icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN SULTAN

Bab 7 MDS7

Jumlah Kata:895    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

DIHINA SAUDARA TIRIN

DENGAN

, komen dan lov

ang tampak sedang memilah rempeyek yang masih bisa dijualnya. Wira men

dorkan Wira. Dia mengerutkan dahi sambil meno

t apa?" Rinai

Wira sambil memperhatikan raut wa

dia mendekat pada Wira yang mengenakan kaos tanpa kerah yang pen

untuk menangisi orang-orang seperti mereka," jawab Ri

Wira duduk pada tikar y

ng di antara kami. Bagi mereka aku adalah sudra. Kasta terendah yang bahkan tidak berhak bahagia," ucap Rinai sambil

ekitar. Karena itu meskipun kerap kali kedua kakak beradik itu memb

alau minta ganti rugi gimana?" Rinai kali ini yang mera

ntikan." Wira tersenyum sinis. Memang benar, dia ingin melihat dengan mata kepala sendiri wajah Rendi yang

a uang sebanyak itu. Mending kamu pindah lokasi, Bang. Kelilingnya jangan daerah sini lagi. Aku tahu betul Ta

mengambil satu bungkus rempeyek dan membukanya.

menikmati rasa gurih dari rempeyek. Wangi daun lim

i suka ada yang mampir membeli kopi. Rinai mengangguk, dengan cekatan dia membuatkan ko

mbol, mampir. Mereka masing-masing mengam

n saja, lima bungkus, ya!" ujar se

bungkus rempeyek dan disodorkan pada Ayu. Ditambahkannya satu sebagai bonus. Dia tahu, Ayu b

ribuan. Rinai menerimanya sambil berdoa dalam dada. Semoga suatu saat bisa memba

eka hanya membeli untuk camilan dikala senggang. Usai rombongan itu berlalu.

tanah?" tanyanya. Satu tangannya

dew!" jawab Rinai

dikit, ya?" tanyanya seray

!" ucap Rinai sambil menunjuk pada kantong

beberapa bungkus. Rinai dengan cekatan memasukkannya ke dalam keresek berwarna hi

rnya!" Rina mengembalikan satu lembar uang b

mu banyak yang rusak dan tak terjual soalnya," ucapnya sam

!" Ucapan Rina

uat yang lainnya juga, ya!" ucap Budew sambil menoleh, la

kur. Ternyata memang, hukum tabur tuai itu ada. Sebungkus rempeyek untuk Ayu yang diber

*

rah, karena itu Tisya memintanya menepi. Lal

a mobilnya kayak gini, Sya!" ucap T

ilnya penyok cukup parah karena

i, deh! Memang cocok banget, sih. Yang satu gembel yang satu pemulung. Jodoh kan cermina

mpun! Aku akan menututmu! Kalau perlu segera menyeretmu ke kantor polisi biar k

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN SULTAN
MENIKAH DENGAN SULTAN
“"Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku 'kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!" pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya. "Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit," getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur. *** "Aku mau beli semuanya!" ucap lelaki itu lagi. "T-tapi, Bang ... yang ini pada rusak!" ucap Rinai canggung. "Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama 'kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki," ucap lelaki itu kembali meyakinkan. "Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!" ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga. "Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!" ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya. Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu. Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya. Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja. Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?”