icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Tajir dan Hafidz Qur'an

Bab 2 Bertemu Akbar

Jumlah Kata:1104    |    Dirilis Pada: 26/11/2024

ak bisa berhent

arusnya dia kerjakan sejak tadi. Namun, sudah berjam-jam duduk tanpa satu pun kata yang

erhanaan pakaiannya, serta kalimat-kalimatnya yang berhasil menusuk Nadia seperti slide ru

kayak dia?" Nadia bergumam lagi sa

, tampak bingung melihat tingkah Nadia. "Nad, ngomong sam

nyikan kegelisahan di hatinya. "Nggak,

n itu. "Ya, keliatan aja. Lagian, dari kemarin kamu

tidak menyangka Sofi bisa menebak. "Hah

, ajak ngobrol. Kalau nggak berani, samperin aja kalau dia lagi ngisi kajia

angkal, tapi apa gunanya? Mungkin Sofi benar. Mungkin ini semua karena rasa

yang kelihatannya bahagia meski nggak punya banyak?" kata N

ran, kenapa nggak datengin dia? Setauku, dia sering ngisi kajian. Siapa tahu kam

rinya. Hal-hal berbau religius selalu dia anggap sebagai sesuatu yang asin

guat. Bagaimana jika dia pergi? Sekali saja. Mungkin set

-

us tampak tenang, hanya beberapa orang lalu lalang. Rasa gugup menyelimutinya saat melangkah m

nasaran mengal

p kata yang terucap terdengar penuh makna. Nadia berdiri di pintu, menyaksika

kita. Dia ada di sini," Akbar menunjuk dadanya sendiri,

dho pada apa yang Tuhan berikan? Baginya, hidup adalah tentang

n memberi isyarat agar dia masuk. Dengan sedikit ragu, Nadia m

n adalah saat kita tidak terikat pada hasil akhirnya. Kita tetap berusaha, na

n ada orang yang bisa hidup tanpa merasa terikat pada hasil dari usaha mere

gapa harus merasa cukup, padahal dunia ini menawarkan begitu banyak hal? Mengapa menyerahkan s

adar berbincang. Nadia tetap duduk di tempatnya, menatap Akbar dari jauh, memikirkan apakah ia haru

noleh, dan ketika mata mereka bertemu, Akbar

pertemuan kedua mereka, namun rasanya begitu intens. Ketika sampai d

aja. "Kabar baik. Aku cuma ... penasaran aj

ipis. "Oh ya? Men

ggak ngerti kenapa kamu bisa yakin begitu. Kamu bilang hidup tanpa

i, apa artinya jika semua yang kita raih tidak membawa ketenangan? Terkad

i tak bisa dijelaskan mengapa. "Jadi, mak

ada diri sendiri, apa yang benar-benar penting. Apa yang membuat kita tenang. Kalau

ngejar target, mencapai prestasi, meraih pengakuan. Namun k

ma ... aku cuma nggak ngerti kenapa kamu bisa hidup denga

ini penting. Tapi tidak ada yang lebih penting daripada kedamaian dalam diri kita. K

dirinya yang terusik, sesuatu yang ia takutkan selama ini. Seakan-akan ia baru meny

gung. "Mungkin, kamu perlu waktu untuk m

belum menemukan jawaban, tapi rasa penasaran

nya pelan sebelum berbalik

g menenangkan. Namun, kedamaian itu hanya sebentar. Dalam be

eolah-olah ada dorongan untuk mencari lebih dalam lagi. Akhirnya, Nadia tahu satu hal: ia tidak bisa berhenti d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
“Nadia, perempuan ambisius dengan kehidupan penuh kemewahan, tak pernah menyangka akan tertarik pada Akbar, seorang hafidz Qur'an yang hidup sederhana. Terjebak di antara cita-citanya dan pesan spiritual yang Akbar tanamkan, Nadia mulai mempertanyakan tujuan hidupnya. Saat hati mulai mengalahkan logika, dia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan status sosial atau mengejar kebahagiaan sejati bersama Akbar. Namun, cinta mereka menghadapi tantangan besar, karena bagi keluarganya, Akbar bukanlah pasangan yang "setara." Apakah cinta sejati mereka dapat menembus batas sosial dan ekonomi yang membelenggu?”
1 Bab 1 Awal Mula2 Bab 2 Bertemu Akbar3 Bab 3 Pertemuan Kedua yang Intens4 Bab 4 Bayangan di Persimpangan Jalan5 Bab 5 Ujian Kehidupan6 Bab 6 Dilema Antara Keinginan dan Hati Nurani7 Bab 7 Godaan untuk Mengubah Diri8 Bab 8 Perlawanan dari Dalam dan Luar9 Bab 9 Pertemuan Pribadi dengan Akbar10 Bab 10 Langkah Pertama Menuju Transformasi11 Bab 11 Tekanan Keluarga yang Memuncak12 Bab 12 Konflik dengan Sahabat13 Bab 13 Akbar Menjaga Jarak14 Bab 14 Mencari Jawaban di Tempat yang Tak Terduga15 Bab 15 Perjodohan yang Semakin Dekat16 Bab 16 Dialog Mendalam dengan Akbar17 Bab 17 Keputusan Berani Nadia18 Bab 18 Kehilangan yang Menggugah Hati19 Bab 19 Ujian Cinta dan Keikhlasan20 Bab 20 Rizal Kembali dengan Tawaran Menggoda21 Bab 21 Pengorbanan Akbar22 Bab 22 Pertemuan yang Tak Terduga23 Bab 23 Pendewasaan Nadia24 Bab 24 Cinta yang Murni25 Bab 25 Awal Baru26 Bab 26 Membangun Kehidupan Baru27 Bab 27 Kembali pada Masyarakat28 Bab 28 Cobaan Ekonomi29 Bab 29 Ujian Kepercayaan30 Bab 30 Akbar Membuka Pesantren Kecil31 Bab 31 Pelajaran untuk Adik Akbar32 Bab 32 Akbar Membuka Pesantren Kecil33 Bab 33 Masa Lalu yang Kembali34 Bab 34 Pelajaran untuk Adik Akbar35 Bab 35 Kembali Terjerat Masa Lalu