icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Don't Leave Me

Bab 4 Suami Tina

Jumlah Kata:1079    |    Dirilis Pada: 08/01/2022

t, Amel hampir saja terjatuh karena terlalu asyik bermain ponsel dan menatap sekitar. Tidak ada niatan dari B

n," suara wanita membuat Barry mele

t tujuannya untuk membeli makan dengan segera melangkah ke food court dan membiarkan Willy seorang diri. Suasana yang rame membuat Amel kebingung

kesukaannya dan sepertinya semua pria akan seperti itu atau mungkin semua orang yang Ame

rry yang sudah berada di hada

ama karyawan tadi?,"

?," Barry menatap Amel lembut yang hanya di

ang sidang skripsi da

ngangguk mendengarkan perkataan Willy dan mengatakan akan baik - baik saja. Barry menatap Amel tidak kuasa menahan diri untuk segera memilikinya, kedua an

ar Barry membuat Amel terk

gian menghe

in dan sangat yakin jika Amel masih sangat perawan dan belum tersentuh pria mana pun. Amel menatap Barry kesal pasalnya berjalan di belakangnya tanpa persiapan Amel menghentikan langk

" ucap Amel de

ih dari ini," bisik Barry sebelum

ng mereka berdua berdetak sangat kencang dan itu membuat mereka berdua tidak tahu harus bagaimana. Banya

lah?," Amel menatap Barry bingung "saya duda jik

anyaan Barry "bapak jangan bercanda karen

enatap Amel lembut ketika lampu berubah menjadi merah "saya seriu

elumnya banyak pria yang melamar Amel bahkan dekat dengannya tapi tidak pernah seperti saat ini. Barry tidak melanjutkan pembicar

Amel sekilas "anak – anak kembar bapak sangat menci

mel terkejut "kami tidak akan bisa kemb

enatap Barry ingin bertanya lebih tapi bingung akan bertanya apa secara mereka tidak sedekat ini. Amel hanya tahu Barry sebag

etelah sidang saya akan datang mene

ng, Barry sangat tahu jika ini adalah yang pertama bagi Amel tapi dirinya seolah tidak peduli dengan apa yang terjadi. Bibir mereka bersentuhan tanpa gerakan sama sekali dan Barry membiarkannya di mana dapat dirasakan bahwa bibir ini terasa berbeda, seketika Amel sadar atas apa

i meskibhanya sentuhan "apa ini yang pertama?," Am

ng?," Amel menatap Barry denga

tidak pernah bertemu atau dekat, Amel hanya tahu jika Barry adalah mantan suami dari Tina selaku dosen pembimbingnya. Amel tidak mempedulikan perkataan orang lain ha

ngat membantu Amel dalam menghadapi sidangnya nanti. Satu hal yang saat ini dalam benak Amel adalah apa alasan perpisahan mereka berdua dan tadi dengan mudahnya Amel membalas ciuman Barry, Amel benar – be

nya Gina ketika melihat

depan," ucap Amel menatap bundanya "b

n tanda tanya membuat Amel menelan saliva dengan susah dan saat ini rasanya Ame

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Don't Leave Me
Don't Leave Me
“Warning : cerita ini khusus 21+ Mohon bijak dalam membaca. Terima kasih Amel gadis lugu yang harus menikah dengan kakak ipar dari dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya. Amel tidak tahu jika Barry sudah lama memperhatikan dirinya dan bagi Amel lamaran ini adalah hal yang mengejutkan dirinya. Pernikahan yang dalam benak Amel adalah hal membahagiakan tapi ternyata tidak karena selama ini Barry melakukan affair dengan seketaris yang tidak lain adalah sahabat Barry dan keluarganya dahulu. Apa yang akan Amel lakukan? mempertahankan pernikahan atau mengakhirinya?”
1 Bab 1 Awal2 Bab 2 RSJ3 Bab 3 Permintaan 4 Bab 4 Suami Tina5 Bab 5 Niat6 Bab 6 Gosip Salah7 Bab 7 Lamaran8 Bab 8 Serius9 Bab 9 Konsultasi10 Bab 10 Hampir Saja11 Bab 11 Pertama12 Bab 12 Sidang13 Bab 13 Malam Pertama14 Bab 14 Bulan Madu15 Bab 15 Permintaan16 Bab 16 Ditinggal Barry17 Bab 17 Luar Kota18 Bab 18 Perjalanan Dinas 19 Bab 19 Kepulangan 20 Bab 20 Liburan Siska dan Arsen21 Bab 21 Ajakan Pandu22 Bab 22 Curhat Arta23 Bab 23 Keputusan24 Bab 24 Gairah 25 Bab 25 Dampak26 Bab 26 Pusing27 Bab 27 Sahabat28 Bab 28 Kelicikan Siska29 Bab 29 Flashback30 Bab 30 Keterbukaan Amel31 Bab 31 Ketidaktahuan Barry32 Bab 32 Kejutan Amel33 Bab 33 Panasnya Suherman34 Bab 34 Kenyataan Suherman35 Bab 35 Siska Hamil 36 Bab 36 Ayah dan Anak37 Bab 37 Kegilaan Amel38 Bab 38 Gugatan Cerai39 Bab 39 Kedatangan Arta40 Bab 40 Lamaran41 Bab 41 Sentuhan42 Bab 42 Hamil43 Bab 43 Arta Pulang44 Bab 44 Pernikahan45 Bab 45 Membuka Rahasia46 Bab 46 Melahirkan47 Bab 47 Rannu48 Bab 48 Memilih49 Bab 49 Solusi50 Bab 50 Penolakan51 Bab 51 Berkunjung52 Bab 52 Kesepakatan53 Bab 53 Tawaran54 Bab 54 Keputusan Besar55 Bab 55 Persembunyian56 Bab 56 Pernikahan Ketiga 57 Bab 57 Melepas 58 Bab 58 Kepergian Suherman