icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
MENIKAH DENGAN SULTAN

MENIKAH DENGAN SULTAN

Penulis: Evie Yuzuma
icon

Bab 1 MDS1

Jumlah Kata:988    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINAKAN SAUDARA TIRI

H DENGA

jau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natas

obat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tiriny

tu sudah menyakiti momyku!" Natasya mencebik sambil menatap wajah Rinai. Seme

ak terima kalau kamu merendahkan ibuku!" Rinai menatap Tasya d

hi pria beristri, pasti hanya mengincar kekayaan papiku saja 'kan?" ucapnya sambi

l

giginya gemelutuk menahan kesal. Dia bisa jadi lembut dan penurut, akan tetapi ket

an S1nya itu menatap tak percaya! Setahunya anak dari istri kedua papanya itu selalu menu

ng, aku hanya memiliki Ibu, perempuan yang aku sangat cintai. Jika kamu merendahkan ib

i dijadikan kacungnya itu kini berani melawan. Bukan hanya itu, dia berani menampar wajah cantiknya

endeklarasikan hubungan mereka berdua di depan orang tuanya. Karenya Tasya susah payah s

menangkap pergelangan tangannya lalu menepisnya.Tampak satu orang lelaki dengan caping dari kain dan handuk

bak sebaiknya pulang sebelum saya mau membun

kumal itu dengan jijik. Dia menatap lelaki berpo

g satu miskin, yang satu rendahan!"

uara bariton itu terdengar tajam. Wajah yang sebagian tertutup capin

rkan! Asal kalian tahu, Rendi sedang menangani proses penggusuran area tanah ini! Akan dijadikan mall dan bangu

h menjauh area Rinai berjualan. Lalu duduk di seberang jalan

pirinya. Tasya bergegas masuk setelah dua k

pada Rinai yang tampak tengah menarik napas

nya. Sontak tangan gesit Rinai menghentika

embuat sebagiannya menutup wajah. Tampak guratan ketampanan yang paripurna tercipta. Wajah itu sungguh tidak cocok jika

tu plastik penuh yang sudah rusak diinjak Tasya. Lalu dia meny

Bang!" ucap Rinai

emuanya!" ucap

ng ini pada rusak!"

n? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kele

dan memerlukan banyak biaya untuk berobat. Sedangkan pendidikannya yang rendah membuatnya han

h banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai samb

p saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang ba

n netra berbinar. Lalu Rinai bergegas membereskan panci bekas jualannya dan melipat tikar tempatnya dudu

ki itu menoleh kanan kiri dan memastikan tidak ada orang, lalu mengeluarkan iphone berharga belasan ju

taris perusahaan! Lalu minta check juga wajah ini, apakah ini salah satu karyawa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”