icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tiga Bidadari

Bab 9 Permintaan bibi Sarah

Jumlah Kata:998    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

a

" tanyanya. "Kalau memang memungk

mu dengan kiai Na

uat Hafiz terlonjak

i?" Matany

. Kamu ke

k menyangka kalau Bibi berpikiran seperti itu.

u beliau saat acara tasmiyahan Ibrahim. Itupun kalau beliau be

moga saja belia

Bibi saja yang mengatur ya. Azizah tidak punya

etahui latar belakang wanita itu yang bukan keturunan ulama, bahkan sekolah pesantren pun tak tamat. Hanya Hafiz yang ne

entara waktu Bibi akan tinggal di rumah kalian sampai

apa-apa, Bibi. Kasihan Aziza

anti, Nak. Bibi ti

lantas bangkit da

Bi, mau beli makanan. Bi

kin perut kenyang." Perempuan s

rah dan menciumnya, kemudian b

*

, banyak kios dan warung yang menjual berbagai makanan dan minuman.

fiz membeli ayam goreng bumbu kuning dengan la

Nak," tegur bibi Sarah. Perem

banyak makan. Mengurus Azizah mem

Suaranya bahkan meng

an dulu." Perempuan setengah tua itu

ih terbaring lemah di ranjang. Wa

ku. Aku mendaratkan kec

ya, Sayang. Insya Allah

ang menutupi sebagian wajah polos itu. Dalam keadaan a

ang," uca

it. Namanya juga operasi. Kalau obat

i pedihnya pasti hilang. Kan di

menemani Adek melewati semua ini. Abang tidak ak

na denga

z tersenyum tipis. Ustadz Zaki adalah

t Azizah. "Terima

ena sudah memberikan putra yang sangat tamp

manis dalam pandangan Hafiz, serupa bibirnya yang sena

ertidur lelap di samping Azizah. Dia tampak begitu

uka nan polos dan menggemaskan. Hafiz merasakan dirinya terbang ke awan. Dadanya gemuruh menahan

akan titisannya utuh, sangat mirip. Hidung, mata, alis, b

andangannya beralih kembali pada Aziza

*

rsen. Setidaknya dia sudah bisa duduk dan berjalan. Hari ini adalah hari terakhir di rum

" Suara itu berasa

. Abah ..." Hafiz

eulas senyum terukir di bibirnya. Dia melangkah ma

Tangan tua itu mengelus ubun-ubun bayi

him," sahut Azizah. Terlihat jelas ia t

ekasihNya sebagaimana nabi Ibrahim

ah menambahk

ggukan kepala. Ia kembali me

Al Fazari," kata

ayahnya dengan

seorang filsuf, ahli matematika dan astronomi

n muslim di generasi selanjutnya," jaw

zah dan bibi Sarah

z bisa mendidiknya menjadi oran

-sama, Nak. Abah sangat bahagi

lagi Azizah pulang ke rumah. Kami hanya

elum sempat datang. Mungkin beliau ak

. Kehadiran Abah sud

yang hanya mendapat restu dari Abah. Dia tak bisa berharap banya

amplop berwarna putih dari saku baju

ndai memilih hadiah yang cocok buat kamu. Jadi Kakek beri yang mentahnya

mata Azizah ya

begitu baik dengan kami,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita