icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 2 MDS2

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINA SAUDARA TIRIN

DENGAN

aris perusahaan! Lalu minta check juga wajah ini, apakah ini salah satu karyawan

u lusuhnya. Dia memastikan tidak ada yang meli

li ini bukan tanpa alasan. Namun dia sedang menyelidiki kasus pembengkakan anggaran untuk project pe

, pada kenyataannya dalam laporan, bisa menjadi naik tiga kali lipatnya. Hal itulah

ang memang milik negara yang berjejer di samping kali malang. Wira melakukan survey, beberapa orang menyebutkan betul jika ada orang yang memeberi mereka uang, akan tetapi karena tanah itu memang entah milik

l memunguti botol-botol bekas. Langkahnya terhenti ketika di teras sebuah rumah yang sangat kecil, tampak gadis yang tadi ditolongnya sedang membantu memi

in ini yang tadi dibilang Rinai---gadis penjual rempeyek itu jika dia sedang butu

jan bekas?!" Wira mendekat dan berdiri tidak jauh dari R

npa menoleh. Dia tidak menyangka j

p rempeyek yang masih tampak berenang-renang di wajan. Rup

senang ketika ada orang yang ber

n netranya terkesima ketika ternyata yang berdiri itu seo

. Dia mengedarkan pandang. Rumah itu benar

di sini saj

gkusan obat yang tadi diberikan pada ibunya. Tak berapa lama,

a sambil meletakkan gel

tamu." Wira menatap garis wajah

ahan untuk berjualan lagi dan membelikan obat untuk ibu. Selain itu, tadi saya kebele gula dan teh manis ...

dak seberapa bisa begitu berarti buat gadis itu. Bahkan, dengan mata berbinar dia begitu bahagia keti

ama ini tidak ada sosok unik seperti Rinai. Gadis-gadis yang dikenalnya rata-rata bergaya hid

gangkat rempeyek yang sudah matang. Kemudian tangannya dengan cekatan kembali memasukkan ado

mbil meniriksan rempeyek yang baru saja diangkatnya. Wira m

lurkan tangan. Rinai yang baru saja menyimpan centong adonan mengelap

tinya Abang lebih tua dari saya!" ucapnya sambil tersen

n menikmati teh manisnya. Sementara itu, Rinai kembali

bangunan-bangunan setengah kumuh yang berdiri di sana. Ada empat orang totalnya. Salah satu dari mereka mengenakan pakaia

ke arah Wira dan Rinai. Sementara itu, dua ora

ke sini untuk mengurus pembebasan lahan karena kami sedang ada project komersil di daerah sini!" ucap salah satu memperk

Rinai mematikan kompor. Mengelap tangan lal

Ini sudah mutlak, semua harga di sini sama. Kalian bisa pindah dan mencari tempat lain nanti dengan uang yang kami ber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”