icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ketika Hati Mulai Mendua

Bab 8 Mbak Sisi Terpojok

Jumlah Kata:1015    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

tahankan egonya masing-masing. Mas Fandi tetap membenarkan kelakuannya.

s Fandi menikah lagi," katak

Aku tidak tahu apa-apa," kat

bela Mas Fandi terus, pada

h mengelak juga. Awas ya Mbak, siap-s

Mas Fandi? Bukannya Mbak Sisi hadir di per

dan menata

n Anis, Ma?" tanya Mas I

u berbicara. Fitnah itu," kata Mbak Sisi sete

ngan bilang kalau ini rekaya

ali wajah Mbak Sisi, duduk di belakang Mas Fandi. Sepertinya wakil keluarga pihak laki-laki. Foto itu aku dapat d

perti ketakutan. Sukurin kamu, Mbak. Aku

u Fandi menikah lagi

iam takut deng

ta sama-sama perempuan. Mentang-mentang Mas Fandi itu adiknya Mbak Sisi, terus se

andi. Kamu tahu kalau dulu mere

a. Aku heran, kok mau-maunya Mas Fandi menjalin hubungan dengan orang yang

a, karena itu aku mendukung merek

entakku pad

nis?" tanya Mbak

dan Leni yang membayar h

di juga kelihatan terkejut karena kesepakatan mere

ia bisa mendapatkan informasi ini. Yang aku tahu, Mbak Sisi berteman dengan Keyla sosialita

n orang-orang kaya dan berusaha mengikuti gaya mereka. Bergaya b

amu tega memfitnah

ku sama saja dengan membohongiku. Menusukku dari belakang. Coba kalau Mbak Sisi berada di posisiku,

semuanya, aku jadi pusin

emua t

lau Sisi seperti yang kamu

anyak b

kai barang-barang mewah dan branded. Sudah seperti orang kaya saja. Wajah Mas

seperti itu, Nak?" ka

. Tidak ada sisa yang bisa aku gunakan untuk bersenang-senang. Aku kan

kasihan melihat suamimu bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Kamu malah enak-e

di rumah, Ma?" kata Mas Ikhs

emikirkannya, nanti aku yang mengambil keputusan itu," kataku dengan setengah meng

kati ibu, memelukn

nak-anak belum tahu kelakuan papanya. Anis bingung, bagaimana memberitahu mereka? Sekali lagi maafkan Anis Bu. Anis pulang dulu, kasihan Angga

uni men

kamu harus tegar di depan anak-anak. Kalau ada apa-apa hubungi Mbak. Mbak akan sel

ulu. Kasihan anak-anak di ru

n mengangguk. Kulihat Mbak Sisi

ak

iba-tiba Mbak Sisi

" bent

n buat perhitungan deng

, Mbak Sisi hutang demi bisa kumpul dengan mereka. Sangat m

as Ikhsan. Mbak Sisi m

hartanya tidak habis dimakan tujuh turunan. Aku juga punya nomor tele

r kamu siapa? Nggak mungkin Keyla kenal s

nya meladeni Mbak Sisi. Mas Ikhsan, kal

s Ikhsan m

ang penting aku sudah lega. Aku pulang dengan perasaan tak menentu. Hanya anak-anak yang aku pikirkan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Teman Tapi Mesra 2 Bab 2 Ketahuan3 Bab 3 Terulang Lagi 4 Bab 4 Izin Menikah Lagi 5 Bab 5 Mama Kenapa 6 Bab 6 Menikah Siri 7 Bab 7 Sidang Keluarga 8 Bab 8 Mbak Sisi Terpojok9 Bab 9 Jujur Pada Angga dan Anggi 10 Bab 10 Kami Sudah Besar, Pa!11 Bab 11 Perjanjian Dan Kesepakatan 12 Bab 12 Mama Harus Kuat 13 Bab 13 Berbohong Demi Kebaikan 14 Bab 14 Jangan Berbohong Padaku, Mbak!15 Bab 15 Ibu Datang 16 Bab 16 Tamu Yang Tak Sopan 17 Bab 17 Lelah Jiwa Raga 18 Bab 18 Bad Mood 19 Bab 19 Pengacau Datang20 Bab 20 Sama-sama Pelakor21 Bab 21 Gara-gara Postingan22 Bab 22 Meminta Maaf 23 Bab 23 Aku Juga Istrinya 24 Bab 24 Kedatangan Tamu 25 Bab 25 Kabar Bahagia 26 Bab 26 Liburan 27 Bab 27 Apa Aku Jahat 28 Bab 28 Maduku Sakit29 Bab 29 POV Leni30 Bab 30 Leni Kenapa 31 Bab 31 Mendapat Hidayah 32 Bab 32 Pertemuan Keluarga 33 Bab 33 Anggota Keluarga Baru 34 Bab 34 Penggemar Baru 35 Bab 35 Selingkuh Lagi 36 Bab 36 Kucing Diberi Ikan Asin 37 Bab 37 Video Viral 38 Bab 38 Sisi Lain Winda39 Bab 39 Kedatangan Orang Tua Winda 40 Bab 40 Terusir Dari Rumah 41 Bab 41 Permainan Dimulai 42 Bab 42 Membuka Lembaran Baru 43 Bab 43 Kasus Tetap Berlanjut 44 Bab 44 Mendapat Sanksi 45 Bab 45 Bertemu Winda Lagi 46 Bab 46 Selamat Jalan Ibu 47 Bab 47 Marahnya Bapak 48 Bab 48 Mas Hendra Marah49 Bab 49 Pak Rayhan Ternyata50 Bab 50 Move On 51 Bab 51 Status Baru52 Bab 52 Makan Siang Bersama 53 Bab 53 Informasi Yang Mengejutkan 54 Bab 54 Pulang55 Bab 55 Healing 56 Bab 56 Lambe Turah 57 Bab 57 Bertemu Lagi58 Bab 58 Sehari Bersama Pak Rayhan 59 Bab 59 Cemburu 60 Bab 60 Mengkhawatirkan 61 Bab 61 Mundur Teratur 62 Bab 62 Dimabuk Cinta 63 Bab 63 Kejutan64 Bab 64 Saatnya Bahagia 65 Bab 65 Masih Sabar66 Bab 66 Sah67 Bab 67 Malam Pertama 68 Bab 68 Ending