icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 3 MDS3

Jumlah Kata:956    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

G DIHINA SAUDARA TIR

_DENGAN_

at Me

ga di sini sama. Kalian bisa pindah dan mencari tempat lain nanti dengan uang yang kami berikan!" ucapnya

a. Diam-diam Wira mengambil gawai dalam sakunya yang diba

l mengambil beberapa botol plastik yang tergeletak tidak jauh dari r

i kami bangun juga menghabiskan biaya yang cukup besar. Mungkin kami belum bisa melepas tan

. Rinai terus mengeluarkan kalimat demi kalimat yang me

mua bangunan di sini? Kami sudah mendapatkan izin dari pemerintahan setempat dan kalian memang tidak memiliki surat-surat tana

unjuk wajah Rinai dengan mata mem

m kurun waktu tiga hari. Kamu mau terima uang ganti rugi ini atau

inta tolong pada siapa. Hanya ini tempat tinggal satu-satunya. Tempat bernaung bersama

rbagai cara dan memutar balikan fakta. Perlawanannya pasti hanya akan berak

itu berdering nyaring. Dia mengangkatnya dan b

tahan! Siap, semuanya akan kami tangani dengan baik." Dia menjeda sejenak. Mende

, Pa

. Lalu dia b

lihan, menerima uang kompensasi ini atau pergi tanpa uang sama sekal

da Rinai dan mendekat. Tangan usilnya menjawil dagu belah milik gadis itu yang

eleng, dia ingin menanganinya sendirian. Dia takut, jika pemulung tampan itu ikut campur hanya

jadi istri simpananku? aku akan pikirkan untuk memb

ya seorang perempuan dan hanya memiliki Ibu yang sedang sakit. Tidak ada tempatnya berlindung. Seseorang yang dipanggilnya ayah, yang seharusnya me

dia tetap bertahan agar tampak tegar. Dia tak ingin terlih

an harga murah! Kedua, jual dengan harga mahal tapi dengan syarat jadi istri simpananku! Ketiga, silakan bertahan dengan egomu d

akin menggemaskan!"

edua lelaki itu melecehkan Rinai. Namun berun

oleh pada temannya yang tengah duduk

ik itu sambil berdiri dan mengikuti langka

ak. Beruntung wanita yang dicintainya tampaknya tengah terlelap. Efek obat

setengah kumuh yang mereka tuju. Rinai tak kuasa lagi menahan sesaknya. Dia menjatuhkan tubu

h merekam semua kejadian tadi. Sekuat tenaga dia

ma yang diduga menjadi dalang semuanya. Me

nggal menunggu waktu untuk dia lemparkan dari per

Wira menepuk bahu Rinai meski ragu. Akan tetapi bah

liki uang. Keadilan di sini bisa dibeli pakai ua

itu membuat netra Rinai yang sembab menatapnya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”