searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Maaf Mas Aku Memilih Bercerai

Makin Tua Makin Binal

Makin Tua Makin Binal

Hot Angel
Khusus Yang Sudah Tua dan Dewasa
Cerita pendek R18+Hubungan rahasia
Unduh Buku di App

Langit Jakarta memudar menjadi rona jingga dan ungu, bias cahaya senja menembus jendela apartemen yang selama ini Naira sebut rumah. Di balik tirai tipis, hiruk pikuk kota perlahan mereda, namun di dalam hati Naira, badai emosi justru baru saja dimulai. Sudah sembilan tahun berlalu sejak ia mengikat janji suci dengan Danang, seorang duda beranak satu. Sembilan tahun. Angka itu terngiang di benaknya, setiap digitnya mengukir luka dan kekecewaan yang kian mendalam.

Naira bukan gadis yang mengharapkan kemewahan atau popularitas. Ia hanya mendambakan sebuah keluarga-tempat di mana ia bisa mencurahkan cinta, merasa aman, dan dicintai kembali. Ketika ia bertemu Danang, seorang pria yang tampak matang dan bertanggung jawab, dengan tatapan sendu dari putranya, Arka, yang baru berusia tiga tahun, hati Naira langsung tergerak. Ada semacam panggilan batin, sebuah naluri keibuan yang tak terbantahkan, yang mendorongnya untuk melangkah maju. Ia melihat potensi kebahagiaan, secercah harapan untuk membangun fondasi yang kuat di atas puing-puing masa lalu mereka.

Pernikahan mereka, bagi Naira, adalah sebuah komitmen suci yang diemban dengan sepenuh jiwa. Ia tak hanya menikahi Danang, ia juga menikahi seluruh paket kehidupan Danang, termasuk putranya. Sejak hari pertama, Naira telah memutuskan untuk menjadi ibu terbaik bagi Arka. Ia bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan kesukaan Arka, memilihkan pakaian, mengantar-jemput sekolah, menemani belajar, bahkan mendongeng sampai Arka tertidur pulas. Setiap batuk kecil Arka membuatnya panik, setiap demam Arka membuatnya terjaga semalaman. Ia membelikan Arka mainan, buku cerita, dan segala sesuatu yang bisa membuat senyum mungil itu merekah. Naira selalu ada, selalu siap, selalu mencintai tanpa syarat. Ia bahkan rela mengesampingkan mimpinya sendiri, ambisinya yang dulu begitu membara di bidang desain grafis, demi fokus sepenuhnya pada perannya sebagai istri dan ibu tiri.

Namun, pengorbanan sebesar itu tak pernah berbalas. Seiring waktu, Naira mulai merasakan dinding tak kasat mata yang semakin menebal di antara dirinya dan keluarga barunya. Danang, yang dulu tampak begitu perhatian dan penuh harapan di awal pernikahan, perlahan berubah. Senyumnya kian jarang terukir untuk Naira. Tatapannya, jika pun bertemu, terasa hampa, seolah Naira hanyalah bayangan yang melintas. Percakapan mereka menjadi formal dan transaksional, berputar di sekitar tagihan, jadwal Arka, atau keperluan rumah tangga. Tak ada lagi obrolan hangat tentang hari mereka, impian masa depan, atau sekadar lelucon ringan yang dulu sering membuat Naira tertawa lepas. Helaan napas Danang ketika Naira mencoba memulai topik yang lebih personal terasa seperti tamparan dingin, mengisyaratkan ketidaknyamanan atau bahkan kebosanan.

"Sudah malam, Naira. Aku lelah," adalah kalimat yang sering ia dengar ketika Naira mencoba mendekat, entah untuk memeluk atau sekadar meraih tangannya. Keintiman fisik hampir lenyap sama sekali, dan keintiman emosional telah lama mengering. Naira merasa seperti patung hidup di rumahnya sendiri, di samping suaminya sendiri.

Lebih menyakitkan lagi adalah sikap Arka. Anak yang Naira rawat dengan sepenuh hati, yang ia gendong ketika sakit, yang ia temani tidur ketika takut gelap, tumbuh menjadi remaja yang dingin dan acuh tak acuh. Arka kini berusia dua belas tahun, di ambang masa remaja, namun sikapnya kepada Naira tak pernah berubah, bahkan cenderung memburuk. Ia jarang menatap mata Naira, jawabannya seringkali hanya anggukan atau gelengan kepala. "Ya," "Tidak," "Terserah," adalah kata-kata yang paling sering keluar dari mulutnya saat berbicara dengan Naira. Ia lebih sering mengunci diri di kamar, bermain game, atau berbicara di telepon dengan teman-temannya. Jika terpaksa berinteraksi, Arka akan mengeluarkan daftar permintaan-makanan kesukaannya, uang jajan tambahan, atau izin untuk keluar. Tak ada ucapan terima kasih, tak ada senyum tulus, apalagi pelukan. Naira tahu, Arka tak pernah menganggapnya sebagai ibu. Baginya, Naira hanyalah orang dewasa yang kebetulan ada di rumah, semacam pengurus rumah tangga berbayar tanpa gaji.

Pernah suatu kali, Naira mencoba membahas hal ini dengan Danang. "Danang, aku merasa Arka semakin jauh. Apa ada yang salah denganku? Atau mungkin kita bisa bicara dengannya bersama?" tanyanya lembut, penuh harapan.

Danang hanya mengangkat bahu tanpa menoleh dari layar laptopnya. "Namanya juga anak-anak, Naira. Remaja. Nanti juga berubah sendiri."

"Tapi dia bahkan tidak pernah mau makan malam bersama kita, Danang. Dia tidak pernah bercerita apa pun padaku," Naira mencoba lagi, suaranya sedikit bergetar.

Danang menghela napas panjang, akhirnya menoleh, namun tatapannya tak mengandung simpati. "Sudahlah, Naira. Jangan dilebih-lebihkan. Arka baik-baik saja. Kamu ini terlalu perasa."

Kalimat itu, "Kamu terlalu perasa," adalah mantra yang sering digunakan Danang untuk membungkam setiap keluhan, setiap rasa sakit yang Naira coba utarakan. Seolah-olah perasaannya tidak valid, seolah-olah ia berlebihan. Perlahan, Naira belajar untuk menelan setiap rasa sakitnya sendiri, menyimpannya di dalam peti rahasia di sudut hatinya yang terdalam.

Setiap malam, Naira akan duduk di tepi ranjang, menatap bayangannya di cermin. Mata yang dulu memancarkan cahaya kini terlihat lelah, kantung mata menghitam, dan senyum yang dulu sering menghiasi bibirnya kini terasa asing. Ia sering bertanya pada dirinya sendiri, "Apa yang salah denganku? Apa aku tidak cukup baik? Kenapa cinta yang kuberikan tak pernah kembali?" Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar, menggerogoti harga dirinya sedikit demi sedikit.

Terkadang, ia mencoba mencari alasan. Mungkin Danang sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin Arka sedang dalam fase remajanya. Mungkin ia hanya harus lebih bersabar, lebih berusaha. Namun, waktu terus berjalan, bulan berganti tahun, dan tidak ada perubahan. Hanya ada pengabaian yang semakin pekat, seolah Naira adalah furnitur usang di rumah itu, yang keberadaannya hanya disadari saat dibutuhkan, lalu dilupakan kembali.

Pagi itu, seperti pagi-pagi sebelumnya, Naira bangun lebih awal. Ia menyiapkan sarapan untuk Danang dan Arka: roti bakar, telur orak-arik, dan jus jeruk segar. Ia meletakkannya di meja makan yang rapi, dengan piring dan gelas yang tersusun apik. Kemudian, ia membangunkan Arka.

"Arka, bangun, sayang. Sarapan sudah siap," Naira memanggil lembut dari ambang pintu kamar Arka yang terbuka sedikit.

Arka hanya menggeliat di balik selimut. "Nanti," gumamnya.

Naira masuk perlahan, duduk di tepi ranjang. "Ayolah, nanti terlambat sekolah. Ada telur orak-arik kesukaanmu."

"Nggak selera," jawab Arka tanpa membuka mata.

Hati Naira mencelos, namun ia berusaha tersenyum. "Setidaknya minum jusnya, ya? Atau mau Mama bawakan ke kamar?"

"Nggak usah. Aku nanti ambil sendiri," Arka akhirnya membuka mata, menatap Naira sekilas dengan tatapan kosong, lalu kembali memejamkan mata.

Naira menghela napas. Ia tahu artinya "nanti ambil sendiri" berarti Arka tidak akan menyentuh sarapan yang ia siapkan. Sama seperti kemarin, dan kemarinnya lagi. Ia keluar dari kamar Arka dengan langkah gontai, melewati Danang yang sudah rapi dengan setelan kantornya, membaca koran di meja makan.

"Arka belum bangun?" tanya Danang, tanpa menoleh dari koran.

"Sudah, tapi dia bilang tidak selera makan," jawab Naira, berusaha menahan kekecewaan dalam suaranya.

"Anak itu memang begitu. Jangan terlalu dipikirkan," Danang menyeruput kopinya.

Naira hanya diam. Ia mengambil piring Danang yang sudah kosong, mencucinya, lalu membersihkan meja. Tak ada ucapan terima kasih dari Danang, tak ada tatapan apresiasi. Seolah-olah semua itu adalah kewajibannya yang tak perlu dibalas dengan apa pun.

Malam yang Mengerikan

Kehidupan Naira terus bergulir dalam rutinitas yang monoton, diwarnai oleh kebisuan dan ketidakpedulian. Ia menghabiskan hari-harinya mengurus rumah, menunggu Danang pulang, dan sesekali mencoba mendekati Arka yang semakin tertutup. Senyumnya pudar, tawanya jarang terdengar, dan matanya semakin sering menatap kosong ke kejauhan.

Puncaknya tiba pada suatu malam, malam yang akan menghantuinya selamanya. Hari itu adalah hari kerja yang panjang bagi Danang, dan Arka sedang menginap di rumah temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. Naira sendirian di apartemen yang luas itu. Ia merasa sedikit lega bisa menikmati keheningan, meskipun keheningan itu seringkali justru memperkuat rasa kesendiriannya.

Sekitar pukul sebelas malam, saat Naira sedang membaca buku di ruang tamu, ia mendengar suara ketukan keras di pintu depan. Jantungnya berdebar. Siapa yang datang selarut ini? Danang biasanya pulang dengan kunci sendiri, dan ia tidak sedang menunggu siapa pun.

"Halo? Siapa di sana?" panggil Naira ragu, mendekati pintu.

Tidak ada jawaban, hanya ketukan yang semakin keras, disertai suara geraman rendah. Firasat buruk menyelimutinya. Ia meraih ponselnya, berniat menghubungi Danang, namun saat tangannya menyentuh gagang pintu, pintu itu tiba-tiba terbuka paksa dengan suara berdebam keras.

Seorang pria besar dan berbau alkohol berdiri di ambang pintu, matanya merah menyala. Wajahnya asing, namun Naira mengenali seragam kurir yang dikenakannya, meskipun sudah compang-camping. Pria itu adalah kurir yang tadi siang mengantarkan paket untuk Danang, yang sempat Naira tegur karena terlalu lama memarkir motornya di depan pintu.

"Jadi ini rumahmu, ya, Nona sombong?" Pria itu menyeringai, menunjukkan gigi kuningnya. "Tadi siang sok berani melarang-larang saya, sekarang rasakan!"

Naira terkesiap, mundur selangkah demi selangkah. Ketakutan merayap di seluruh tubuhnya. "Anda mau apa? Keluar dari rumah saya! Saya akan panggil polisi!" teriaknya, suaranya bergetar hebat.

Pria itu tertawa mengejek, lalu melangkah maju, mendorong Naira hingga ia terhuyung dan terjatuh di lantai marmer ruang tamu. Ponselnya terlepas dari genggaman, terlempar jauh. "Panggil polisi? Sebelum itu, mari kita bersenang-senang dulu, Nona."

Naira merangkak mundur, berusaha menjauh dari pria itu, namun tangannya ditarik paksa. Pria itu mencengkeram pergelangan tangannya, menyeretnya dengan kasar. Rasa sakit menjalar di lengan Naira, namun rasa takut jauh lebih besar. Ia berteriak, berontak, dan mencoba menendang.

"Tolong! Tolong!" teriak Naira sekuat tenaga. Ia tahu apartemen mereka cukup terisolasi, tetangga jarang ada yang dekat, namun ia tetap berteriak, berharap ada keajaiban.

Pria itu menyeretnya ke arah kamar tidur. Naira melawan sekuat tenaga, kuku-kukunya mencakar lengan pria itu, ia menggigit tangannya, namun tak ada gunanya. Kekuatan pria itu jauh melebihi dirinya. Bajunya robek, rambutnya acak-acakan. Air mata membasahi pipinya, bercampur dengan ketakutan yang mencekam.

Dalam keputusasaan yang luar biasa, terlintas di benak Naira bahwa ia harus menghubungi Danang. Danang adalah suaminya, pelindungnya. Ia adalah ayah dari Arka. Ia pasti akan datang menolongnya. Dengan sisa tenaga, Naira berteriak ke arah pintu yang terbuka, "Danang! Arka! Tolong! Siapa pun!"

Ia bahkan berhasil merangkak menuju telepon rumah yang ada di lorong. Dengan tangan gemetar, ia menekan nomor Danang. Nada sambung berbunyi, berulang kali, namun tidak ada jawaban. Naira terus mencoba, mencoba nomor Danang, lalu mencoba nomor Arka. Di tengah serangan yang mengerikan itu, ia melihat ponselnya sendiri, yang terlempar tak jauh, layarnya menyala, menunjukkan panggilan masuk dari Danang. Ia mencoba meraihnya, namun pria itu menendang ponselnya, menjauhkannya.

"Tidak ada yang akan menolongmu, Nona!" Pria itu tertawa kejam. "Suamimu itu tidak peduli, dan anak itu pasti sedang sibuk bermain."

Baca Sekarang
Aku Menyerah, Memilih Pergi

Aku Menyerah, Memilih Pergi

Erwin endri yanto
Naira, dengan ketulusan hati yang luar biasa, menikah dengan seorang duda beranak satu. Ia mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya untuk merawat putra suaminya, Arka, sejak Arka berusia tiga tahun. Ia berusaha menjadi istri dan ibu tiri terbaik, berharap bisa membangun keluarga yang hangat
Romantis MisteriPerjodohanCinta pertamaSelebritiCEOLicikJeniusTempat kerja
Unduh Buku di App
Andai Aku Boleh Memilih

Andai Aku Boleh Memilih

nita suryani
PROLOG KENANGA WULAN Dia seorang gadis berparas cantik namun selalu berpenampilan lusuh dan kucel. Namun prestasi akademisnya sejak di bangku sekolah sampai di bangku kuliah patut diacungi jempol. Lelah dan letih, itulah yang mendera Kenanga hari demi hari. Ia selalu mendapat tekanan dari ibunya.
Romantis KeluargaPerjodohanCinta yang dipaksakan
Unduh Buku di App
Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi

Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi

Melinda Jaeger
Saya telah melewati banyak cobaan dan akhirnya menemukan adik perempuan suami saya yang telah lama hilang. Namun, ketika saya menemukannya, dia sudah berada di ambang kematian. Dalam kepanikan untuk membawanya ke rumah sakit, saya secara tidak sengaja menabrak mobil sport merah. Pengemudi p
Romantis KeluargaPengkhianatanBalas dendamPerceraianCEO
Unduh Buku di App
Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam

Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam

Quinn Everett
Di hari pernikahanku dengan Baskara Aditama, dia justru mengumumkan di depan semua orang bahwa aku adalah milik kakaknya. Dia membatalkan pernikahan kami di detik-detik terakhir. Mantan kekasihnya, Saskia, mengalami amnesia setelah kecelakaan mobil, ingatannya kembali ke masa saat mereka masih sali
Romantis PengkhianatanBalas dendamKehamilanPernikahan kilatIstri Pengganti
Unduh Buku di App
Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu

Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu

Sang Biru
“Maaf, sepertinya aku tidak pantas buatmu ….” Sudah satu bulan lamanya laki-laki saleh ini masih termenung memikirkan jawaban yang diberikan oleh perempuan yang didambakannya. Kata-kata seperti itu bukannya sering digunakan untuk menolak seseorang dengan cara yang lembut bukan? Kata-kata seperti it
Lainnya Tujuh kebajikanModernCinta Sejati
Unduh Buku di App
Aku open BO mas...!

Aku open BO mas...!

Dinda sukmadewi
Setelah Ibu yang mengasuhnya meninggal karena kanker payudara, Shahsya memilih berhenti sekolah dan bekerja di sebuah Cafe. Pergaulan bebas membawanya terjerumus pada seks bebas. Mudah nya mencari uang dari menjual tubuhnya telah membutakan Semua rasa. Yang ia lihat hanya uang, ia ingin menunjukka
Romantis R18+FantasiMata duitanKencan OnlineBudak seksualMenarikUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
AKU dan MAS DIREKTUR

AKU dan MAS DIREKTUR

Huma Bidadari Surga
Perjodohan yang tak di harapkan membuat Ajeng bersikeras untuk melarikan diri menghindari pertunangan yang telah di tentukan. Namun, nasib mujur memang membuat Ajeng merasa dirinya telah menang. Lelaki yang di jodohkan tidak hadir di saat waktu yang telah di tetapkan.
Romantis R18+KeluargaSukuFantasiPerjodohanCinta pertamaImutCEOPria SejatiMenarik
Unduh Buku di App
Mas, aku lelah

Mas, aku lelah

QueenMaa
Warning: banyak adegan 21+ "Mas, aku lelah. Kita akhiri saja semua di sini."_Kayara Adeluwis. "Berpisah? Ck! Beranganlah setinggi mungkin, saya tidak akan menceraikan kamu sebelum Kalisa kembali."_ Steven Alexander. Kayara di paksa menikahi calon kakak iparnya sendiri, lantaran sang kakak yaitu
Romantis R18+KeluargaPerjodohanCEO
Unduh Buku di App
AKU MUNDUR, MAS!

AKU MUNDUR, MAS!

Muninggar88
Perjalanan rumah tangga pasangan suami istri Syafitri dan Guntur yang mengalami ujian sedari awal tahun pernikahan mereka. Ujian tersebut tidak lain datangnya dari keluarga Guntur sendiri yang selalu turut campur dan suka memprovokasi putra mereka. Semakin hari bukannya berubah ke arah yang baik jus
Lainnya KeluargaMata duitan
Unduh Buku di App
Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu

Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu

Sri_Wahyuni
Menikah dengan orang yang kita cintai tak menjamin rumah tangga tetap adem dan ayem apalagi bahagia. Bagaimana jadinya bila di paksa menikah dengan orang yang tak kita cintai dan tak mencintai kita. Orang tua memaksaku untuk menerima pinangan seorang duda keren setelah aku di talaq suami dzholim da
Romantis R18+FantasiPerjodohanPengkhianatanImutSelebritiMenarikBeruntungUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App

Sedang Tren

Terjebak Dua Hati Dosa Termanisku ITOPERA Little Brother Prince Love Maze Nice to Meet You Again
AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!

AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!

Aura_Aziiz16
Saat aku menikah lagi, Andin, istriku yang semula polos dan penurut tiba-tiba berubah acuh tak acuh dan tidak lagi peduli.
Lainnya
Unduh Buku di App
Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!

Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!

Cahyo_wati
Anisa Rahmawati dinikahi seorang duda satu anak bernama Arman Hermansyah, pada awalnya Anisa sangat mencintai suaminya. Namun di hari keempat pernikahannya semuanya berubah. Anisa memergokinya suaminya sedang berselingkuh dengan wanita lain yang nyatanya keduanya telah menjalani hubungan sebelum pe
Fantasi KeluargaMisteriFantasiPengkhianatanBalas dendamPlayboyPengurus rumahLicikJenius
Unduh Buku di App
CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS

CUKUP SETAHUN AKU DI SISIMU, MAS

Liyya2
Bermain cantik kepada sahabat karib yang ternyata dia istri pertama dan aku istri kedua
Lainnya MenegangkanPengkhianatanPerceraianImutMenarik
Unduh Buku di App
Ayo Bercerai!!

Ayo Bercerai!!

Amoorra
"Sekarang aku sudah memikirkannya. Dia telah memperlakukanku sebagai sampah, dan sekarang aku juga akan memperlakukannya sebagai tumpukan kotoran." "Setidaknya sampah bisa didaur ulang. Tapi kotoran tidak bisa didaur ulang." "Kamu berani mengatakan bahwa aku Kotoran?" Tiba-tiba, suara dingin melay
Romantis Cerita MenegangkanFantasiCinta yang dipaksakanBalas dendam
Unduh Buku di App
Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!

Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!

ayudia
"Dinikahi pria yang membencimu, demi menyelamatkan ibunya? Aku pernah." Ayu hanya ingin membalas budi. Merawat sahabat mamanya adalah bentuk terima kasih-bukan bagian dari rencana hidupnya. Tapi takdir berkata lain. Tanpa sepengatahuannya, ia dijodohkan dengan Tama-anak ibu Lestari yang sudah puny
Romantis KeluargaPerjodohanCEODokterMenarikTampan
Unduh Buku di App
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Mursal Fahrezi
Ketika sepasang suami istri yang sudah bercerai, harus kembali bertemu demi memberikan yang terbaik untuk buah hati mereka. Kalau seorang anak, hanya bisa diurus. oleh Ibunya. Patutkah suami menyerahkan kepengurusan anak kepada istrinya saja, dan suami lebih sibuk kepada keluarga barunya? Kalau se
Romantis KeluargaPerceraian
Unduh Buku di App
BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)

S.A, Golden
Airra Handira, wanita miskin yatim piatu menikah dengan pria kaya Arief Hadyanandira yang jelas sangat berbeda setatus serta derajat dengannya, pernikahannya hancur berserakkan ketika munculnya kesalahpahaman antar Airra dan Arief yang di duga karena Garna ayah Arief. Airra bersusah payah menjelask
Miliarder R18+Cinta pertamaKehamilanCEOKembarMenarikUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Saat Istriku Memilih Mati

Saat Istriku Memilih Mati

WuSaKoRi
Istriku mati, memilih bunuh diri, begitu tiba-tiba, tanpa tanda-tanda. Meninggalkanku dengan tia anak laki-laki yang masih kecil-kecil. Seiring waktu, satu persatu alasan kematian istriku terkuak, yang membuatku terhenyak. Aku yang awalnya merasa telah menjadi suami dan imam yang sempurna, dihada
Romantis KeluargaPria SejatiTempat kerja
Unduh Buku di App
Jika Cinta Jangan Bercerai

Jika Cinta Jangan Bercerai

Tanty Endah
Keyra, gadis belia berusia 20 tahun, seorang gadis mualaf. Untuk memenuhi keinginan ayahnya ia dinikahkan dengan seorang pria bernama Afnan Noor Malik berusia 27 tahun. Semula Keyra mengira jika suaminya adalah pria yang jelek dan miskin, tapi Keyra dibuat terkejut, bahkan mulai jatuh cinta dengan
Romantis KeluargaCinta pertamaCEOTampan
Unduh Buku di App
Maaf, Kami Pernah Berzina

Maaf, Kami Pernah Berzina

ACF-Novels
Tugas pertamaku sebagai kakak angkat: menikahi Niken, kekasih Nara—adikku—karena Niken malah mengandung darah daging adikku sementara adikku sudah telanjur menikah dengan Nada karena dijodohkan. Tugas keduaku sebagai kakak angkat: berzina dengan Nada hingga membuatnya hamil, mengingat adikku tidak
Romantis KeluargaHubungan rahasia
Unduh Buku di App

Sedang Tren

Maaf Mas Aku Memilih Bercerai novel gratis tanpa aplikasiDownload Maaf Mas Aku Memilih Bercerai novel PDF Google DriveMaaf Mas Aku Memilih Bercerai gratis tanpa beli koin dan offlineMaaf Mas Aku Memilih Bercerai
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Maaf Mas Aku Memilih Bercerai

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Maaf Mas Aku Memilih Bercerai di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Maaf Mas Aku Memilih Bercerai novel gratis tanpa aplikasi,Download Maaf Mas Aku Memilih Bercerai novel PDF Google Drive,Maaf Mas Aku Memilih Bercerai gratis tanpa beli koin dan offline.