icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 6 MDS6

Jumlah Kata:921    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINA SAUDARA TIRIN

DENGAN

omen dan love

Dirinya pun hampir saja terserempet hin

ah memunguti dagangannya. Keduanya tak sadar. Ada sepasang mata Elang menatapnya penuh ke

jak mobil. Rinai memungutinya satu-satu. Pungguh ringkihnya membuat hati Wira terasa sesak

miskin itukah hidup kalian sekarang?" Tisya yang sama bermulut pedas berdiri sambil memi

Dia menatap wajah Rinai yang menatap mereka t

g jika tidak mengganggu orang?! Tolong pergi dari si

pergi?" kekeh Tasya

an. Kita di sini Cuma mau bilang, kalau kami anak dari ibu yang pernah disakiti oleh ibumu itu hidupnya pasti lebih senang dan bahagia. Hmmm, asal kamu tahu ..

h merepotkan kalian lagi. Aku bahkan tidak pernah menuntut lelaki yang kalian panggil ayah untuk datang ke sini sekadar memberi naf

yang disangkanya lemah dan tak berani melawan itu ternyata begitu menakjubkan.

dang. Keduanya kembali mendekat dan

e arah tumpukkan rempeyek baru beberapa bungkus Rinai susun kembali. Rinai mengatur n

nya untuk mengingatkan jika sakit hati ibu kami tak akan pudar oleh waktu! Selain itu, kamu hanya ingin bi

gulangkan tangan untuk menampar mulut Tasya yang tak bosan-bosan menghina ibunya. Nam

tuhkan tamparan. Namun sebuah tangan kekar menangkapnya lalu menepisn

alian!" suara berat seorang lel

ah berdiri. Handuk yang sudah lusuh tersampir di bahunya. Waja

masalah kami?!" Tasya memekik

aka aku adalah Badai dan kami bisa menghancurkan kali

" kekeh Tisya ketika menoleh gerobak berisi bo

g tergeletak tidak jauh dari sana. Lalu mendekat ke arah mobil yang terparkir. Tanpa kedua perempua

at potongan dahan kayu yang cukup besar itu. Tisya mendorong tubuh Rinai sebelum mengejar adi

miring Rinai. Perempuan itu pun menyusul adiknya ya

tergeser sama sekali. Lelaki itu menatap ked

ancurkan benda kesayangan kalian ini?" ucap

ke kantor polisi! Dasar orang miskin gak tah

a Grup yang cabang perusahaannya di mana-mana! Kamu siap-siap dijadikan peyek oleh calon suami adikku n

alanya menggeleng-geleng pelan. Rupanya banyak orang yang menjual na

curkan!" ucapnya dingin sambil mengangk

keduanya bergegas masuk ke dalam mobil karen

buat nangkep kamu! Siap-siap hidup di penjara!" t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”