icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Saat Hati Tertusuk Duri Cinta

Bab 2 Jangan Pergi

Jumlah Kata:723    |    Dirilis Pada: 28/06/2023

r terbuka dan Evan melangkah masuk dengan basah kuyup. Dia langsung menuju kamar

nutupi gaun tidur sutraku. Setelah itu, aku mengeluarkan piama Evan dan melet

ang, suara hujan lebat yang menghantam jendela dan dinding yang tertutup b

handuk di pinggangnya. Air menetes dari rambutnya ke tubuhnya. Dadanya yang bidang dan perutnya yan

, lalu dia balas menatapku sambil merengut

lemparkan handuk kecil ke arahku dan memerinta

an tidak suka menggunakannya. Dia selalu memintaku

ik ke tempat tidur, berlutut di belakangnya d

berniat untuk memulai percakapan dengannya. Namun, karena Evan hanya memikirkan Lia

mengangguk dan

Aku hanya melakukan apa yang diminta dan kemudian

idurku. Biasanya Evan akan tinggal di ruang kerjanya sampai tengah malam setelah mandi

tahu-tahu dia menarikku ke dalam pelu

dan menatapnya bing

ya, sepasang matanya yang hitam pekat

man. Meskipun aku tidak ingin melakukan itu

rusia enam minggu. Jika Evan kasar seperti ter

kening tanpa me

ruangan. Erangan dan suara tubuh yang saling beradu dengan keras berlangsung cukup lama. Pikiranku begitu ka

h laci samping tempat tidur untuk mengambil obat penghilang rasa sakit. Namun, aku

sel Evan bergetar di meja samping tempat tidur. Aku menatap

menelepon Evan selar

jubah mandinya, menyeka tangannya, lalu menjawab panggilan itu. Aku berusaha u

eperti anak kecil," ucap

gi seperti yang kerap dia lakukan. Biasanya aku tidak peduli dengan aktivitasnya pada malam hari. Akan tetapi, hari ini

gin dan ketidaksenangan muncul di wajahnya yang tampan. "Ap

rdengar dingin

ajah tanpa ekspresi dan berkata, "Besok adalah pemakaman Kakek. Kamu harus ingat bahwa kita harus

memegang daguku dan menatap mataku. Lalu, dia berkata deng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Saat Hati Tertusuk Duri Cinta
Saat Hati Tertusuk Duri Cinta
“Kebanyakan orang mengatakan bahwa cinta adalah hal yang indah, tetapi bagi Gina tidak demikian. Dia tidak bisa mengerti mengapa kehidupannya yang sempurna tiba-tiba menjadi seburuk neraka. Setelah mengalami keguguran dan cacat wajah, karier dan reputasinya juga hancur. Kehidupan Gina yang sempurna mulai hancur setelah dia bertemu dengan Evan. Pria itu dengan kejam menghancurkan hatinya menjadi berkeping-keping. Hati Gina benar-benar tertusuk oleh duri-duri cinta.”