Don't Leave Me

Don't Leave Me

nura0484

5.0
Komentar
118.4K
Penayangan
58
Bab

Warning : cerita ini khusus 21+ Mohon bijak dalam membaca. Terima kasih Amel gadis lugu yang harus menikah dengan kakak ipar dari dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya. Amel tidak tahu jika Barry sudah lama memperhatikan dirinya dan bagi Amel lamaran ini adalah hal yang mengejutkan dirinya. Pernikahan yang dalam benak Amel adalah hal membahagiakan tapi ternyata tidak karena selama ini Barry melakukan affair dengan seketaris yang tidak lain adalah sahabat Barry dan keluarganya dahulu. Apa yang akan Amel lakukan? mempertahankan pernikahan atau mengakhirinya?

Don't Leave Me Bab 1 Awal

Amel gadis berusia 24 tahun, saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya dengan bimbingan dari dosen pembimbing yang memiliki gosip tidak mengenakkan sebagai seorang janda dengan anak kembar dan alasan perceraian karena salah satu dosen yang ada di kampus ini, dosen tersebut memiliki wajah lebih dari mantan suami. Amel sendiri tidak peduli dengan gosip yang beredar karena bagi Amel yang terpenting adalah sang dosen mau membantu Amel sampai sejauh ini baik itu skripsi maupun tugas yang lain.

Amel sendiri dekat dengan kembar dan juga adik dari sang dosen, kedekatan mereka terjalin karena Amel sering datang ke tempat sang dosen untuk konsultasi atau hanya menghabiskan waktu dengan sang kembar.

Amel mempunyai dua sahabat yang sangat dekat sejak pertama kali masuk kuliah yaitu Willy dan Vina, awal mula kedekatan mereka ketika masa orientasi siswa dan sikap Amel yang apa adanya dan cuek membuat mereka dekat. Willy lebih dekat dengan Amel dibandingkan Vina karena bersama Amel para penggemar Willy menghentikan langkah untuk dekat dengannya, sedikit banyak Willy memanfaatkan Amel dan beruntung tidak peduli dengan berita yang beredar ditambah lagi mereka tidak menggunakan perasaan selama ini. Vina sendiri adalah gadis yang merantau dan jauh dari kedua orang tuanya, hubungan mereka dekat karena hanya Amel yang menerima Vina apa adanya yang merupakan anak dari istri kedua ditambah badannya yang tidak sesuai dengan porsinya.

"Amel," teriak Vina dari kejauhan membuat langkah Amel terhenti dan menatap Vina "ditunggu Willy di kantin."

Amel mengangguk "aku bimbingan dulu, kamu udah bimbingan?."

"Baru selesai dan tadi ketemu Willy terus minta tolong bilang sama kamu kalau ditunggu di kantin," Amel mengangguk "aku balik dulu."

"Kerja?," Vina mengangguk "hati – hati."

Vina hanya mengangguk lalu meninggalkan Amel, Amel menatap punggung Vina yang semakin menjauh dengan melihat Vina setidaknya dirinya bersyukur diberi keluarga yang saling menyayangi dan penuh dengan cinta. Amel melangkah semakin ke dalam menuju ruangan sang dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya, ketika Amel masuk ke dalam terdapat seorang pria yang berusia tidak jauh dengan sang dosen atau mungkin si pria terlihat lebih dewasa dibandingkan sang dosen, Amel menatap mereka sekilas yang sedang serius berbicara membuat Amel sedikit tidak enak.

"Letakkan aja nanti saya periksa," ucap Tina menatap Amel "lagian sudah benar tinggal beberapa kali revisi jadi tinggal sentuhan akhir saja."

"Kalau begitu saya letakkan di sini ya," Tina menatap lalu mengangguk "saya permisi."

"Kamu ke rumah sakit jiwa?," pertanyaan Tina menghentikan langkah Amel dan dengan segera mengangguk "saya titip tolong berikan pada mereka," memberikan berkas pada Amel untuk diserahkan pada pihak rumah sakit jiwa "nanti saya kabari jika sudah selesai."

Amel melangkah keluar setelah berpamitan dan menatap sekilas pada pria yang berada di ruangan, Amel memikirkan apa pria tersebut mantan suami Tina. Melihat rupanya dan berita yang di dengar kenapa tidak sesuai secara pria tersebut tidak terlalu buruk bahkan bisa dibilang tidak kalah dengan kekasih Tina saat ini, Amel langsung mengangkat bahu karena percuma memikirkan masalah yang bukan menjadi permasalahannya.

Amel menatap Willy yang tampak serius depan laptop yang Amel duga adalah bahan skripsinya, mereka bertiga memang disibukkan dengan skripsi setidaknya mereka tidak berjuang sendirian. Terkadang mereka akan menghabiskan waktu dengan jalan – jalan melepas rasa stres karena terlalu lama menghabiskan waktu depan laptop. Banyak anak yang menduga Amel dan Willy memiliki hubungan dan itu semua jelas salah karena sampai kapan pun mereka tidak akan pernah menjadi pasangan karena banyaknya perbedaan dan lagi pula Amel tidak memiliki perasaan sedikit pun pada pria yang saat ini sibuk dengan laptopnya.

"Serius sekali," tegur Amel membuat Willy menatapnya "skripsi? masih perlu perbaikan?."

"Kamu sudah selesai?," Amel mengangguk "berangkat sekarang atau makan terlebih dahulu?."

"Aku pesan dulu kamu mau?."

Willy mengangguk dan Amel segera memesankan makanan untuk dirinya dan minuman untuk Willy, melihat Willy yang sibuk membuat Amel tidak tega mengganggu sama sekali jadi yang Amel lakukan adalah bermain dengan ponselnya. Tidak lama pesanan datang dengan segera Amel memakannya karena Amel memang menyukai makanan panas karena menurutnya makanan jika panas akan terasa segar dan enak dibandingkan jika makanan tersebut sudah dingin.

"RSJ lagi?," Amel mengangguk "pulang jam berapa?."

"Gak usah jemput nanti aku naik kendaraan online aja lagian kamu bukan siapa – siapa aku dan aku gak enak merepotkan mulu."

"Aku yang selalu merepotkan karena kamu menghentikan langkah perempuan untuk mendekatiku."

Amel tersenyum "bicara tentang fans kamu tadi ada yang kasih surat tapi langsung aku bilang kalau kamu sudah akan menikah."

Willy melotot lalu tertawa "bagus dengan begitu gak akan ada lagi yang ganggu."

Amel mencibir perkataan Willy karena bukan hanya sekali Amel menghalangi perempuan – perempuan itu dekat dengan Willy, Amel sendiri heran bagaimana bisa sahabatnya ini tidak menginginkan perempuan tersebut dan pernah Amel mencurigai Willy sebagai penyuka sesama jenis dan langsung mendapatkan sentilan di dahi Amel. Semenjak itu Amel tidak peduli dengan Willy atas apa yang dia lakukan dan para perempuan itu tidak tersakiti dengan sikap Willy jika sudah berdekatan dengan Willy yang aslinya sangat menjengkelkan.

Perjalanan menuju ke rumah sakit jiwa tidak membutuhkan waktu yang lama karena memang jaraknya tidak jauh dari kampus. Amel sudah berada di sini semenjak bersama Tina dan ini berkaitan dengan skripsinya karena setelah skripsi selesai Amel tidak akan memperpanjang waktu berada di sini yang bagi Amel kurang menyenangkan.

"Di antar pacar?," goda Fatma merupakan salah satu staf di rumah sakit jiwa ini yang dekat dengan Amel "tadi Bu Tina bilang ada titipan buat kepala rumah sakit."

Amel mengeluarkan berkas yang dimaksud "aku serahkan langsung atau titipin mbak?."

Fatma mengambil berkasnya "aku ke ruang kepala dulu nyerahin berkas ini dan bangsal 2 tolong serahkan pada perawat yang berjaga."

Amel menatap obat untuk bangsal yang dimaksud dengan segera melangkah ke dalam memberikan obat tersebut pada perawat yang bertugas di sana. Amel menatap Jihan salah satu pasien duduk dengan tenang, Jihan seusia Amel tapi karena terlalu sering di bully teman – temannya membuat dirinya depresi bahkan berkali – kali mencoba mengakhiri hidupnya dan saat ini keadaan Jihan sudah sedikit membaik meskipun harus tetap dengan pengawasan. Setelah puas menyapa dan mengajak Jihan berbicara Amel melangkah ke tempat bangsal yang dimaksud dan langsung memberikan obatnya, Amel berbicara singkat dengan perawat yang bertugas setelah selesai memilih mengundurkan diri dan kembali ke tempatnya. Berkali – kali Amel melihat lingkungan di sini selalu tidak pernah berhenti bersyukur atas apa yang sudah Amel dapatkan dan dikelilingi orang yang menyayangi dan mencintai dirinya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh nura0484

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Don't Leave Me Don't Leave Me nura0484 Romantis
“Warning : cerita ini khusus 21+ Mohon bijak dalam membaca. Terima kasih Amel gadis lugu yang harus menikah dengan kakak ipar dari dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya. Amel tidak tahu jika Barry sudah lama memperhatikan dirinya dan bagi Amel lamaran ini adalah hal yang mengejutkan dirinya. Pernikahan yang dalam benak Amel adalah hal membahagiakan tapi ternyata tidak karena selama ini Barry melakukan affair dengan seketaris yang tidak lain adalah sahabat Barry dan keluarganya dahulu. Apa yang akan Amel lakukan? mempertahankan pernikahan atau mengakhirinya?”
1

Bab 1 Awal

08/01/2022

2

Bab 2 RSJ

08/01/2022

3

Bab 3 Permintaan

08/01/2022

4

Bab 4 Suami Tina

08/01/2022

5

Bab 5 Niat

08/01/2022

6

Bab 6 Gosip Salah

08/01/2022

7

Bab 7 Lamaran

08/01/2022

8

Bab 8 Serius

08/01/2022

9

Bab 9 Konsultasi

08/01/2022

10

Bab 10 Hampir Saja

08/01/2022

11

Bab 11 Pertama

13/01/2022

12

Bab 12 Sidang

14/01/2022

13

Bab 13 Malam Pertama

15/01/2022

14

Bab 14 Bulan Madu

16/01/2022

15

Bab 15 Permintaan

17/01/2022

16

Bab 16 Ditinggal Barry

18/01/2022

17

Bab 17 Luar Kota

19/01/2022

18

Bab 18 Perjalanan Dinas

20/01/2022

19

Bab 19 Kepulangan

21/01/2022

20

Bab 20 Liburan Siska dan Arsen

22/01/2022

21

Bab 21 Ajakan Pandu

23/01/2022

22

Bab 22 Curhat Arta

24/01/2022

23

Bab 23 Keputusan

25/01/2022

24

Bab 24 Gairah

26/01/2022

25

Bab 25 Dampak

27/01/2022

26

Bab 26 Pusing

28/01/2022

27

Bab 27 Sahabat

29/01/2022

28

Bab 28 Kelicikan Siska

30/01/2022

29

Bab 29 Flashback

31/01/2022

30

Bab 30 Keterbukaan Amel

05/02/2022

31

Bab 31 Ketidaktahuan Barry

06/02/2022

32

Bab 32 Kejutan Amel

07/02/2022

33

Bab 33 Panasnya Suherman

08/02/2022

34

Bab 34 Kenyataan Suherman

09/02/2022

35

Bab 35 Siska Hamil

10/02/2022

36

Bab 36 Ayah dan Anak

11/02/2022

37

Bab 37 Kegilaan Amel

12/02/2022

38

Bab 38 Gugatan Cerai

13/02/2022

39

Bab 39 Kedatangan Arta

14/02/2022

40

Bab 40 Lamaran

15/02/2022