icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 5 MDS5

Jumlah Kata:978    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINA SAUDARA TIRIN

DENGAN

ulu sebelum

ih pada bagian inti tubuhnya, akan tetapi itu tak apa yang terpenting sekarang i

atap pantulan wajahnya yang tampak segar setelah mandi tadi. Sesekali senyum mengembang ketika terbayang jika dia bisa memamerkan mobil bar

! Kamu dan ibumu pantas menderita." Tasya tersenyum menyeringai. B

nghampiri Tasya dan mengecup pucuk kepala kekasihnya. Dia berbis

berlalu dan segera mengenakan pakaiannya, karena

" Tasya menatap lelaki yang sudah membuatnya mabuk kepa

asihnya. Tasya mengulas senyum. Tak sabar ingin segera memamerkan mobil itu pada keluarg

ti-hati!" ujar Tasya sambil b

tin baru yang sedang berbahagia. Sebelum keduanya berpi

Tasya merengek pada Rendi. Lelaki yang tengah menyuap it

rnyitkan alisnya yang baru

ndi memulai merangkai kata.

terangkat menunggu Rendi

a cuma mobil murah gitu. Jadi namanya masih nama perusahaan. Gak apa?" Re

keh dan melanjutkan makannya. Rendi menun

amu sumbang inventaris mobil! Betapa kaya rayanya kamu, Mas! Aku makin t

ng dia pikirkan. Lelaki itu kemudian mengeluarkan S

kami! Toh kalau ada keuntungan lebih, aku pun kebagian bagian cukup besar juga!" ucapnya dengan penuh kesombongan. Tasya semakin kagu

, Mas! Aku makin sayang rasanya!"

m. Cukup bahagia ketika berhasil membuat w

or menggunakan taxi, sedangkan Tasya lan

Gadis yang berusia dua tahun lebih tua darinya itu menghampiri ket

natap adiknya, menunggu jawaban dari p

sekarang udah jadi mobil aku!"

at kamu?" Tisya membelalak tak

mana-mana. Nanti kalau dia udah nikahin aku ... mobil aku mau ganti tiap bulan. Buat apa kekaya

as Hengki boro-boro beliin mobil, malah pinj

kut gak? Aku mau ke tempat si Udik, pengen lihat wajah cengonya. Puas rasan

ya! Cariin Mbak pacar dari kerabatnya Rendi! Mbak nanti langsung putusin Mas Hengki

ya mengangkat sat

gan kumuh. Rumah-rumah tidak standard dan hanya terbuat dari papan berjejer di sana. Ada juga yang sudah dibuat menggunakan ba

erbuat dari kayu di tepi jalan. Tempat dia berjualan sedikit jauh dari rumah

nabrak meja kecil itu hingga meja tempat Rinai menjajajkan jualannya terjungkal. Semua bungkusan remp

Dirinya pun hampir saja terserempet hin

ah memunguti dagangannya. Keduanya tak sadar. Ada sepasang mata elang menatapnya penuh ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”