icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 8
Meminta Uang
Jumlah Kata:770    |    Dirilis Pada:13/05/2022

Taksi berhenti di luar vila milik keluarga Lisna. Julita bergegas keluar dan membunyikan bel pintu.

Sekarang dia telah menikahi Erwin seperti yang dijanjikan, dia memutuskan untuk meminta uang yang sudah dijanjikan kepada orang tua angkatnya. Bagaimanapun juga, dia melakukan semua ini hanya untuk membayar biaya pengobatan yang dibutuhkan oleh Hanni.

Fiona sedang duduk di sofa, menyeruput secangkir kopi di tangan. Dia menatap Julita dan tersenyum tipis. "Bagaimana hubunganmu dengan Erwin? Kamu baru saja menikah kemarin. Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah seharusnya kamu ada di rumahmu sendiri? Apakah ada sesuatu hal yang terjadi? Ceritakan padaku sekarang."

Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun tentang uang apa pun seolah-olah mereka tidak pernah membuat kesepakatan sebelumnya.

Julita memberinya sebuah tatapan tajam. "Aku di sini untuk mendapatkan uang yang dijanjikan. Ibu sudah berjanji kepadaku bahwa Ibu akan memberiku uang segera setelah aku menikahi Erwin."

Fiona meletakkan cangkir kopi di atas meja dan tersenyum lembut padanya. Sejak awal, dia tidak berencana memberikan uang kepada Julita. Itu hanya taktik untuk membujuk Julita agar mau menikahi Erwin saja. Itu hanya kesepakatan lisan antara mereka saja. Dan sekarang, Julita dan Erwin sudah menikah. Julita tidak akan bisa melakukan apa-apa bahkan jika mereka tidak memenuhi perjanjian yang mereka buat sebelumnya.

"Jangan khawatir, Julita. Aku akan memberimu uangnya. Aku yakin kamu paham benar bagaimana situasi keluarga kita. Ayahmu baru-baru ini berinvestasi dalam sebuah bisnis. Tapi ternyata itu adalah perusahaan palsu. Pemilik perusahaan melarikan diri dengan uang bersama selingkuhannya, meninggalkan semua masalah dan beban di pundak ayahmu. Berbisnis memang bukan suatu urusan yang mudah. Lihat, rambut ayahmu sudah banyak yang beruban. Keluarga kita sedang berusaha untuk melalui waktu yang sulit. Kita mengalami masalah dengan arus kas dan tidak mampu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk saat ini. Julita, tolong coba mengerti keadaan kami." Fiona memegang tangan Julita, berusaha untuk terlihat menyedihkan.

Tubuh Julita gemetar karena marah.

Fiona sungguh jahat. Bahkan sepotong kecil perhiasan yang dimilikinya bernilai lebih dari biaya pengobatan yang dibutuhkan oleh Hanni. Dia hanya berbohong tentang tidak mampu membayar uang yang dijanjikan.

Benjamin mengerutkan kening. Menurutnya, Fiona sudah bertindak keterlaluan kali ini, dan dia merasa kasihan pada Julita. "Sebenarnya, itu bukan sebuah masalah yang besar. Kita sekarang masih mampu…"

"Apa yang kamu katakan, Benjamin? Bukankah kita harus memenuhi kebutuhan kita sendiri sekarang? Jeslyn akan segera belajar di luar negeri. Bukankah kita butuh uang untuk melakukannya? Uang yang kita miliki sekarang adalah tabungan milikku selama bertahun-tahun setelah mengurangi pengeluaranku. Apakah kamu sudah lupa atas apa yang telah aku lakukan untuk keluarga kita? Tapi kamu sama sekali tidak peduli dengan kami, kan?" Menyeka air mata palsu di matanya, Fiona memelototi suaminya.

Benjamin dibuat terdiam. Dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.

"Kalian sudah berjanji padaku bahwa kalian akan memberikanku uang sesegera mungkin." Julita tidak senang, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dalam situasi seperti ini. Bagaimanapun, apa yang mereka miliki hanya sebatas kesepakatan lisan. Dia tidak bisa meminta uang jika mereka benar-benar menolak untuk memberikannya.

Menyeka matanya lagi, Fiona tersenyum. "Baik. Baik. Ayah dan Ibu akan memberimu uang segera setelah kami mendapatkannya. Aku masih punya sepuluh juta. Aku akan memberikan itu padamu dulu."

Dia mencoba untuk memperlama Julita. Lagi pula, begitu pelayan tua itu meninggal, Julita tidak akan punya alasan lagi untuk meminta uang kepada mereka.

'Bagaimana mungkin sepuluh juta bisa cukup?'

Menggigit bibir bawahnya, Julita hendak mengatakan sesuatu. Namun, Jeslyn menyela ucapannya. Dia menuruni tangga dan menatap Julita dengan pandangan jijik.

"Kenapa kamu kembali ke sini? Dan mengapa suamimu tidak datang bersamamu? Apakah dia membencimu?" Bibir Jeslyn melengkung membentuk seringai saat dia berjalan menuju Julita.

"Aku menikah dengannya untuk menggantikanmu. Kamu memiliki reputasi yang buruk. Jika dia membenci istrinya, itu berarti dia membencimu," bentak Julita dingin.

Jeslyn selalu menganggap dirinya luar biasa. Mendengar penghinaan itu, dia menjadi marah. Jeslyn mengambil segelas air dan menuangkannya ke Julita, yang sedang duduk dengan tenang di sofa.

Julita dengan terampil menghindari serangan murahan itu. Dia sudah menyangka Jeslyn melakukan hal seperti itu. Ketika mereka masih anak-anak, Jeslyn suka memukuli orang ketika dia marah pada mereka.

"Keluar dari sini! Ini adalah rumahku!" Jeslyn menyalak, menunjuk ke pintu. Ketenangan yang ditunjukkan oleh Julita membuatnya marah.

"Aku tidak akan datang ke sini jika kamu tidak berutang uang padaku," cibir Julita.

Melihat putrinya sendiri ditindas seperti ini, Fiona kehilangan ketenangannya. "Bagaimana kamu bisa berbicara dengan keluargamu sendiri seperti ini? Aku tidak punya seorang putri sepertimu. Keluar dari sini!"

Hati Julita rasanya tenggelam karena kekecewaan. Berdebat dengan mereka adalah suatu hal yang tidak ada gunanya, jadi dia dengan sedih berdiri untuk pergi.

Saat dia membuka pintu, dia melihat Erwin berdiri di luar menggunakan jaket. Di belakangnya berdiri seorang pria, dengan napas yang terengah-engah, memegang beberapa tas di tangannya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Hanya Seorang Pria2 Bab 2 Hari Pernikahan3 Bab 3 Jam Tangan Bernilai Miliaran4 Bab 4 Apa Kamu Mau Mandi Dulu 5 Bab 5 Kamu Bukan Jeslyn6 Bab 6 Hanya Ada Satu Tempat Tidur7 Bab 7 Sarapan Pagi8 Bab 8 Meminta Uang9 Bab 9 Penyesalan10 Bab 10 Jauh Lebih Baik11 Bab 11 Wawancara Kerja12 Bab 12 Wawancara yang Gagal13 Bab 13 Dia Tidak Terlalu Buruk14 Bab 14 Rumah15 Bab 15 Sebuah Keributan16 Bab 16 Kamu Dipecat17 Bab 17 Apakah Kamu Akan Membenciku 18 Bab 18 Kristianto Gunawan19 Bab 19 Seseorang Akan Tidak Senang20 Bab 20 Naik Bus Umum21 Bab 21 Lamborghini22 Bab 22 Mencari Rumah23 Bab 23 Apartemen Angker 24 Bab 24 Bagaimana Dia Bisa Begitu Manis 25 Bab 25 Uji Klinis26 Bab 26 Kekhawatiran yang Tak Terduga27 Bab 27 Seorang Klien yang Murah Hati28 Bab 28 Makan Besar29 Bab 29 Konflik Di Restoran Mewah30 Bab 30 Bos Restoran Ada Di Sini31 Bab 31 Ciuman Mabuk32 Bab 32 Kontrol Diri33 Bab 33 Mengambil Inisiatif Pertama34 Bab 34 Gosip35 Bab 35 Klarifikasi dari Gosip36 Bab 36 Pergi Keluar Untuk Makan Malam37 Bab 37 Bahaya38 Bab 38 Aku Adalah Suaminya39 Bab 39 Menyelinap ke Kamarnya40 Bab 40 Seharusnya Kamu Tidak Berpakaian Seperti Ini41 Bab 41 Bukti Video Kejadian42 Bab 42 Sebuah Ciuman 43 Bab 43 Terlalu Berbahaya44 Bab 44 Penolakan45 Bab 45 Penghinaan46 Bab 46 Ini Suamiku47 Bab 47 Makan Malam yang Canggung48 Bab 48 Menjarah Semua yang Ada49 Bab 49 Apa yang Sebenarnya Terjadi 50 Bab 50 Cincin Kawin51 Bab 51 Apakah Kamu Menjual Cincin yang Aku Berikan Padamu 52 Bab 52 Barang Imitasi53 Bab 53 Tidak Ada Bukti54 Bab 54 Permintaan Maaf Sepenuh Hati55 Bab 55 Bagaimana Cara Membujuknya 56 Bab 56 Dia Menolak Uangku57 Bab 57 Mengapa Kamu Adalah Orang Yang Begitu Boros 58 Bab 58 Buku Petunjuk Mengenai Cinta59 Bab 59 Mencakar Wajahnya60 Bab 60 Dicakar oleh Kucing di Rumah61 Bab 61 Permintaan Maaf62 Bab 62 Babak 62 Cincin Berlian Biru63 Bab 63 Desain yang Ditolak64 Bab 64 Kutukan65 Bab 65 Penghinaan Secara Publik66 Bab 66 Ketua Dewan Mengetahuinya67 Bab 67 Diusir68 Bab 68 Apakah Anda Naksir pada Saya 69 Bab 69 Kesalahpahaman70 Bab 70 Permintaan Dadakan Dari Bagas71 Bab 71 Memberinya Kenaikan Gaji72 Bab 72 Merasa Cemburu Pada Dirinya Sendiri73 Bab 73 Sentuh Otot Perutku74 Bab 74 Bertemu Erna Lagi75 Bab 75 Menjadi Pencuri 76 Bab 76 Panggil Polisi77 Bab 77 Untuk Membuktikan bahwa Dia Tidak Bersalah78 Bab 78 Ditangkap Polisi79 Bab 79 Acara Pesta Makan Malam80 Bab 80 Teman Kencan Pria81 Bab 81 Bertemu Jeslyn Lagi82 Bab 82 Undangan83 Bab 83 Akhirnya Masuk ke Dalam84 Bab 84 Anggur Merah85 Bab 85 Mempermalukan86 Bab 86 Gaun87 Bab 87 Wanita Tercantik yang Ada Di Pesta88 Bab 88 Mengusirnya89 Bab 89 Ambil Semuanya90 Bab 90 Apa yang Bagas Inginkan Darinya 91 Bab 91 Kekecewaan92 Bab 92 Dia Peduli Terhadapmu93 Bab 93 Sinyal Cinta94 Bab 94 Sebuah Pekerjaan Paruh Waktu95 Bab 95 Suami yang Peduli96 Bab 96 Mencari Kesalahan97 Bab 97 Juga Urusanku98 Bab 98 Rahasia yang Terungkap99 Bab 99 Bersungguh-sungguh100 Bab 100 Godaan Iblis