icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tiga Bidadari

Bab 6 Kontraksi

Jumlah Kata:996    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

a

ia jalani dengan Naura saat ini. Di satu sisi dia harus menjaga perasaan Azizah, tapi

n itu adalah membujuk Naura agar ia berubah pikiran. Akan t

s itu. Seorang gadis yang katanya cacat di kakinya dan menjadi ala

terutama dari sisi agamanya. Sebagai putri dari pengasuh pondok pesantren yang cukup besar, bahkan lebih besar dari pe

ya laki-laki beriman yang mau memandang perempuan dengan hatinya. Hanya hati

aku terus memikirkan gadis itu?" keluh Ha

kamar mandi. Dia melihat sekilas wajah istrinya yang

r. Hafiz mengganti pakaian dengan baju koko dengan sarung

adah dengan hati ya

tikhooroti rok'atain

shalat istikharah dua r

u Akb

gan kemahakuasaanMu, aku mohon kepadamu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha agung. Sesungguhnya Engkau maha kuasa, sedan

n berilah berkah. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka

ngusap kedua telapak

di adalah yang terbaik untukku dan juga

rtidur lelap. Wajah cantik itu tampak begitu layu. Hafiz tahu, belakangan ini Azizah terlalu b

piah dan baju koko serta sarung yang tadi digunakan untuk shalat istikhar

g tengah tertidur. Sejenak dia mengamati wajah teduh itu. Ada perasaan iba ya

untuk memeluknya. Sebuah kecupan lembut mendarat di kening mulus milik

tiasa menjadi kekuatan yang membuatnya bisa bertahan. Setiap manusia memiliki kapasitas

pa sekarang dia merasakan sosok Az

*

u Akb

u Akb

da kenyal nan basah menyentuh bibirnya. Ketika Hafiz membu

k. Azizah mengalungkan

manja. Dia kembali

" Hatiz mengerlingka

ng." Wajahn

Masa Adek kangen sih?" Hafiz pura-pur

zah tak melanjutkan ucapannya. Dia mele

gak peka," keluhnya. Dia pun mel

itu, baru kita lanjut temu kangennya," goda

ak

h Azizah yang mirip anak kecil yang meraj

i. Terlihat jelas dia melangkah agak kesusahan karena perut besarnya. Cara dia berj

enanya, sementara Hafiz m

'ataini mustaqbilal qiblati

ubuh sebanyak dua rakaat dengan menghadap

u Akb

*

an perutnya mulai terasa sakit lagi.

buh tadi, ia merasakan ada yang berbeda. Kontraksi semakin sering i

ki itu segera mengambil tas besar berisi perlengkapan bayi dan ibunya

a siapa-siapa yang bisa mereka mintai tolong. Tak ada asisten rumah tangga, pembantu

mengemudikan mobil. Sesekali dia melir

i kita sampai ke rumah sakit." Dia meng

akin menambah kecepatan laju mobil. Tak kuat rasanya mende

Allahu ...

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita