icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tiga Bidadari

Bab 8 Hadiah kelahiran

Jumlah Kata:1074    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

a

sulitnya mewujudk

ang wajar dia meminta seperti itu, tetapi di dalam keadaan

ng akan berusaha untuk mengabulkan permin

in, tapi pada kenyataannya Abang tak bisa,

dak bisa berbuat banyak unt

ikahi Naura. Akan tetapi, Naura berpesan kepada Abang, bahwa Naura hanyalah seorang gadis cacat yang

i, Bang. Mana mungkin Azizah bisa menyai

nyak hal yang membuat kita harus yakin bahwa sekeras apapun usaha kita tetap

k pernah menentang Abang untuk menikahi siapapun, tapi sebagai

erjadi, nanti kita pikirkan. Sekarang Adek mau hadia

ecut itu masih terasa manis di hadapan Hafiz, mes

mberikan nama untuk put

a yang pantas b

ikan oleh Rasulullah kepada putranya yang lahir dari rahim sayyidah Mar

Hafiz. Dia ingin menguji sejauh mana penget

ulullah. Beberapa riwayat bahkan menyatakan beliau tidak dinikahi oleh Rasulullah dan berstatus seba

ah menempati rumah yang merupakan peninggalan dari orang tua Azizah.

hanya sekedar seorang istri, bukan pendamping buat Abang. Azizah hanya melayani Abang seperti halnya seorang

an status sekalipun. Azizah dinikahi hanya untuk menghalalkan pergaulan kita. Kalaupun Azizah melahirkan seorang anak buat Aba

jatuh dari sudut matanya. Hafiz mengusapnya dengan lembut. Dadanya bergemu

ngkan Adek. Abang berjanji akan memperjuangkan peran dan arti kehadiranmu dalam kel

engan kehadiran Ibrahim di tengah hubungan kita. Adek pu

tu menghela nafas dengan di sertai sebuah rintihan. Dia tahu, tak ada yang bi

rlalu banyak berbicara. Sebaiknya Adek istirahat dul

di dekatnya. Ada selaksa makna terpancar di bal

at ini kita tak boleh memikirkan apapun kecuali untuk pemu

suaminya. Dimanapun dia berada, selama suami masih

*

an di sekitar tempat ini. Dia menyusuri lorong rumah sakit dengan la

ntuknya. Kalau tidak ada kegiatan di pesantren atau tempat lain, aku akan mem

anku pada Azizah tetap tidak berkurang. Meskipun dia harus berbagi

in bisa kuselami dengan baik. Sepeka apapun dirinya, te

ibi Sarah meng

menghentikan langkah. Pere

ya. Dia menunjuk sebuah bangku yang

engikuti bibi Sarah dudu

ra apa?" Kenin

melahirkan dan perasaannya masih belum stabil." P

Hafiz masih men

an kepala. "Bibi tahu apa yang kamu katakan itu benar. H

tidak di persiapkan, Bibi

zah tak lagi memperturutkan perasaannya. Hafiz berhara

. Hanya saja, Azizah

Tahu apa mereka dengan perasaan Azizah. Mereka hanya bilang kalau Azizah wanita baik-baik dan ia akan tetap baik-baik saja meskipun di poligami

dan pengunjung lalu l

an baik-baik saja," sanggah bibi Sarah. "Tak ada seorang wa

itu, Bibi,"

mengajukan sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita