icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Tajir dan Hafidz Qur'an

Bab 6 Dilema Antara Keinginan dan Hati Nurani

Jumlah Kata:1038    |    Dirilis Pada: 27/11/2024

elah panggilan dari pimpinan perusahaan. Dia tahu, situasi ini takkan mudah dihadapi. Di saat yang sam

aan aneh yang menghantuinya, sebuah pertanyaan yang mendalam yang

n yang sudah datang lebih awal untuk mempersiapkan rapat penting nanti. Suasana terasa tegang, dan set

beberapa kata sederhana, namun mampu membuat hatinya menghangat: "Semo

-

perkeruh suasana. Ketika akhirnya tiba saatnya bagi Nadia untuk berbicara, ia menghela

khir tanpa keputusan pasti. Semua orang tampak lelah

erasa tak yakin apakah ini waktu yang tepat, hatinya seperti tertarik untuk mendengarkan. Dengan langkah ragu, Na

-

semua kebahagiaan," ucapnya dengan nada yang menenangkan. "Saat kita bekerja, berusaha, atau bahkan mencintai, apa sebenarny

nyak dari kita yang terjebak dalam ambisi dan keinginan yang tak pernah terpuaskan. Kita berpikir bahwa keberh

sa mengetahui konflik dalam dirinya? Perasaannya bercampur antara ingin

ng memang sudah digariskan untuk kita. Jika hidup hanya tentang pencapaian dunia, maka kita akan terus merasa h

alah tentang mencapai yang lebih tinggi, menaklukkan puncak demi puncak.

-

uk tidak menarik perhatian, tapi Akbar sud

dengan senyum lem

tiba-tiba menyerangnya. "Iya ... aku merasa pe

penuh pengertian. "Bagai

p kali aku mendengar kata-katamu, seolah aku dipaksa melihat di

ang, kita perlu mendengar suara hati kita sendiri, meski itu berarti

-prinsipnya. Ia selalu merasa bahwa kebahagiaan ad

i, Akbar. Gaya hidupku, ambisiku, semuanya sudah menjadi ba

mua itu. Yang penting adalah menemukan niat yang tulus di balik semua keinginanm

ggenang di sudut matanya. "Kena

g akan membawamu pada ketenangan hati. Dan ingat, tidak ada pilihan yang

saan yang sulit dijelaskan di antara keduanya, sebuah

"Aku tak tahu apa yang terjadi padaku bela

roses. Aku akan selalu ada di sini untukm

dengan itu, ada ketakutan yang tak bisa ia jelaskan, takut untuk semakin dalam m

bil mengangguk perlahan sebelum meninggalkannya di halaman masjid

-

bingungkan. Kata-kata Akbar terus terngiang di pikirannya. Ia tahu, ia haru

nya. Dari seorang klien besar yang penting bagi perusahaannya, namun

n yang memuaskan, kami ak

dihadapinya sendiri. Di satu sisi, ia ingin tetap tegar dan mempertahankan perusahaann

mengetik satu kata pun. Ia terjebak di antara dua dunia, antara ambisiny

kah semua ini adalah ujian yang harus ia j

dup, merasakan hatinya semakin berat oleh

rasakan bahwa untuk pertama kalinya, semua ambisi yang selama ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka