Ketika Hati Mulai Mendua

Ketika Hati Mulai Mendua

Yuli_R

5.0
Komentar
26.2K
Penayangan
68
Bab

Kehidupan rumah tangga yang harmonis menjadi berantakan ketika muncul sang mantan. "Teman? Tidak ada yang namanya teman antara laki-laki beristri dan perempuan bersuami. Apalagi berteman dengan mantan. Yang namanya mantan tidak perlu dikenang tapi harus dibuang ke kotak sampah," kata Anis. Begitu dahsyatnya pesona mantan hingga menghilangkan logika seorang Affandy Nugraha. "Mama harus sehat, harus kuat, harus bangkit dan tegar. Demi Angga, Anggi dan Mama sendiri. Kalau Mama terpuruk, mereka akan senang dan bertepuk tangan. Buktikan kalau Mama itu seorang wonder woman," kata Angga memberi semangat pada mamanya.

Ketika Hati Mulai Mendua Bab 1 Teman Tapi Mesra

Hari ini Mas Fandi memberitahu kalau ia pulang terlambat, karena mau melayat ke rumah temannya. Seperti itulah Mas Fandi, setiap terlambat selalu memberitahu, jadi aku tidak cemas menunggu kabarnya.

Aku seorang ibu dari dua anak, yang sudah beranjak remaja. Aku juga bekerja di sebuah kantor kecamatan, dan Mas Fandi merupakan pegawai di sebuah kantor pemerintah. Sesibuk apapun aku di kantor, aku selalu mengutamakan keluarga.

***

"Anis, temenin aku melayat ya?" kata Sandra teman sekantorku, pagi ini.

"Siapa yang meninggal?" tanyaku.

"Teman SMA ku?"

"Sekarang melayatnya?" tanyaku lagi.

"Enggak, lebaran nanti! Ya sekarang!" kata Sandra.

Aku tertawa. Setelah izin dengan teman, kami langsung berangkat. Sepanjang perjalanan Sandra bercerita tentang temannya. Anton, temannya Sandra meninggal karena penyakit gagal ginjal. Sudah setahun ini rutin cuci darah. Memiliki dua anak laki-laki. Sekitar usia 15 dan 10 tahun. Istrinya memiliki toko sembako. Anton sebagai PNS di kantor pemerintahan.

Sesampai di rumah duka sudah banyak pelayat yang datang. Karangan bunga juga banyak berjejer. Tanpa sengaja, aku melihat mobil Mas Fandi. Aku berusaha mengedarkan pandangan mencari keberadaan mas Fandi. Tak terlihat dimana mas Fandi.

Sandra mengajak aku menemui istri Anton. Aku kaget, ternyata istri Anton itu bernama Leni yang pernah ketemu aku di rumah sakit. Leni juga tampak terkejut melihatku. Setelah mengucapkan bela sungkawa, kami keluar mencari tempat duduk.

Sandra bertemu dengan beberapa temannya. Aku ikut bergabung dengan mereka.

"Istrinya Anton pasti senang ya?" kata Ine teman Sandra.

"Kok bisa?" tanya Sandra.

"Anton sakit-sakitan malah istrinya selingkuh dengan mantan," sambung Citra teman Sandra yang lain. Aku hanya menjadi pendengar saja.

"Selingkuhannya datang nggak ya?" tanya Ine.

"Datang, aku tadi lihat kok. Mana ya?" kata Citra sambil mengedarkan pandangan.

"Itu, pakai kemeja putih, duduk dekat pintu masuk," kata Citra lagi. Kami semua menatap ke pintu.

Deg! Itu kan Mas Fandi. Sandra juga kaget, langsung menatap aku.

"Kenapa? Kenal ya?" kata Ine bertanya padaku.

"Kayaknya tetanggaku itu," jawabku berbohong sambil menata emosi. Aku menatap Sandra mengkode untuk ikut bersandiwara.

"Namanya Fandi, dia mantannya Leni. Leni ninggalin Fandi, karena Anton lebih kaya. Padahal sekarang Fandi sudah memiliki istri dan anak," kata Ine menjelaskan pada kami.

Aku sudah tidak kuat mendengar cerita Ine. Hatiku terasa nyeri, mataku mulai berembun. Sandra menatapku iba.

"Eh kami pulang dulu ya? Nggak enak kalau kelamaan ninggalin kantor," potong Sandra.

Kami berjalan menuju mobil Sandra.

Aku lihat mbak Sisi dan Ibu datang melayat, mereka kaget melihatku.

"Lho kamu kok kesini, kenal ya?" tanya ibu.

"Nemenin Sandra Bu," jawabku.

"Oh."

"Tuh Mas Fandi juga ada di sana," kataku sambil menunjuk ke arah Mas Fandi duduk. Secara bersamaan ternyata Mas Fandi melihatku dengan ekspresi yang terkejut. Mbak Sisi dan ibu diam, sepertinya ada yang mereka sembunyikan.

"Ayo San," aku menarik tangan Sandra.

Di dalam mobil Sandra, aku menangis melepaskan sesak dan emosi yang dari tadi aku tahan.

"Menangislah biar kamu lega," kata Sandra.

"Maaf ya Nis, kalau aku tidak ngajak kamu tadi, kamu tidak akan tahu ini," kata Sandra lagi.

"Enggak apa-apa kok, dengan begini akhirnya ketahuan juga," jawabku

"Jangan bertindak gegabah, ya? Selidiki dulu semuanya. Aku akan selalu ada untukmu kapanpun kamu butuh bantuanku." kata Sandra.

Aku mengangguk, sambil berusaha menghapus air mata. Jangan sampai orang di kantor tahu kalau aku habis menangis.

***

"Pa, kemarin melayat dimana? Di tempat lain atau di tempat Leni?" tanyaku pada Mas Fandi ketika pulang dari kantor.

"E..e kemarin gak jadi melayat. Banyak yang harus di selesaikan di kantor. Makanya pagi ini baru melayat," jawab Mas Fandi agak gugup.

"Kok nggak bilang sama Mama? Biasanya Papa tu apa-apa cerita sama Mama," tanyaku lagi.

"Maaf Papa lupa. Jangan marah ya sayang," kata Mas Fandi sambil mencium keningku.

Inilah yang membuat aku bucin. Ia pandai sekali membuat hati berbunga-bunga.

Aku mengangguk.

Drtt....drtt

Gawai Mas Fandi bergetar, sekilas kulihat nama Dani yang tertera di layar. Dani siapa ya? Perasaan Mas Fandi tidak punya teman yang bernama Dani.

"Halo?" Mas Fandi menerima panggilan di telepon

"..............."

"Iya, iya."

"..............."

Mas Fandi mengakhiri panggilan di telepon.

Setelah Magrib, Mas Fandi sudah kelihatan rapi.

"Mau kemana, Pa?" tanyaku.

"Mau takziah, Ma."

"Ke tempat Leni ya? Mama ikut ya?" Kataku sambil bergegas ganti baju.

"Tapi Ma, Papa berangkat sama Mirza dan Candra."

"Ya nggak apa-apa, Mama kan kenal sama mereka. Mereka pasti tidak akan keberatan."

"Nggak jadilah ma. Nggak enak sama mereka, mereka kan nggak bawa istri."

"Lho emang kenapa? Kan tujuannya mau takziah."

"Enggak usahlah, sudah banyak orang juga yang takziah kesana." Mas Fandi menjawab dengan nada agak kesal. Apa yang kamu sembunyikan Mas?

Aku kembali ke kamar. Berganti pakaian lagi, samar-samar aku dengar Mas Fandi menelpon seseorang.

"Maaf ya, aku nggak jadi datang. Soalnya Anis mau ikut."

"................"

"Jangan marah, Sayang, nanti hilang cantiknya."

"..............."

"Iya...."

Sayang?! Mungkinkah Leni yang dipanggil sayang oleh Mas Fandi? Aku pura-pura sibuk dengan gawaiku, ketika Mas Fandi masuk ke kamar.

Malam ini aku terbangun, aku lihat jam, menunjukkan pukul satu dini hari. Aku menoleh ke samping, Mas Fandi tidak ada. Aku keluar kamar untuk mencari Mas Fandi. Samar-samar ku dengar suara di dapur. Dengan langkah pelan aku menuju dapur. Mas Fandi sedang melakukan video call dengan perempuan.

Aku kembali masuk ke kamar dan menangis. Tak lama kemudian Mas Fandi masuk ke kamar. Aku pura-pura tidur. Mas Fandi masih menatap gawainya. Akhirnya Mas Fandi terlelap. Segera aku mengambil hp Mas Fandi pelan-pelan. Aku tahu pasword hpnya. Ternyata belum diganti. Aku cari panggilan terakhir dengan seseorang bernama Dani Setelah kusalin no hpnya, kuletakkan kembali.

***

"San, bantuin aku ya," Kataku pagi ini di kantor.

"Bantuin apa?" kata Sandra, tapi mata masih menatap gawainya.

"Mencari informasi tentang Leni."

"Apa?" Sandra langsung memandangku dengan heran.

Aku menceritakan tentang kejadian tadi malam.

"Oke, serahkan padaku," Kata Sandra

"Makasih ya, San."

Sandra bertindak cepat buktinya baru sehari sudah mendapatkan bukti-bukti berupa foto Mas Fandi dan Leni. Leni memang cantik, pantas kalau Mas Fandi terpikat lagi. Aku mengenal Leni ketika Ibu mertua sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit. Ternyata kamarnya bersebelahan dengan kamar suami Leni yang juga dirawat di rumah sakit.

"Leni, kenalkan ini Anis istrinya Fandi" kata Mbak Sisi ketika aku menunggu Ibu mertua di rumah sakit.

"Leni."

"Anis."

"Saya keluar dulu ya Mbak. Nanti Mas Anton nyariin" kata Leni pamit. Aku dan Mbak Sisi mengangguk.

Mbak Sisi menceritakan kalau Leni sedang menunggui suaminya yang sakit. Anton sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit ginjal yang dideritanya.

Setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Perilaku mas Fandi juga masih biasa. Atau aku yang tidak pernah peka, karena terlalu bucin.

Kupandangi foto mereka, terasa nyeri dihati. Mengapa engkau berbagi hati Mas? Apakah kekurangan ku selama ini? Walaupun aku seorang wanita kantoran tapi urusan rumah tangga masih yang utama. Aku selalu menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak.

Aku tidak akan bertindak gegabah, harus menyelidiki dulu supaya tidak jadi bumerang untukku sendiri. Harus menyusun strategi.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Yuli_R

Selebihnya

Buku serupa

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Ketika Hati Mulai Mendua Ketika Hati Mulai Mendua Yuli_R Romantis
“Kehidupan rumah tangga yang harmonis menjadi berantakan ketika muncul sang mantan. "Teman? Tidak ada yang namanya teman antara laki-laki beristri dan perempuan bersuami. Apalagi berteman dengan mantan. Yang namanya mantan tidak perlu dikenang tapi harus dibuang ke kotak sampah," kata Anis. Begitu dahsyatnya pesona mantan hingga menghilangkan logika seorang Affandy Nugraha. "Mama harus sehat, harus kuat, harus bangkit dan tegar. Demi Angga, Anggi dan Mama sendiri. Kalau Mama terpuruk, mereka akan senang dan bertepuk tangan. Buktikan kalau Mama itu seorang wonder woman," kata Angga memberi semangat pada mamanya.”
1

Bab 1 Teman Tapi Mesra

09/05/2022

2

Bab 2 Ketahuan

09/05/2022

3

Bab 3 Terulang Lagi

09/05/2022

4

Bab 4 Izin Menikah Lagi

09/05/2022

5

Bab 5 Mama Kenapa

09/05/2022

6

Bab 6 Menikah Siri

09/05/2022

7

Bab 7 Sidang Keluarga

09/05/2022

8

Bab 8 Mbak Sisi Terpojok

09/05/2022

9

Bab 9 Jujur Pada Angga dan Anggi

10/05/2022

10

Bab 10 Kami Sudah Besar, Pa!

10/05/2022

11

Bab 11 Perjanjian Dan Kesepakatan

12/05/2022

12

Bab 12 Mama Harus Kuat

14/05/2022

13

Bab 13 Berbohong Demi Kebaikan

15/05/2022

14

Bab 14 Jangan Berbohong Padaku, Mbak!

16/05/2022

15

Bab 15 Ibu Datang

17/05/2022

16

Bab 16 Tamu Yang Tak Sopan

18/05/2022

17

Bab 17 Lelah Jiwa Raga

18/05/2022

18

Bab 18 Bad Mood

20/05/2022

19

Bab 19 Pengacau Datang

21/05/2022

20

Bab 20 Sama-sama Pelakor

21/05/2022

21

Bab 21 Gara-gara Postingan

21/05/2022

22

Bab 22 Meminta Maaf

21/05/2022

23

Bab 23 Aku Juga Istrinya

22/05/2022

24

Bab 24 Kedatangan Tamu

22/05/2022

25

Bab 25 Kabar Bahagia

22/05/2022

26

Bab 26 Liburan

23/05/2022

27

Bab 27 Apa Aku Jahat

23/05/2022

28

Bab 28 Maduku Sakit

23/05/2022

29

Bab 29 POV Leni

23/05/2022

30

Bab 30 Leni Kenapa

23/05/2022

31

Bab 31 Mendapat Hidayah

24/05/2022

32

Bab 32 Pertemuan Keluarga

25/05/2022

33

Bab 33 Anggota Keluarga Baru

26/05/2022

34

Bab 34 Penggemar Baru

26/05/2022

35

Bab 35 Selingkuh Lagi

27/05/2022

36

Bab 36 Kucing Diberi Ikan Asin

27/05/2022

37

Bab 37 Video Viral

28/05/2022

38

Bab 38 Sisi Lain Winda

29/05/2022

39

Bab 39 Kedatangan Orang Tua Winda

30/05/2022

40

Bab 40 Terusir Dari Rumah

30/05/2022