icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tiga Bidadari

Bab 5 Gadis keras kepala

Jumlah Kata:986    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

a

ebuah gelang cantik di etalase. Seorang pelayan toko mengambilkan gelan

a memang jodoh." Hafiz mengecup punggung tangan Azizah tanpa pedul

Bang," bisik Azizah. Di

masih sanggup bayar." Laki-laki itu mengambil dompet dan mengelu

ai atau disimpan du

Adek suka," sahutnya dengan den

setelah menerima kembali kartu sakt

hkan kepada ustadz lain, demikian juga dengan jadwal mengajar dan pengajian. Hafiz meni

a. Sepanjang mata memandang hanyalah pokok-pokok bunga dan gerombolan tanaman kecil yang tertata rapi. Haf

ang suami dengan mata yang masih tertuju kepada lengan kirinya. Bibirnya terl

Hafiz. Tangannya bergerak

sih ya." Azizah masih ter

dah mengcancel semua kegiatan Abang hari ini hanya d

terkendali. Buat Abang, yang penting hari

dad

an akhirat." Hafiz mendaratkan kecupan

adalah bidadari

ersenta

isihkan Adek." Hafiz membantah keras,

kan tersisih." Azizah menenggelamkan wajahnya semakin dal

rempuan lain yang hadir, nyatanya Azizah sudah memenjara hati Abang

gsu kiai Nawawi itu?" Aziza

ra, Sayang,"

lah menantu idaman k

man keluarga Abang. Insy

r sekali. Ya, mengingat semua perlakuan keluarganya selama ini y

u kembali menjadi bahan perbandingan oleh keluarga besar suaminya, sepert

ntik, cerdas, penghafal Al-Q

yang isinya menerangkan keutamaan

h tahu, Bang. Orang-orang yang ahli

sembari mencubit hidung Aziz

. Kenapa Adek harus takut tidak di anggap oleh keluarga Abang, sementara Al

enepuk j

tkan Adek." Dia meraih tangan kokoh itu d

asa. Wanita itu memiliki perasaan yang sangat halus. Fikri sendiri tidak bisa berlaku

perempuan yang sebenarnya rapuh itu bisa kuat dal

*

Hafiz melepaskan diri dari pelukan Azizah dan meng

ada sesuatu pun yang membuat wanita itu terbangun dari tidurnya.

afiz membuka pintu ka

asana begitu temaram. Bahkan pepohonan yang tumbuh di halaman rumah membentuk bayangan hitam yang sepintas te

, ini

u membalas pesannya. Hafiz memperhatikan d

ang. Ad

dengan Abang ya. Abang tidak b

n kepadanya, Naura hanyalah gadis cacat yang tak mung

izah. Abang tak mau menyakiti hatinya. Persepsi di antara wanita dalam menyikapi soa

sedang menunggu waktu untuk melahirkan dan butuh perhatian lebih da

ang. Bolehkah Adek bert

. Ya, Allah, gadis ini

kabar kalau Azizah berse

k ada balasan lagi dari Naura. Entah

Meresapi keindahan yang terpancar dari sana, tanpa tahu baga

dari diriku? Aku cuma laki-laki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita