icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 3
Jam Tangan Bernilai Miliaran
Jumlah Kata:522    |    Dirilis Pada:13/05/2022

Semua orang menatap pada pria itu dengan pandangan penuh rasa takjub. Dia tampak memancarkan pesona dengan begitu mudahnya.

Mata Jeslyn berbinar. Dia menduga pria tampan itu adalah salah satu dari dua kakak laki-laki Erwin. Keluarga Lukito adalah salah satu keluarga paling berkuasa di kota. Bagaimanapun, posisi Erwin adalah anak haram -- Jeslyn merasa pria itu tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan kedua kakak laki-lakinya. Pria di hadapannya tampak menawan dan begitu elegan, jadi dia pikir pria ini pasti adalah pewaris sah keluarga itu.

Ketampanan dan pesonanya mengejutkan dan membuatnya sangat bersemangat. Dia pikir Sanji adalah pria yang tampan, tetapi jika dibandingkan dengan pria di depannya, tidak dapat disangkal bahwa Sanji tidak ada apa-apanya.

Jeslyn berjalan ke depan dan menyapa pria itu. "Apakah kamu kakaknya Erwin?" Hanya dengan menatap matanya saja sudah membuat kedua pipinya merona. "Yah, keluarga dari pihak pengantin pria belum datang. Silakan duduk dulu. Acara pernikahan ini tidak akan dimulai untuk sementara waktu."

Dia bahkan ingin meminta nomor teleponnya, tetapi karena dalam situasi seperti ini, dia tidak berani begitu lancang.

Pria itu bahkan tidak mengedipkan mata padanya. Dia mengabaikannya dan langsung berjalan ke arah Julita.

Wajah Jeslyn terbakar karena malu. Rasa malu dan senangnya hilang dalam sekejap.

Dengan marah dia kembali ke tempat duduknya. Matanya terbelalak ngeri saat melihat pria tampan itu mengambil posisi di samping Julita. Saat itulah dia baru sadar, pria tampan itu tidak lain adalah sang pengantin pria, Erwin Lukito.

Jeslyn menggelengkan kepalanya tidak percaya. 'Bagaimana bisa Erwin si anak haram itu terlihat setampan ini?'

Dia membungkuk dan berbisik di telinga Fiona, "Bu, kenapa Ibu tidak mencarikan foto Erwin untukku? Jika aku tahu seperti apa tampangnya, aku tidak akan meminta Julita untuk menikah dengannya menggantikanku."

Fiona memejamkan mata dan mengembuskan napas dengan keras, menggelengkan kepalanya tidak setuju. Kemudian, dia berbalik dan melemparkan pandangan menghina pada putrinya. "Kamu sekarang masih muda. Ketika kamu sudah tumbuh dewasa, kamu akan sadar bahwa penampilan seorang pria adalah hal yang paling tidak penting. Erwin itu adalah pecundang -- dia bahkan tidak memiliki pekerjaan yang layak. Dia adalah pria bodoh yang tidak berguna yang tidak memiliki kehidupan yang baik. Dia adalah pasangan yang sempurna untuk Julita. Kedua orang itu akan tetap menjadi golongan paling rendah dari masyarakat untuk selamanya."

Jeslyn tidak repot-repot membalas ucapan ibunya. Namun, dia tetap membenci kenyataan bahwa Julita akan menikah dengan seorang pria yang luar biasa tampan.

Erwin berjalan ke Julita dan mengamati wajahnya. "Aku datang terlambat karena aku harus berurusan dengan suatu urusan pribadi," ucapnya datar sambil menggaruk alisnya.

"Tidak masalah bagiku." Julita sama sekali tidak keberatan. Dia senang mengetahui bahwa Erwin adalah pria yang tampan. Setidaknya ada sesuatu yang baik tentang pria ini.

Saat dia berbalik, tatapannya tertuju pada jam tangan Patek Philippe di pergelangan tangannya yang berkilauan di bawah sinar matahari.

Meskipun dia bukanlah orang kaya, dia telah cukup melihat dunia untuk mengetahui harga jam tangan yang dipakai oleh pria itu. Sekilas dia mengenali bahwa arloji itu bernilai setidaknya miliaran rupiah. Alisnya terangkat karena dia merasa terkejut.

Semua orang telah memberitahunya bahwa Erwin adalah pria rendahan yang miskin. Itulah sebabnya mereka ingin Julita menikah dengannya sejak awal. Bagaimana Erwin bisa membeli jam tangan yang begitu mahal?

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Hanya Seorang Pria2 Bab 2 Hari Pernikahan3 Bab 3 Jam Tangan Bernilai Miliaran4 Bab 4 Apa Kamu Mau Mandi Dulu 5 Bab 5 Kamu Bukan Jeslyn6 Bab 6 Hanya Ada Satu Tempat Tidur7 Bab 7 Sarapan Pagi8 Bab 8 Meminta Uang9 Bab 9 Penyesalan10 Bab 10 Jauh Lebih Baik11 Bab 11 Wawancara Kerja12 Bab 12 Wawancara yang Gagal13 Bab 13 Dia Tidak Terlalu Buruk14 Bab 14 Rumah15 Bab 15 Sebuah Keributan16 Bab 16 Kamu Dipecat17 Bab 17 Apakah Kamu Akan Membenciku 18 Bab 18 Kristianto Gunawan19 Bab 19 Seseorang Akan Tidak Senang20 Bab 20 Naik Bus Umum21 Bab 21 Lamborghini22 Bab 22 Mencari Rumah23 Bab 23 Apartemen Angker 24 Bab 24 Bagaimana Dia Bisa Begitu Manis 25 Bab 25 Uji Klinis26 Bab 26 Kekhawatiran yang Tak Terduga27 Bab 27 Seorang Klien yang Murah Hati28 Bab 28 Makan Besar29 Bab 29 Konflik Di Restoran Mewah30 Bab 30 Bos Restoran Ada Di Sini31 Bab 31 Ciuman Mabuk32 Bab 32 Kontrol Diri33 Bab 33 Mengambil Inisiatif Pertama34 Bab 34 Gosip35 Bab 35 Klarifikasi dari Gosip36 Bab 36 Pergi Keluar Untuk Makan Malam37 Bab 37 Bahaya38 Bab 38 Aku Adalah Suaminya39 Bab 39 Menyelinap ke Kamarnya40 Bab 40 Seharusnya Kamu Tidak Berpakaian Seperti Ini41 Bab 41 Bukti Video Kejadian42 Bab 42 Sebuah Ciuman 43 Bab 43 Terlalu Berbahaya44 Bab 44 Penolakan45 Bab 45 Penghinaan46 Bab 46 Ini Suamiku47 Bab 47 Makan Malam yang Canggung48 Bab 48 Menjarah Semua yang Ada49 Bab 49 Apa yang Sebenarnya Terjadi 50 Bab 50 Cincin Kawin51 Bab 51 Apakah Kamu Menjual Cincin yang Aku Berikan Padamu 52 Bab 52 Barang Imitasi53 Bab 53 Tidak Ada Bukti54 Bab 54 Permintaan Maaf Sepenuh Hati55 Bab 55 Bagaimana Cara Membujuknya 56 Bab 56 Dia Menolak Uangku57 Bab 57 Mengapa Kamu Adalah Orang Yang Begitu Boros 58 Bab 58 Buku Petunjuk Mengenai Cinta59 Bab 59 Mencakar Wajahnya60 Bab 60 Dicakar oleh Kucing di Rumah61 Bab 61 Permintaan Maaf62 Bab 62 Babak 62 Cincin Berlian Biru63 Bab 63 Desain yang Ditolak64 Bab 64 Kutukan65 Bab 65 Penghinaan Secara Publik66 Bab 66 Ketua Dewan Mengetahuinya67 Bab 67 Diusir68 Bab 68 Apakah Anda Naksir pada Saya 69 Bab 69 Kesalahpahaman70 Bab 70 Permintaan Dadakan Dari Bagas71 Bab 71 Memberinya Kenaikan Gaji72 Bab 72 Merasa Cemburu Pada Dirinya Sendiri73 Bab 73 Sentuh Otot Perutku74 Bab 74 Bertemu Erna Lagi75 Bab 75 Menjadi Pencuri 76 Bab 76 Panggil Polisi77 Bab 77 Untuk Membuktikan bahwa Dia Tidak Bersalah78 Bab 78 Ditangkap Polisi79 Bab 79 Acara Pesta Makan Malam80 Bab 80 Teman Kencan Pria81 Bab 81 Bertemu Jeslyn Lagi82 Bab 82 Undangan83 Bab 83 Akhirnya Masuk ke Dalam84 Bab 84 Anggur Merah85 Bab 85 Mempermalukan86 Bab 86 Gaun87 Bab 87 Wanita Tercantik yang Ada Di Pesta88 Bab 88 Mengusirnya89 Bab 89 Ambil Semuanya90 Bab 90 Apa yang Bagas Inginkan Darinya 91 Bab 91 Kekecewaan92 Bab 92 Dia Peduli Terhadapmu93 Bab 93 Sinyal Cinta94 Bab 94 Sebuah Pekerjaan Paruh Waktu95 Bab 95 Suami yang Peduli96 Bab 96 Mencari Kesalahan97 Bab 97 Juga Urusanku98 Bab 98 Rahasia yang Terungkap99 Bab 99 Bersungguh-sungguh100 Bab 100 Godaan Iblis