icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Potret Sederhana

Bab 3 Tentang Banyu

Jumlah Kata:1056    |    Dirilis Pada: 26/05/2024

danau. Agni yang sedang berdiri di dekat danau pun menggeleng tanpa sedik

lagi pulang ke rumah? Lima tahun pergulatan takdir tak berakhir. Setan apa yang merasuki ayahnya yan

alau kecebur ke danau, Bany

membuat Agni tak kuasa menahan tawanya lagi. Agni berjalan ke arah Banyu dan duduk di dekatnya sambil tert

an gitu ke sana? Mau dong, please!" Agni menangkupkan kedua tangannya seperti anak kecil yang meminta mainan. Untuk pertama kalinya seumur hidup, Agni memoho

ggu Om Tio

Ti

yang jagain taman ini. Biasanya Om Tio lagi lia

ing ya

ke sini k

agi suntuk, bosen bisa d

ol

jaketnya sejak tadi dan Banyu hanya menjawab dengan gelengan pelan. "Lo kenapa? Sakit?" tany

tikan sampan di tepi danau, sepenuhnya mengabaikan pertanyaan Agni. "Om!" panggil Banyu sem

langkah mendekat ke arah Tio diikuti Agni yang b

anya ia paling anti bersalaman dengan orang, sudah lima tahun Agni menjadi makhluk anti sosial, dan karena Ban

ni

eka saling

au ikut ke tengah

m siapin samp

ra Tio menyiapkan sampan. "Heh lo nggak i

alau perahunya kebalik gimana?

aya di danau kaya g

Banyu memanyunkan bibir

kut kaya

lak kaya

rmu

ac

" Agni menjulurkan

sebelah matanya dengan jari tengah dan telu

mua ini." Tio berseru dari

ngacak rambut Banyu dan Banyu melambaikan tangan ke ara

ang lain. Mereka yang dengan bebas bisa bermain di tengah danau tanpa takut jatuh dan tenggelam, tapi Banyu? Berenang pun tidak bisa. Ingin juga rasanya melepas jaket pada suhu sepanas ini, tapi Banyu? Ia tidak bisa melakukannya, kulitnya terlalu sensitif terhadap p

kekanakan gadis urakan di hadapannya. Dari tampilan, Tio dapat menyimpulkan bahwa Agni ini anak bermasalah,

Saya boleh tanya?" Agni agak takut memulai pembicaraan den

ang B

boleh s

asin secara detail. Nanti biar B

ay

saudara kem

n cowok maskulin itu yang dimaksud Tio. Kalaupun Bayu dan Banyu kembar, kenapa Bayu sek

ng masih bingung dengan semuanya dan hanya diam menatap Tio. "Bayu memang sekara

ekali nggak mirip Om dan kenapa Bayu udah sem

ar. Mereka mungkin tidak mirip karena penampila

us kaya anak playgroup yang sepolos itu Om?" tany

nan ge

nan ge

t. Ia hanya bisa minum susu dan air putih. Banyu masih punya sepuluh gigi susu. Tidak bisa mengancingkan baju, tidak bisa memakai dasi, tid

anggukan. "Terus siapa yang ngikatin tali sepatu dia?

ay

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Potret Sederhana
Potret Sederhana
“Agni merasa hidupnya hancur oleh keluarganya sendiri. Pertengkaran yang terjadi antara kedua orangtuanya membuat Agni mengubur harap dan keinginannya. Agni membuang hatinya untuk bertahan hidup dalam kegelapan, sampai takdir membawanya bertemu Bayu dan Banyu; sepasang saudara kembar yang kemudian berbagi cahaya dan sayap untuk ia bisa bertahan dalam kerasnya hidup dan tetap berjalan tegak apapun yang terjadi. Perlahan Agni mulai menemukan kembali kehidupan yang ia inginkan. Masa depan dan angan yang ia tinggalkan mulai ia gapai kembali. Sampai akhirnya Agni tiba di persimpangan jalan, di mana ia dipaksa untuk memilih. Cahaya yang menerangi jalannya atau sayap yang membawanya terbang tinggi.”
1 Bab 1 Agni2 Bab 2 Teman3 Bab 3 Tentang Banyu4 Bab 4 Berbagi Luka5 Bab 5 Tidak Ingin6 Bab 6 Mengenal Rasa7 Bab 7 Berubah8 Bab 8 Taruhan9 Bab 9 Takdir10 Bab 10 Cahaya11 Bab 11 Objek Abadi12 Bab 12 Dia, Sekuat itu13 Bab 13 Tidak Pernah Tahu14 Bab 14 Senandung Hujan15 Bab 15 Jangan Jadi Dewasa16 Bab 16 Sebuah Keputusan17 Bab 17 Sebuah Larangan18 Bab 18 Andai Waktu Bisa Berhenti19 Bab 19 Bumi Porak Poranda20 Bab 20 Terbakar Badai Matahari21 Bab 21 Kinar