icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Don't Leave Me

Bab 7 Lamaran

Jumlah Kata:1140    |    Dirilis Pada: 08/01/2022

patkan waktu untuk pulang bersama keluarga kecilnya. Amel sedikit takut atas reaksi dari mereka semua nantinya dan hal ini pertama yang Amel alami karena

Gina "sudah da

Amel membayangkan kejadian kemarin yang hampir saja membuat dirinya melepas harta berharganya. Ketiga pria kesayan

pertanyaan Agus membuyarkan lamunan Amel "jik

p Amel membuat semu

embuat Amel menatapnya tidak percaya "usia saya bukan usia main – main dan tidak

a?," usul yang Amel ajukan me

y mempermainkan kamu," Gina membelai wajah Ame

tidak sungguh – sungguh. Amel menatap Barry sekilas yang tampak berpikir akan bagaimana sambil berbicara dengan Agus, A

dan nanti setelah pesta Satria baru kita mengadakan pesta," Amel menatap sang ayah yang

nya Amel menatap semu

k "malam setel

ngguk seketika Amel menggelengkan kepala "aku tidak mau kar

Amel terdiam "jadi masalah pernikahan kamu serahkan padaku dan kamu h

an biarkan aku merasakan bagaimana repotnya mengurus pernikaha

g besok malam, tapi siangnya s

gin mengajak Amel pergi untuk sekedar berciuman tapi setidaknya harus menahan diri karena besok dirinya sudah meng

besok?," Amel mengh

u mengubah sesuai kei

yang perl

goda Barry membuat wajah Amel memerah menahan m

m rumah. Amel menatap kedua kakak yang dicintai masih setia di ruang keluarga sambil menonton te

belai rambut Amel perlahan membuat Amel

pada Mas Musa," sahut Satria "anaknya kemb

u ba

cintai dan menyayangi dan berharap pernikahannya akan seperti itu juga. Amel masuk ke dalam kamar dan setelah membersihkan diri berbaring di atas ranjang membayangkan apa yang a

el semakin membuat Barry tidak bisa menahan diri dan keputusan menikah pada saat malam setelah dirinya sidang adalah keputusan yang sangat spontan dila

" sapa Arman yang m

cap Barry menatap mereka semua de

caraan jika tidak penting, suara Arman mengagetkan mereka di mana meminta mereka untuk ikut bergabung. Setelah semuany

at itu?," Wulan menatap Barry

gak mau keh

ap "siapkan si kembar bertemu ibu barunya," Arman menatap Hana dan Wulan

umah mantan istr

ik kalau

ang selalu bersih dan tampak tempat ini adalah milik sebuah keluarga karena terdapat foto bahagia mereka ketika berlibur dan juga foto perkembangan Arsen. Barry memutuskan u

n nyaman bersama kedua kakak Amel. Amel keluar dengan pakaian dress mini yang membuat Barry membayangka

membuat Barry menatap mereka dan menc

awab Barry tegas mem

mu ke sini masa Amel gak mempersiapkan

m dari tatapan Barry, tapi Amel pura – pura tidak tahu maksud dari tatapan tersebut. Amel mencoba menatap tem

Barry terkejut karena dari semua pertanyaa

anyaan Barry karena jantungnya semakin berdetak kencan

rgamu tidak meny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Don't Leave Me
Don't Leave Me
“Warning : cerita ini khusus 21+ Mohon bijak dalam membaca. Terima kasih Amel gadis lugu yang harus menikah dengan kakak ipar dari dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya. Amel tidak tahu jika Barry sudah lama memperhatikan dirinya dan bagi Amel lamaran ini adalah hal yang mengejutkan dirinya. Pernikahan yang dalam benak Amel adalah hal membahagiakan tapi ternyata tidak karena selama ini Barry melakukan affair dengan seketaris yang tidak lain adalah sahabat Barry dan keluarganya dahulu. Apa yang akan Amel lakukan? mempertahankan pernikahan atau mengakhirinya?”
1 Bab 1 Awal2 Bab 2 RSJ3 Bab 3 Permintaan 4 Bab 4 Suami Tina5 Bab 5 Niat6 Bab 6 Gosip Salah7 Bab 7 Lamaran8 Bab 8 Serius9 Bab 9 Konsultasi10 Bab 10 Hampir Saja11 Bab 11 Pertama12 Bab 12 Sidang13 Bab 13 Malam Pertama14 Bab 14 Bulan Madu15 Bab 15 Permintaan16 Bab 16 Ditinggal Barry17 Bab 17 Luar Kota18 Bab 18 Perjalanan Dinas 19 Bab 19 Kepulangan 20 Bab 20 Liburan Siska dan Arsen21 Bab 21 Ajakan Pandu22 Bab 22 Curhat Arta23 Bab 23 Keputusan24 Bab 24 Gairah 25 Bab 25 Dampak26 Bab 26 Pusing27 Bab 27 Sahabat28 Bab 28 Kelicikan Siska29 Bab 29 Flashback30 Bab 30 Keterbukaan Amel31 Bab 31 Ketidaktahuan Barry32 Bab 32 Kejutan Amel33 Bab 33 Panasnya Suherman34 Bab 34 Kenyataan Suherman35 Bab 35 Siska Hamil 36 Bab 36 Ayah dan Anak37 Bab 37 Kegilaan Amel38 Bab 38 Gugatan Cerai39 Bab 39 Kedatangan Arta40 Bab 40 Lamaran41 Bab 41 Sentuhan42 Bab 42 Hamil43 Bab 43 Arta Pulang44 Bab 44 Pernikahan45 Bab 45 Membuka Rahasia46 Bab 46 Melahirkan47 Bab 47 Rannu48 Bab 48 Memilih49 Bab 49 Solusi50 Bab 50 Penolakan51 Bab 51 Berkunjung52 Bab 52 Kesepakatan53 Bab 53 Tawaran54 Bab 54 Keputusan Besar55 Bab 55 Persembunyian56 Bab 56 Pernikahan Ketiga 57 Bab 57 Melepas 58 Bab 58 Kepergian Suherman