icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 9 MDS9

Jumlah Kata:974    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINA SAUDARA TIRIN

DENGAN

at Me

. Sementara itu, otaknya memutar cara agar bisa bisa mengendalikan Rika dan tidak merusak reputasinya. Namun dering telep

di!" sapa Haris---pers

arik napas lalu m

angan, mobil operasional yang Pak Rendi pakai unt

ajak klien makan, bagian depan mobilnya tertimpa dahan di parkiran, jadi aga

merogoh kocek sendiri! Bisa cabut saja, Pak

aban yang salah karena mobil itu sebetulnya sedang pura-pura diberikan pada Taysa, gadi

huan semua kebohonganku. Bahaya, nih ... gak bisa

endi!" Suara Haris membu

jadi gak apa lah ... biar di bengkel sana saja! T

yang ngecheck ke lapangan. Saya malah yang kena, karena lupa kemari

tkan kegadisan Tasya, tak apa dirinya harus berakting, memberi mo

ep dari pemilik perusahaan langsung itu cukup menarik dan unik. Membeli area lahan di tempat yang sedikit masuk ke area kampung yang masih sejuk dan membuat satu komplek pemukiman modern, termasuk satu buah

n. Perusahaan sudah memberinya kepercayaan penuh untuk mengurus beberapa project penting. Namun, ternyata semua kewenangan tersebut membuat Rendi

Rendi bergegas mengangkatnya. Hari ini Dirman akan kembali menyisi

di!" Dirman menyapa lelaki yan

pa? Bagaimana prohress di lapan

itan, sementara itu satu rumah lagi dihuni oleh satu keluarga. Ada lima orang anak, satu orang perempuan

un tak akan sampai diproses dan rencana kita tetap berjalan lancar!" titah Rendi. Keberhasilannya pada pembangunan seratus minimarket pada project s

ng terbuat dari papan itu. Harum---ibunya Rinai tengah menunggu Rinai pulang. Biasanya menje

ni segera! Ini kompensasi dari kami!" Dirman melempar satu buah amplop berisi uang ya

kat desa memang membolehkan kami tinggal di sini dengan membayar murah, akan tetapi tidak semurah harga yang Bapak berikan pada kami,

ya baru dan kami sudah mendapatkan izin untuk membangun di wilayah ini! Jadi Ibu tidak ada pilihan

k membuat rempeyek. Kompor dan wajan berisi minyak yang ada di atasnya tumpah

Rinai yang baru saja pulang berjualan berteriak. Dilempark

Apa kau tidak takut padaku, hah?" Dirman mendeka

halaman rumah sempitnya. Namun tak ada lagi benda yang bisa dipaka

ya sambil menyeringai. Langkahnya dengan cepat mendekat dan

a Dirman jauh lebih besar berkali-kali lipat. Satu tangan lainny

et

engenai dahi Dirman hingga berdarah. Lelaki itu men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”