Pengganti: Menikahi CEO Miliarder

Sang Istri Pengganti: Menikahi CEO Miliarder

icon
Bab 1
Dia Hanya Seorang Pria
Jumlah Kata:1255    |    Dirilis Pada:13/05/2022

"Aku telah memberikan seluruh diriku padamu. Kenapa kamu tidak putus dengan Julita?" tanya sang wanita dengan suara terengah-engah yang menggoda. Kini tubuhnya setengah telanjang dan berada di atas seorang pria.

"Jangan sebut namanya saat kita berdua sedang bermesraan." Pria itu begitu bersemangat sehingga dia meremas dada wanita itu dan mengerang dalam kenikmatan.

Sang wanita tampak tidak puas karena dia tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya. "Tidak! Dia adalah putri angkat -- bahkan anjing keluarga kami memegang posisi yang lebih penting dibanding dia. Apa bagusnya sih dia itu?"

Pria itu tidak memberikan tanggapan apa-apa. Dia mencengkeram pinggang wanita itu dan mendorong tubuhnya lebih keras, yang membuatnya menjerit dan mendesahkan namanya.

Julita Lisna berdiri di depan pintu, mendengarkan semua suara yang ada di ruangan itu. Matanya yang lelah berubah menjadi dingin saat dia mengerti apa yang sedang terjadi.

Dia baru saja kembali dari rumah sakit.

Hanni, yang telah membesarkan Julita sejak dia masih kecil, didiagnosis menderita sirosis hati stadium lanjut tiga bulan lalu. Wanita itu membutuhkan transplantasi hati secepatnya. Julita harus mengumpulkan uang untuk membayar biaya pengobatan.

Yang memperburuk situasinya, adik perempuannya tidur dengan pacarnya. Julita merasa hidupnya benar-benar berantakan.

"Apa kamu mendengarku? Kamu harus memberitahuku keputusanmu malam ini. Dia atau aku. Pilihannya ada padamu." Jeslyn Lisna memukul ringan dada Sanji Karta, tidak sabar untuk bisa mendengar jawabannya.

Julita menendang pintu hingga terbuka dan memelototi pasangan itu. "Untuk apa bertanya? Dia hanya seorang pria. Kamu bisa mengambilnya jika kamu mau."

Meskipun Julita terdengar cuek, hatinya tetap hancur melihat pacarnya berselingkuh dengan adik perempuannya sendiri.

Sanji adalah teman sekelas Julita di kampus. Dia adalah seorang pria tampan dari keluarga kaya. Pria itu sudah mengejar Julita selama tiga tahun.

Dia telah menyatakan cintanya lagi tepat sebelum kelulusan mereka.

Pernyataan itu dilakukan di lapangan kampus mereka. Banyak orang di sekitar, dan hampir semua siswa lainnya telah menyaksikan adegan romantis itu. Kerumunan bersorak begitu ramai, dan Julita akhirnya setuju untuk menjadi pacarnya.

Rasa sakit atas pengkhianatan yang dia terima menghancurkannya. Melihat dua orang di hadapannya, Julita mengepalkan tinjunya dengan erat, kukunya menancap di dagingnya.

Sanji buru-buru mendorong Jeslyn menjauh darinya, mengenakan celananya, dan turun dari tempat tidur.

Karena itu Jeslyn hampir jatuh. Kata-kata yang diucapkan oleh Julita memicu kemarahan wanita itu.

Dia telah berusaha keras untuk naik ke ranjang pria kaya dan tampan seperti Sanji.

Julita telah memenangkan hatinya tanpa melakukan apa pun, yang membuat Jeslyn marah.

Bagaimanapun, Julita hanyalah seorang putri angkat di keluarganya.

"Mengambilnya? Kamu terdengar seperti kamu sudah mencampakkan Sanji. Sanji yang mencampakkanmu, murahan!" Jeslyn mencibir saat dia menarik selimut lebih dekat ke tubuhnya. Kemudian, dia memandangi Sanji dan bertanya, "Sanji, apa yang kamu katakan padaku di atas ranjang barusan? Katakan itu pada Julita!"

Sanji tidur dengan Jeslyn murni karena keputusan impulsifnya saja. Wanita itu telah merayunya, dan dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Dia berlutut dan meraih pergelangan tangan Julita. "Julita, maafkan aku. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat aku melakukannya."

Meskipun air mata memenuhi mata pria itu, mata Julita menatapnya dengan jijik. Begitu Julita memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mengubah keputusannya.

Dia menarik tangannya dari genggaman Sanji. "Maafkan aku, Sanji. Aku tidak ingin apa pun yang telah dinodai oleh Jeslyn. Kalian berdua adalah pasangan yang sangat cocok. Ayo kita putus."

Jeslyn tercengang. Sanji berada di ambang kehancuran, tapi tidak ada sedikit pun kesedihan di wajah Julita. Kemarahan melonjak melalui nadinya karena dia tidak mencapai apa yang diinginkannya.

Julita tidak punya waktu untuk berbicara dengan mereka berdua. Jeslyn selalu ingin bersaing dengannya sejak mereka masih kecil dan dia senang mengambil apa pun milik Julita. Dia biasa merebut mainan Julita. Sekarang setelah mereka dewasa, dia merebut pacarnya juga.

Julita sudah terbiasa dengan hal semacam ini. Dia hanya khawatir tentang biaya pengobatan Hanni sekarang.

Tepat ketika dia hendak pergi, dia mendengar suara langkah kaki dari koridor.

"Ini sudah larut. Ada apa dengan keributan di sini?"

Orang tua angkat Julita, Benjamin Lisna dan Fiona Damanhuri, bergegas datang setelah mendengar keributan itu.

Benjamin yang masuk ke kamar terlebih dahulu. Matanya membelalak ngeri ketika dia melihat putrinya duduk di tempat tidur tanpa mengenakan apa-apa — kecuali selimut yang melilit tubuh telanjangnya. "Apa-apaan yang kamu lakukan ini? Kamu akan segera menikah. Apa yang kamu lakukan bersama dengan pria lain?" teriaknya.

Jeslyn memeluk dirinya sendiri dan menatap Benjamin dengan mata yang memerah. Dia menggertakkan giginya untuk menahan amarahnya.

Keluarga Lukito dan keluarga Lisna memiliki kesepakatan untuk menikahkan anak-anak mereka ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Tunangannya adalah seorang anak haram, dan keluarga Lukito telah mengusirnya dari rumah sejak lama. Dia adalah pria yang miskin dan bahkan tidak memiliki pekerjaan yang layak. Dia hanya seorang pemalas yang menyia-nyiakan waktunya tanpa melakukan apa-apa. Jeslyn tidak ingin menikah dengannya.

Dia merasa pantas untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pria itu.

"Aku hamil!" ucap Jeslyn sambil menunjuk pada Sanji. "Aku sekarang sedang mengandung anaknya. Jadi aku tidak bisa menikah dengan pria lain. Lebih baik kalian batalkan pernikahannya."

Sanji tercengang mendengar itu. Dia hanya tidur dengan Jeslyn beberapa kali. Bagaimana bisa dia hamil?

"Omong kosong apa yang kamu ucapkan itu! Kamu harus menikah dengan keluarga Lukito!" Benjamin sangat marah. Dia ingin menampar Jeslyn karena sudah bertindak bodoh.

Bagaimanapun, pernikahan ini adalah urusan yang berhubungan dengan harga dirinya. Apa yang bisa dia katakan kepada keluarga Lukito jika mereka menanyakan alasan untuk membatalkan pernikahan itu?

Fiona dengan protektif berdiri di depan putrinya itu. Dia sangat melindungi Jeslyn dan jarang memarahinya. Suaminya mendidih dalam amarah, dan dia tidak bisa melihatnya terus meneriaki Jeslyn.

"Benjamin, kenapa kamu marah pada Jeslyn?" Fiona mulai menangis. "Julita juga putri dari keluarga Lisna. Dia juga bisa menikah dengan keluarga Lukito."

Benjamin dan Fiona tidak berhasil memiliki anak selama beberapa tahun pertama setelah mereka berdua menikah. Karena tekanan yang diberikan dari para tetua keluarga Lisna, mereka harus mengadopsi Julita. Bertahun-tahun kemudian, Fiona akhirnya hamil dan melahirkan Jeslyn.

Kejadian ini membuatnya membenci Julita. Keberadaan Julita di dunia ini adalah bukti ketidaksuburannya. Melihat wajah putri angkatnya saja sudah membuat Fiona kesal.

Setelah melahirkan Jeslyn, Fiona lebih memihak pada putri kandungnya dan membenci Julita.

Seiring berjalannya waktu, Julita tumbuh menjadi wanita yang lebih baik daripada putrinya dalam segala aspek yang ada. Hal itu hanya semakin meningkatkan kebenciannya pada Julita.

Kata-kata yang diucapkan oleh Fiona membuat Julita marah. "Kalian sudah setuju untuk menikahkan Jeslyn dengan keluarga Lukito, bukan aku," raungnya. "Mengapa Ibu berencana untuk menikahkanku hanya karena putri kesayangan kalian ini tidur dengan pria lain?"

"Kami sudah membesarkanmu selama ini. Sudah waktunya bagimu untuk membalas kebaikan kami, Julita," ucap Fiona dengan suara rendah, matanya berbinar dengan kelicikan. "Apakah kamu tidak ingin pelayan itu menjalani operasi yang dibutuhkannya? Kami akan membantu biaya pengobatan yang diperlukan selama kamu menikah dengan putra keluarga Lukito menggantikan Jeslyn."

Senyum puas muncul di wajah Jeslyn sekarang. Dia merasa Julita dan anak haram keluarga Lukito akan cocok untuk satu sama lain.

Julita menggertakkan giginya karena kata-kata Fiona tadi membuatnya marah. Namun, kata-kata sang dokter terlintas di benaknya. Hanni sudah tidak punya banyak waktu lagi.

Julita baru saja lulus dan tidak mampu membiayai pengobatan Hanni.

Meskipun Benjamin dan Fiona mengadopsi Julita, pasangan itu tidak pernah benar-benar peduli padanya. Hanni, pelayan keluarga Lisna, membesarkan Julita sendirian. Hubungan mereka seperti nenek dan cucu. Dia tidak bisa meninggalkannya sendirian.

Menyadari keraguannya, Fiona berjalan mendekati Julita. "Kamu juga harus menikahi seseorang di masa depan. Mengapa kamu tidak melakukannya untuk membantu kami dengan menikahi putra keluarga Lukito? Aku akan memberimu uang segera setelah kamu menikah dengannya."

Kaki Julita gemetar saat semua orang di ruangan itu menatapnya. Dia membutuhkan uang untuk membayar biaya pengobatan Hanni.

Air mata akhirnya mengalir membasahi pipinya. Dia menundukkan kepalanya dan menjawab dengan suara rendah. "Baik, aku akan menikah dengannya."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Hanya Seorang Pria2 Bab 2 Hari Pernikahan3 Bab 3 Jam Tangan Bernilai Miliaran4 Bab 4 Apa Kamu Mau Mandi Dulu 5 Bab 5 Kamu Bukan Jeslyn6 Bab 6 Hanya Ada Satu Tempat Tidur7 Bab 7 Sarapan Pagi8 Bab 8 Meminta Uang9 Bab 9 Penyesalan10 Bab 10 Jauh Lebih Baik11 Bab 11 Wawancara Kerja12 Bab 12 Wawancara yang Gagal13 Bab 13 Dia Tidak Terlalu Buruk14 Bab 14 Rumah15 Bab 15 Sebuah Keributan16 Bab 16 Kamu Dipecat17 Bab 17 Apakah Kamu Akan Membenciku 18 Bab 18 Kristianto Gunawan19 Bab 19 Seseorang Akan Tidak Senang20 Bab 20 Naik Bus Umum21 Bab 21 Lamborghini22 Bab 22 Mencari Rumah23 Bab 23 Apartemen Angker 24 Bab 24 Bagaimana Dia Bisa Begitu Manis 25 Bab 25 Uji Klinis26 Bab 26 Kekhawatiran yang Tak Terduga27 Bab 27 Seorang Klien yang Murah Hati28 Bab 28 Makan Besar29 Bab 29 Konflik Di Restoran Mewah30 Bab 30 Bos Restoran Ada Di Sini31 Bab 31 Ciuman Mabuk32 Bab 32 Kontrol Diri33 Bab 33 Mengambil Inisiatif Pertama34 Bab 34 Gosip35 Bab 35 Klarifikasi dari Gosip36 Bab 36 Pergi Keluar Untuk Makan Malam37 Bab 37 Bahaya38 Bab 38 Aku Adalah Suaminya39 Bab 39 Menyelinap ke Kamarnya40 Bab 40 Seharusnya Kamu Tidak Berpakaian Seperti Ini41 Bab 41 Bukti Video Kejadian42 Bab 42 Sebuah Ciuman 43 Bab 43 Terlalu Berbahaya44 Bab 44 Penolakan45 Bab 45 Penghinaan46 Bab 46 Ini Suamiku47 Bab 47 Makan Malam yang Canggung48 Bab 48 Menjarah Semua yang Ada49 Bab 49 Apa yang Sebenarnya Terjadi 50 Bab 50 Cincin Kawin51 Bab 51 Apakah Kamu Menjual Cincin yang Aku Berikan Padamu 52 Bab 52 Barang Imitasi53 Bab 53 Tidak Ada Bukti54 Bab 54 Permintaan Maaf Sepenuh Hati55 Bab 55 Bagaimana Cara Membujuknya 56 Bab 56 Dia Menolak Uangku57 Bab 57 Mengapa Kamu Adalah Orang Yang Begitu Boros 58 Bab 58 Buku Petunjuk Mengenai Cinta59 Bab 59 Mencakar Wajahnya60 Bab 60 Dicakar oleh Kucing di Rumah61 Bab 61 Permintaan Maaf62 Bab 62 Babak 62 Cincin Berlian Biru63 Bab 63 Desain yang Ditolak64 Bab 64 Kutukan65 Bab 65 Penghinaan Secara Publik66 Bab 66 Ketua Dewan Mengetahuinya67 Bab 67 Diusir68 Bab 68 Apakah Anda Naksir pada Saya 69 Bab 69 Kesalahpahaman70 Bab 70 Permintaan Dadakan Dari Bagas71 Bab 71 Memberinya Kenaikan Gaji72 Bab 72 Merasa Cemburu Pada Dirinya Sendiri73 Bab 73 Sentuh Otot Perutku74 Bab 74 Bertemu Erna Lagi75 Bab 75 Menjadi Pencuri 76 Bab 76 Panggil Polisi77 Bab 77 Untuk Membuktikan bahwa Dia Tidak Bersalah78 Bab 78 Ditangkap Polisi79 Bab 79 Acara Pesta Makan Malam80 Bab 80 Teman Kencan Pria81 Bab 81 Bertemu Jeslyn Lagi82 Bab 82 Undangan83 Bab 83 Akhirnya Masuk ke Dalam84 Bab 84 Anggur Merah85 Bab 85 Mempermalukan86 Bab 86 Gaun87 Bab 87 Wanita Tercantik yang Ada Di Pesta88 Bab 88 Mengusirnya89 Bab 89 Ambil Semuanya90 Bab 90 Apa yang Bagas Inginkan Darinya 91 Bab 91 Kekecewaan92 Bab 92 Dia Peduli Terhadapmu93 Bab 93 Sinyal Cinta94 Bab 94 Sebuah Pekerjaan Paruh Waktu95 Bab 95 Suami yang Peduli96 Bab 96 Mencari Kesalahan97 Bab 97 Juga Urusanku98 Bab 98 Rahasia yang Terungkap99 Bab 99 Bersungguh-sungguh100 Bab 100 Godaan Iblis