IPAR ADALAH BIRAHI

IPAR ADALAH BIRAHI

Fajar Merona

5.0
Komentar
58.5K
Penayangan
26
Bab

Khusus bacaan orang dewasa yang benar-benar sudah kuat mental.

IPAR ADALAH BIRAHI Bab 1 Birahi Ipar, 1

"APA INI ARTINYA, MAS?" Keras terdengar teriakan seorang wanita, menggema di ruang tamu sebuah rumah mewah.

"Ya, aku harap kamu mengerti dengan pilihanku ini, Lis!" balas seorang laki-laki berusia empat puluh tahun yang sedang duduk di ruang tamu bersama wanita yang berteriak itu. Raut kemarahan terpancar jelas di wajah keduanya.

"Bagaimana dengan pernikahan kita selama ini? Bagaimana dengan Ravatar dan Jeanny, apa kamu tidak kasihan dengan mereka? Mereka itu anak-anak kamu, Ronald?" sahut wanita itu berusaha memberi pengertian pada suaminya dengan intonasi yang sedikit diturunkan.

"Bukan begitu, Elisa. Aku justru minta pengertian dari kamu tentang perasaan suamimu ini. Sudah lama aku merasa tertarik dengan Evelyn. Lagi pula Evelyn memang cukup akrab dengan anak-anak kita kan? Pastinya tidak ada masalah kalau aku menikah dengan dia." Lelaki gagah perkasa itu tak mau menyerah.

"Jadi, maksudnya aku akan dimadu dengan adik angkatku? Dia itu ipar angkatmu. Teganya kalian sama diriku!" Elisa menggeram penuh kemarahan seraya menatap wajah suaminya.

"Bukan. Bukan begitu! aku merasa dengan kehadiran Evelyn di sini, keluarga kita akan semakin lengkap. Bukannya kalian juga sudah bersama-sama sejak dari dulu? Seharusnya kamu mendukung pernikahan aku dengan adik angkatmu itu," jelas Ronald berusaha untuk menenangkan amarah Elisa.

"Enak aja! Alasan apa itu? Bagaimana dengan perasaanku ini, Ronald? Aku sudah mendukungmu selama 10 tahun sejak kita menikah! Dari saat kamu masih bekerja sebagai pegawai rendahan sampai jadi manager seperti sekarang! Inikah balasanmu untuk kesetiaanku selama ini, Ronald?" Elisa kembali berteriak namun masih terkontrol.

"Bukan begitu! Aku hanya minta agar kamu mengerti dengan perasaanku. Apakah itu sesuatu yang susah buatmu? Lagi pula wanita yang aku pilih bukan orang asing. Kamu dan anak-anak sudah mengenal Evelyn dari dulu. Evelyn itu wanita baik-baik, kamu sebagai seorang istri seharusnya bangga karena suamimu ini masih pengertian." Ronald bicara panjang lebar tak mau kalah.

"Pengertian maksudmu apa, Ronald?" Amarah Elisa makin membara.

"Laki-laki lain pasti sudah menceraikan istrinya yang tidak mau menuruti keinginan suaminya seperti kamu!" bentak Ronald dengan nada penuh amarah karena kehilangan kesabarannya. Namun demikian dia tetap berusaha agar suaranya tidak terdengar kasar atau meninggi.

Malam itu benar-benar malam yang terburuk buat Elisa, terutama untuk kehidupan rumah tangganya dengan Ronald. Bagaimana tidak? Setelah 15 tahun membina rumah tangga, Elisa tidak pernah menyangka bahwa suaminya itu telah berselingkuh dengan Evelyn.

Memang banyak rumor yang beredar kalau Ronald berselingkuh dengan beberapa wanita muda di kantornya. Namun Elisa tetap tidak menaruh curiga serta mengabaikan rumor itu karena di kantor suaminya Elisa menyimpan pengawas. Namun semua itu terbukti keliru dengan pernyaataan Ronald malam itu yang memberitahu rencana pernikahannya secara mendadak.

Elisa masih tidak percaya bahwa suaminya memang telah berselingkuh, bahkan akan menikahinya. Fakta bahwa wanita yang hendak dinikahi oleh suaminya itu adalah adik angkatnya sendiri, kian membuat hati Elisa hancur berkeping-keping. Elisa sengaja memasukan Evelyn ke kantor suaminya, agar bisa menjadi pengawas. Naum yang terjadi malah pagar makan tanaman.

"Kalau begitu, Mas Ronald boleh memilih. Kalau menikahi Evelyn, aku dan anak-anak akan angkat kaki dari rumah ini!" ancam Elisa. Namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia berharap ancamannya itu dapat mengurungkan niat suaminya untuk menikah lagi. Dia melakukannya sekedar untuk menguji, apakah masih ada rasa cinta dalam hati Ronald untuk dirinya dan anak-anaknya.

"Kalau begitu, kamu juga boleh memilih. Hidup bersama aku, anak-anak kita dan Evelyn. Atau silakan bawa semua barang-barangmu keluar dari rumah ini. Aku tidak akan berhubungan lagi dengan kamu. Lagi pula Jeany anak kita pun lebih dekat dan lebih suka dengan Evelyn dibandingkan dengan kamu ibunya yang kerjanya keluyuran tiap hari!" Ronald kembali membentak Elisa dengan nada keras.

Jawaban Ronald yang disampaikan lewat bentakan itu langsung membuat hati Elisa semakin hancur berkeping-keping, dan pikirannya sangat kacau balau berkecamuk. Memang ucapan Ronald benar, Elisa sering keluyuran, namun tidak hanya main, dia juga sesekali bisnis walau belum menghasilkan.

Dia juga mengakui kebenaran ucapan suaminya, memang, kalau dibandingkan dengan dirinya yang sudah berusia 35 tahun, Evelyn yang baru berusia 23 tahun, sangat berbeda jauh. Bukan hanya perbedaan umur saja, namun Evelyn yang berparas amat cantik itu bisa dikatakan mengalahkan Elisa dalam berbagai bidang. Termasuk dalam mengemong kedua anak Elisa, padahal Evelyn sendiri bekerja.

Tubuh indah Evelyn yang langsing dan padat dengan tinggi 162 cm, proporsional amat kontras dengan tubuh Elisa yang mulai agak gemuk sehabis melahirkan Ravatar dan Jeany, kedua anaknya. Terlebih lagi, dengan sikap Evelyn yang feminin, perhatian, baik hati, dan keibuan, terkadang membuatnya lebih disukai anak-anak Elisa dibandingkan dirinya. Terutama oleh Jeany yang baru berusia 4 tahun. Dalam mengerjakan PR-nya Ravatar pun lebih suka meminta bantuan pada Evelyn, padahal rumah mereka terpisah jauh.

Sebenarnya sikap kedua anaknya itu, kadang melukai perasaan Elisa sebagai ibu kandungnya, namun Elisa kadang juga tidak terlalu peduli. Mengingat Evelyn memang adik angkat yang sudah dianggap sebagai adik kandungnya, jadi wajar kalau Ravatar dan Jeany menganggap Evelyn tantenya sendiri.

Ya, pada waktu masih bayi, Evelyn diadopsi oleh orang tua Elisa dari sebuah panti asuhan. Elisa bahkan yang paling sering merawat Evelyn dibanding kakak dan adik-adiknya. Elisa turut menyaksikan pertumbuhan Evelyn dari seorang bayi kurang gizi, menjadi seorang wanita muda yang sangat intelek dan cantik jelita. Luka hati Elisa kian terakut-akut mengingat bagaimana dia merawat Evelyn dulu layaknya seorang kakak pada adik tercintanya.

"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir, toh pernikahan kami baru akan dilaksanakan satu atau dua bulan kedepan. Tapi ingat, aku tidak akan merubah pikiran. Keputusanku sudah bulat dan aku akan tetap menikahi Evelyn, terserah apa kamu suka atau tidak!" tegas Ronald seraya berlalu masuk ke dalam kamar.

Seketika itu pula Elisa ambruk ke lantai, menangis tersedu-sedu menyadari bahwa cintanya telah dikhianati oleh Ronald, walau dia sendiri pernah mengkhiantai cinta suaminya, namun itu dulu dan Elisa sudah bertobat sebelum suaminya tahu. Untunglah Ravatar anak sulungnya sedang menginap di rumah Evelyn, sehingga dia tidak perlu menyaksikan pertengkaran orang tuanya. Sementara Jeany yang sudah tidur, masih terlalu kecil untuk mengerti pokok permasalahan ayah dan ibunya.

Elisa berpikir dengan keras, bisa saja dia meninggalkan rumah itu, namun itu berarti dia harus menyerahkan kedua anaknya pada Evelyn, dan itu tidak lebih dari pengibaran bendera kekalahannya dalam mempertahankan rumah tangganya. Elisa berusaha tegar, dia tidak akan menyerah semudah itu. Elisa memikirkan masa depan Ravatar dan Jeany yang entah bagaimana nasibnya apabila ditinggal olehnya dan hidup bersama Evelyn, tente angkat yang sekaligus akan menjadi ibu tirinya.

Namun apabila dia bertahan, itu berarti dia harus rela dimadu dalam seumur hidupnya oleh Ronald. Sesuatu yang tentu saja tidak diinginkan oleh istri manapun, termasuk dirinya.

Mata Elisa kian berat, ujian ini begitu sulit baginya, bagaimana pun juga rumah tangganya kini terancam hancur karena ulah adik angkatnya sendiri. Bagaimana nasib anak-anaknya kelak dan bagaimana dia harus melewati hari-harinya jika Ronald benar-benar memadunya. Elisa sadar jika madu yang satu ini, akan benar-benar menjadi racun dalam sepanjang sisa hidupnya kelak.

"AAAAAAAH......!"

PRAANG!

Elisa mengamuk dan dilemparkannya asbak kaca yang berada di meja sampingnya ke lantai hingga asbak itu pecah berkeping-keping. Kembali Elisa terlarut dalam kesedihannya, saat terbayang masa-masanya bersama Ronald dan jalinan persaudaraannya dengan Evelyn. Elisa tak kuasa menahan amarahnya lagi. Kini dendamnya membara kepada adik angkat yang telah tega mengkhianatinya.

'Kalau saja kamu tidak pernah ada, kalau saja kamu tidak pernah jadi adikku, KALAU SAJA AKU BISA MEMBUAT KAMU MENDERITA, EVELYN!' Demikian geram hati Elisa pada adik angkatnya yang sebentar lagi akan menjadi pelakornya.

Tidak ada lagi perasaan Elisa sebagai seorang kakak bagi Evelyn, yang ada kini hanyalah dendam yang mendalam sebagai seorang istri yang disakiti suaminya, sekaligus seorang kakak yang dikhianati adiknya. Elisa harus membuat perhitungan.

^*^

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Fajar Merona

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Tricia Truss

Hanya butuh satu detik bagi dunia seseorang untuk runtuh. Inilah yang terjadi dalam kasus Hannah. Selama empat tahun, dia memberikan segalanya pada suaminya, tetapi suatu hari, pria itu berkata tanpa emosi ,"Ayo kita bercerai." Hannah menyadari bahwa semua usahanya di tahun-tahun sebelumnya sia-sia. Suaminya tidak pernah benar-benar peduli padanya. Saat dia masih memproses kata-kata mengejutkan itu, suara pria yang acuh tak acuh itu datang. "Berhentilah bersikap terkejut. Aku tidak pernah bilang aku mencintaimu. Hatiku selalu menjadi milik Eliana. Aku hanya menikahimu untuk menyingkirkan orang tuaku. Bodoh bagimu untuk berpikir sebaliknya." Hati Hannah hancur berkeping-keping saat dia menandatangani surat cerai, menandai berakhirnya masanya sebagai istri yang setia. Wanita kuat dalam dirinya segera muncul keluar. Pada saat itu, dia bersumpah untuk tidak pernah bergantung pada belas kasihan seorang pria. Auranya luar biasa saat dia memulai perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri dan mengatur takdirnya sendiri. Pada saat dia kembali, dia telah mengalami begitu banyak pertumbuhan dan sekarang benar-benar berbeda dari istri penurut yang pernah dikenal semua orang. "Apa yang kamu lakukan di sini, Hannah? Apakah ini trik terbarumu untuk menarik perhatianku?" Suami Hannah yang selalu sombong bertanya. Sebelum dia bisa membalas, seorang CEO yang mendominasi muncul entah dari mana dan menariknya ke pelukannya. Dia tersenyum padanya dan berkata dengan berani pada mantan suaminya, "Hanya sedikit perhatian, Tuan. Ini istriku tercinta. Menjauhlah!" Mantan suami Hannah tidak bisa memercayai telinganya. Dia pikir tidak ada pria yang akan menikahi mantan istrinya, tetapi wanita itu membuktikan bahwa dia salah. Dia kira wanita itu sama sekali tidak berarti. Sedikit yang dia tahu bahwa wanita itu meremehkan dirinya sendiri dan masih banyak lagi yang akan datang ....

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku