Ketika Hati Mulai Mendua
sampai rumah jam sepuluh malam, ternyata anak-anak belum tidur. Mereka mengkhawatirkan aku. Aku sangat ter
g. Aku bangkit dari tempat tidur, mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban. Di setiap s
engganjal perut sampai siang nanti. Hari ini hari libur, aku ingin mengajak anak-anak keluar mencari hibura
nggak pulang? Emang kemana?" tan
ya dia tahu kalau aku berbohong. Angga memang pendiam dan nggak bicara, tapi aku yakin kalau ia bisa membaw
an ada acara n
mengg
?" ajakku pa
Ma?" ta
kalian mau
a gimana, Ma
dan Angga menj
iap-siap,
nggi sambil menga
gurame, yang kami serahkan pengelolaannya pada orang kepercayaan. Usaha ini lum
sambut oleh Mang Jaya d
u mau kesini? Biar bisa saya si
ang, tadi juga da
k nggak i
r kota, Man
apa, Mang!" Anggi memberi
aku mengajak Angga dan Anggi ke sebuah pondok dipin
mau bicara," kataku
Kayaknya serius b
-akhir ini sedang tidak baik. Tapi kami tetap
nggi sambil mencerna a
kekasihnya sebelum Mama." Suaraku bergetar, menahan a
h tahu, Ma!
ap Angga dengan
tahu, Angg
bicaraan itu. Karena itu Angga sering membuntuti Papa. Kebetulan perempuan itu rumahnya satu komplek dengan teman Angga. Angg
i dengan Mama, menunggu waktu yang tepa
apa kembali lagi seperti itu. Kalian jangan membenci Papa. Bagaimanapun juga itu adalah Papa kalian. Jeleknya Papa kalian, tidak perlu menceritakan kepada orang lain. Cu
ya, Kak? Biasanya kalau libur sekolah, Papa sering mengajak kita ke
Kalau kita membencinya, malah akan menimbulkan d
wa dan sakit hati, itu boleh saja. Tapi jangan sampai itu mempengaruhi kita
ggi. Angga akan selalu mendampingi Mama kapanpun M
haru bercampur bangga. Mama a
siap. Ayo kita makan s
ap. Kami menuju tempat makan. Makan bersama-sama dengan me
dia tidak memberikan uang hasil panen ikan kepada Mas Fa
, hatinya sedang berkelana
Bu? Ya nggak paha
njualan ikan dan pelet tetap di transfer ke rekening saya. Kalau bapak kesini mau meminta uang, bilang saja s
permasalahannya cepat sele
. Saya mohon, jangan sampa
siap
u maksud adalah a
pulang. Tentu saja kami membawa beberapa kilo ikan, u
." jawa
....
ungkin ponsel Mama lowbat atau belum diaktifkan
...
ma kasih untuk infonya." Angga me
yang nelpon?" ta
kit, Ma, Bude Yuni ya
langsung ke rum
ua, aku yakin kalau Ibu sangat memikirkan Mas Fandi, anak bungsunya. Baik jeleknya Mas Fandi, ia tetaplah seorang anak bag
penyebab Ibu masuk rumah sakit. Padahal justru kelakukan mereka berdua ya