icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Tiga Bidadari

Bab 7 Di rumah sakit

Jumlah Kata:920    |    Dirilis Pada: 16/02/2022

a

ertutup rapat, di mana Azizah tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan buah hati mereka

" Perempuan tua itu bertanya deng

Sarah, orang yang selama ini ber

raya menunjuk ke depan pintu. Bibi Sarah meng

tu baik-baik s

, bibarkati malikil ma'buud." Perempuan setengah tua itu berkali-k

Sarah menyadarkan Hafiz dari segenap

nya berdiri. Dia melihat dokt

ri saya, Dok?" Hafiz melangka

afiz," pa

apa?" Dia hara

icara sebent

tu mengiringi dokter Raisya ke sebuah

h beberapa jam. Sementara menurut hasil USG, tali pusarnya melilit tubuhnya. Hal ini

an anak saya. Soal biaya, tidak ada masalah.

p, Ustadz, tapi Ibu Azizah ngoto

ar dia mau melahirkan secara caesar. Saya akan mendatangani surat pernyataa

angani dulu." Seorang asisten dokter memberikan s

*

ng seutuhnya." Azizah meneteskan air mata saat meng

kita, terlepas bagaimanapun cara Adek melahirka

dalah madrasah pertama buat anak-anaknya. Jangan hiraukan

punggung tangannya sebelum akhirnya merelakan Az

ucap bibi Sarah. Wanita itu terlihat tegar dan bisa mengendalikan diri. H

hal mauluud, bibarkati malikil ma'buud." Kalimat itu be

an dengan begitu lambat di dalam penantiannya a

drtt

il ponsel dar

a berker

laikum, Aba

edang di rumah sakit, De

hela nafas

nya ya, Bang. Adek a

rima kas

z langsung mematikan data internet dan

puan setengah tua itu nampak memejamka

u berjalan teras

*

kbar All

kbar All

lla ilaha

lla ilaha

a muhammada

a muhammada

rih dari mulut Hafiz masuk ke indera p

eraya kembali mendekatkan mulut ke telinga

b. Garis wajahnya begitu mirip dengannya. Mata, hidu

aku, Sayang." Hafiz

daan ibunya, D

gi proses operasi selesai," jawab d

alas. Dia menyerahkan bayi mungil

ap bibi Sarah. Dia begitu antu

iz?" tanya bibi Sarah semb

enyiapkan nama yang bagus." Hafiz mengusap ubun-ubun put

*

urna dirimu menjadi seorang ibu." Haf

sekarang sudah menjadi seora

a kasih karena Adek sudah melah

menjadi t

rasa sangat bahagia." Hafiz

pit. Ada rasa haru yang kembali menyeruak mengingat pengorbanannya dalam memberikan seorang k

ku mencintaimu," bisik Haf

enggelan

ang Abang sudah cukup buat Adek." Mata

i kelahiran anak kita," ucapnya. "Sebutkan saja,

enyum manis sembari tetap menggeng

sungguh, Sayang. A

an Adek sebagai Kha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Tiga Bidadari
Cinta Tiga Bidadari
“Sebuah janji yang pernah terlontar dari mulut seorang Muhammad Abidzar Al Hafiz kepada istri pertamanya, bahwa ia takkan mengambil istri lain lagi setelah menceraikan istri keduanya. Benarkah janji itu akan di tepati? Ataukah hanya sekedar janji manis yang untuk selanjutnya kembali ia ingkari?”
1 Bab 1 Bimbang2 Bab 2 Abang mau nikah lagi ya 3 Bab 3 Mana janjimu, Abang 4 Bab 4 Kita sama-sama sakit5 Bab 5 Gadis keras kepala6 Bab 6 Kontraksi7 Bab 7 Di rumah sakit8 Bab 8 Hadiah kelahiran9 Bab 9 Permintaan bibi Sarah10 Bab 10 Muhammad Ibrahim Al-Fazari11 Bab 11 Tidak punya pilihan12 Bab 12 Komitmen awal13 Bab 13 Menikahi Naura14 Bab 14 Tidak ada lagi penolakan15 Bab 15 Mahar yang pantas16 Bab 16 Sarapan di kamar17 Bab 17 Pindah rumah18 Bab 18 Mencintaimu karena Allah19 Bab 19 Rasa cemburu20 Bab 20 Kita baru memulai21 Bab 21 Berbagi waktu22 Bab 22 Rasanya tetap sama23 Bab 23 Di hari giliran24 Bab 24 Menyadari batasan25 Bab 25 Sorot mata rindu26 Bab 26 Istri yang dipilih27 Bab 27 Abang tidak sejahat itu28 Bab 28 Drama yang membosankan29 Bab 29 Ragu dengan keputusan30 Bab 30 Survey tempat usaha31 Bab 31 Harus bersabar32 Bab 32 Siapa yang salah 33 Bab 33 Tak bisa tegas34 Bab 34 Tak pernah berubah35 Bab 35 Launching pertama Azizah bakery36 Bab 36 Mendzalimi diri sendiri37 Bab 37 Tolong pahami Abang38 Bab 38 Adakah cemburu yang tidak menyakiti 39 Bab 39 Bisnis itu kejam40 Bab 40 Abang pulang, Sayang41 Bab 41 Bukan Semata Soal Keadilan42 Bab 42 Ada Apa Ini, Kak 43 Bab 43 Berniat Untuk Melindungi44 Bab 44 Mengembalikan Kehormatan Seorang Wanita