icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Don't Leave Me

Bab 5 Niat

Jumlah Kata:1104    |    Dirilis Pada: 08/01/2022

ri kembar. Barry beruntung karena keluarganya dan mendiang istrinya sangat membantu merawat kembar bahkan Tina dengan s

menatap Siska sang sekretaris yang

imbinga

njawab pertanyaan Siska "kita sudah bersama lama bahkan aku rela berselingkuh dan kita sampai

hir istriku dan tidak

mereka berhubungan sampai akhirnya mereka memiliki putra. Siska sendiri sudah menikah dan memiliki anak, Barry tidak tahu kenapa malah memikirkan untuk melakukan perselingkuhan dengan Siska. Barry sangat mengenal Pandu yang meru

, melepaskan penis dari vagina dengan mengambil posisi tidur membelakangi Barry. Semenjak kejadian Siska hamil dengan segera Barry meminta untuk tidak hamil lagi dengan melakukan pemrograman, pada saat itu alasan Barry adalah anak – anak masih kecil karena jika Barry beralasan tidak enak pada Pandu tidak akan di dengarkan

tidak tahu jika Barry adalah ayah kandungnya dan menganggap Pandu sebagai ayahnya dan Barry tidak masalah yang terpenting Arsen bahagia dan tercukupi. Barry juga sampai detik ini ti

a anak kembar yang menunggu kedatangannya, jauh di dalam hati terdalam Barry menginginkan

p Hana ketika melihat kedatan

ina," Hana membelalakkan mata membuat B

bertemu Mbak Amel berapa kali sampai berani

nta pada Amel sejak melihatnya

sejauh ini Hana mengangkat jempol karena Barry bisa bertahan dengan status dudanya bersama anak kembar. Barry meninggalkan Hana dengan me

adi ibu baru kalian nanti?," menatap sedih pada kembar "semo

n alasan ingin mempelajari bahan untuk sidang ke depan. Amel meraba bibirnya yang tadi dicium Barry dan juga jantungnya secara bersamaan yang ternyata

anya Gina menatap Amel

el singkat tanpa berani m

ena tidak tahu harus terlibat sejauh apa. Amel berharap sang bunda tidak bertanya tentang apa yang Amel katakan kemar

yaan Agus sang ayah membuat Amel

Gina namun Amel hanya diam "kita gak mempermasalahk

el bicara

un Amel masih memiliki hati menanyakan tentang mantan suaminya. Amel memutuskan jalan tidak tentu arah sampai pandangannya ke arah restoran di mana te

hendak pergi membuat semua menatap ke

nyum senang dan sesuatu dalam dirinya tidak bisa ditahan "saya permisi ter

ebih parahnya Amel membalas ciuman Barry dengan tidak kalah darinya. Barry melepaskan ciuman dan menatap bibir Amel yang membengkak juga dir

" pinta Barry yang dianggu

tor dan apartemennya. Satu – satunya tempat yang Barry pikirkan adalah rumahnya ketika masih bersama sang istri dahulu, rumah yang mereka bangun bersa

untuk berbicara tapi hanya temp

?," Amel men

belum dulu seb

tas apa kita nanti a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Don't Leave Me
Don't Leave Me
“Warning : cerita ini khusus 21+ Mohon bijak dalam membaca. Terima kasih Amel gadis lugu yang harus menikah dengan kakak ipar dari dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya. Amel tidak tahu jika Barry sudah lama memperhatikan dirinya dan bagi Amel lamaran ini adalah hal yang mengejutkan dirinya. Pernikahan yang dalam benak Amel adalah hal membahagiakan tapi ternyata tidak karena selama ini Barry melakukan affair dengan seketaris yang tidak lain adalah sahabat Barry dan keluarganya dahulu. Apa yang akan Amel lakukan? mempertahankan pernikahan atau mengakhirinya?”
1 Bab 1 Awal2 Bab 2 RSJ3 Bab 3 Permintaan 4 Bab 4 Suami Tina5 Bab 5 Niat6 Bab 6 Gosip Salah7 Bab 7 Lamaran8 Bab 8 Serius9 Bab 9 Konsultasi10 Bab 10 Hampir Saja11 Bab 11 Pertama12 Bab 12 Sidang13 Bab 13 Malam Pertama14 Bab 14 Bulan Madu15 Bab 15 Permintaan16 Bab 16 Ditinggal Barry17 Bab 17 Luar Kota18 Bab 18 Perjalanan Dinas 19 Bab 19 Kepulangan 20 Bab 20 Liburan Siska dan Arsen21 Bab 21 Ajakan Pandu22 Bab 22 Curhat Arta23 Bab 23 Keputusan24 Bab 24 Gairah 25 Bab 25 Dampak26 Bab 26 Pusing27 Bab 27 Sahabat28 Bab 28 Kelicikan Siska29 Bab 29 Flashback30 Bab 30 Keterbukaan Amel31 Bab 31 Ketidaktahuan Barry32 Bab 32 Kejutan Amel33 Bab 33 Panasnya Suherman34 Bab 34 Kenyataan Suherman35 Bab 35 Siska Hamil 36 Bab 36 Ayah dan Anak37 Bab 37 Kegilaan Amel38 Bab 38 Gugatan Cerai39 Bab 39 Kedatangan Arta40 Bab 40 Lamaran41 Bab 41 Sentuhan42 Bab 42 Hamil43 Bab 43 Arta Pulang44 Bab 44 Pernikahan45 Bab 45 Membuka Rahasia46 Bab 46 Melahirkan47 Bab 47 Rannu48 Bab 48 Memilih49 Bab 49 Solusi50 Bab 50 Penolakan51 Bab 51 Berkunjung52 Bab 52 Kesepakatan53 Bab 53 Tawaran54 Bab 54 Keputusan Besar55 Bab 55 Persembunyian56 Bab 56 Pernikahan Ketiga 57 Bab 57 Melepas 58 Bab 58 Kepergian Suherman