Istri Tuan Noah

Istri Tuan Noah

Irma W

5.0
Komentar
21.5K
Penayangan
98
Bab

Karena sebuah kejadian, Clara terpaksa harus menikah dengan kekasih kembarannya. Hubungan antara mereka menghasilkan seorang bayi mungil dimana harus Clara yang merawatnya. Kembarannya pergi jauh, dan Clara yang harus menjadi istri sekaligus ibu pengganti. Kehidupan terus berlanjut, apakah akan tumbuh cinta diantara mereka?

Istri Tuan Noah Bab 1 Bagian 1

Ini terdengar seperti sebuah petir di siang bolong. Impian yang hampir saja tercapai mendadak musnah dan harus dilepaskan. Di sudut ruangan kamarnya yang penuh barang berserakan, Clara tersungkur memeluk kedua lututnya sambil terisak. Tubuhnya tergunjang, hatinya bergetar hebat.

"Kalian egois!" seru Clara sambil menendang sebuah benda yang ada di lantai.

Kini Clara mendongak dengan kedua kaki selonjor dan kedua tangan kemudian menangkup wajah.

"Selalu saja aku yang dikorbankan!" seru Clara lagi.

Tidak lama setelah itu, terdengar suara beberapa langkah kaki beriringan mendekat dan berhenti setelah masuk di kamar Clara yang bak kapal pecah.

"Cukup, Clara!" teriak suara serak dari ambang pintu. "Kau tidak usah mengamuk seperti ini!"

Clara membuka kedua telapak tangan dari wajahnya hingga kini bisa melihat dengan jelas siapa yang sudah berada di dalam kamarnya. Ayah dan ibu sudah melangkah masuk, sementara di belakang mereka terlihat sosok pria belasan tahun memasang wajah iba.

Clara kini mengusap wajah lalu berdiri tegak menatap wajah kedua orang tuanya bergantian. Tadi, sebelum kamar ini berantakan, sudah lebih dulu terjadi adu mulut ruang tamu.

Perdebatan antara anak dan orang tua yang pada akhirnya berujung pertengkaran.

"Kenapa harus aku, Ayah?" kata Clara dengan mata memerah. "Kenapa?"

"Karena memang harus kau!" jelas Bill. Di sampingnya, sang istri tengah memegang lengannya coba untuk menenangkan.

"Karena Cloe, kakakmu! Kau harus mengalah padanya!" sambung Bill lagi.

Clara mendecih dan sedikit menelengkan kepala. "Mengalah? Ini bukan mengalah, Ayah. Ini tidak jauh berbeda dengan mengorbankan!"

Bill semakin mendekat. "Memang. Apa salahnya kau berkorban untuk keluargamu? Chloe sudah banyak berkorban, kau harusnya bisa balas budi."

Clara sungguh tidak menyangka kalau kedua orang tuanya tega berbuat seperti ini. Menyuruhnya menikah dengan kekasih kakaknya, apa-apaan ini? Clara ingin memaki tapi sama sekali tidak bisa.

Bagaimana kata ayah, memang Chloe sudah banyak membantu keluarga ini termasuk dengan kebutuhan sehari-hari. Untuk Clara, bukan berarti tidak membantu. Dia hanya sedang mengejar mimpi menjadi seorang designer. Dan betapa sedihnya saat mimpi itu hampir tercapai, Clara harus mundur.

"Tidakkah ayah dan ibu kasihan padaku?" Clara menatap mereka iba. "Aku sedang coba mewujudkan mimpiku. Kenapa kalian rusak?"

Saat Bill hendak maju dan mungkin akan memarahi Clara, Tania melerai dan menyuruh Bill diam dulu. Setelah itu, Tania yang maju menghampiri Clara.

"Sayang, kita hanya butuh bantuanmu," kata Tania sembari meraih telapak tangan Clara.

Clara buang muka dan diam-diam, air mata kembali menitik.

"Kalau keadaannya tidak mendesak seperti ini, ayah dan ibu tidak mungkin berbuat sampai sejauh ini padamu," sambung Tania lagi.

Bill ingin maju dan ikut bicara, tapi dengan cepat Tania melotot lalu memberinya kode dengan sebuah kedipan mata.

"Hanya kau yang bisa menolong keluarga kita saat ini," ujar Tania memohon.

"Apa tidak ada cara lain, Bu? Ini terlalu kejam menurutku." Pria yang semula berdiri di ambang pintu ikut bicara. Dia adalah Glen yang tak lain adalah adik Clara dan Chloe.

Clara dan Cloe adalah putri dari pasangan Bill Holand dan Tania Ricardo. Mereka berdua terlahir sebagai dua anak yang kembar. Tidak terlalu identik memang, jika di amati, banyak perbedaan diantara keduanya melalui sisi wajah.

Itu tidak penting sekarang. Sekarang adalah, bagaimana Clara harus menghadapi kehidupan yang sama sekali tidak sejalan dengan keinginannya.

Bill dan Glen sudah keluar meninggalkan kamar, dan kini hanya ada Tania dan Clara.

"Nasib keluarga kita ada di tanganmu, Sayang." Sekali lagi Tania coba terus membujuk. "Ibu tidak akan memaksa jika kejadiannya tidak sekacau ini."

"Lalu bagaimana dengan perasaanku?" Clara masih sesenggukan.

"Kau tepiskan dulu sekarang. Jangan berpikir ibu kejam, tapi ibu hanya tidak ada pilihan lain. Kakakmu sudah pergi jauh dan harus menggapai mimpinya yang tertunda."

Rania mendecih lalu membuang muka. Ia melepas genggaman tangan ibunya lalu menyeka air mata. Dalam hatinya Clara tengah memaki keadaan ini.

Chloe pergi tanpa penjelasan dan hanya mengatakan akan mengejar kesempatan menjadi model internasional yang memang selama ini ia impikan. Clara juga begitu, tapi kenapa harus begini. Selalu saja Chloe yang menang.

"Ibu harusnya tahu kalau aku juga sedang mengejar mimpiku menjadi designer," kata Clara tanpa menoleh.

"Ibu tahu. Ibu sungguh tahu, Sayang." Tania membalas. "Tapi impian kakakmu jauh lebih besar akan keberhasilannya dibandingkan dirimu."

Oh astaga! Kejam sekali ini. Kenapa rasanya sakit sekali?

Clara merasa hatinya sedang disayat-sayat hanya karena sekedar mendengar kalimat sang ibu. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa pilihkasih seperti itu? Clara tidak habis pikir.

"Terserah apa mau kalian saja, aku tetap akan kalah," kata Clara kemudian.

Diam-diam Tania tersenyum. "Apa itu artinya kau setuju?"

Huh! Ibu macam apa ini!

Tidakkah dia tahu hati ini sangat sakit?

Clara ingin memaki dengan sangat keras saat ini. "Ya." Namun hanya satu kata itu yang akhirnya keluar dari mulut Clara.

Saat itu juga, Tania menghambur memeluk Clara dengan erat. "Terimakasih, Sayang."

Setelah ibu pergi dan hanya tinggal sendirian di dalam kamar, Clara kembali menggeram dan mengacak-acak rambutnya. Ketika melihat beberapa lembar kertas yang berserakan, Clara tertunduk dan diam.

Perlahan Clara turun hingga terjatuh lagi di atas lantai. Lembaran kertas itu ia pungunti lalu dipandangnya dengan derasnya air mata yang membasahi pipi.

Gambar-gambar gaun indah yang sudah ia rancang, kini tiada artinya. Keikutsertaan lomba hingga sampai di titik sepuluh besar harus ia tinggalkan begitu saja.

"Memang jahat!" teriak Clara. "Kalian jahat!"

Semua menjadi gelap dan Clara terjatuh pingsan tanpa ada yang tahu. Mereka--orangtua Clara--tengah bergembira karena akhirnya Clara mau menggantikan Chloe menikah dengan pria yang tak lain putra dari pasangan Josh Pedro dan Lilyana Wang. Mereka sepasang suami istri yang sudah sikenal banyak orang sejagad negara.

Mungkin, itu sebannya Bill dan Tania tidak berani melawan karena pada dasarnya perusahaan milik Bill bisa saja hancur karena dilengser pihak Josh.

"Aku rasa kalian memang kejam," kata Glen sebelum masuk ke dalam kamar.

"Kau tahu kalau ayah dan ibu tidak ada pilihan kan?"

"Itu karena kalian terlalu memanjakan Chloe sampai-sampai dia selalu berbuat seenaknya. Clara bukan hanya akan menjadi istri pria itu, tapi kalian juga harus ingat kalau Clara pastilah akan menjadi ibu dari anak Chloe yang sudah ditinggalkan di rumah konglomerat itu."

Bill dan Tania diam sejenak. Mereka tahu ini akan sangat berat untuk Clara. Namun, lagi-lagi rasa kasihan dan peduli itu tertepiskan oleh pentingnya perusahaan dan martabat yang harus diselamatkan.

"Dan kalian juga harus berpikir, apa nantinya pria itu akan menerima Clara dengan baik atau tidak. Sungguh tidak punya hati!"

Setelah berkata demikian, Glen pun menghilang masuk ke dalam kamar.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Irma W

Selebihnya

Buku serupa

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Istri Tuan Noah Istri Tuan Noah Irma W Romantis
“Karena sebuah kejadian, Clara terpaksa harus menikah dengan kekasih kembarannya. Hubungan antara mereka menghasilkan seorang bayi mungil dimana harus Clara yang merawatnya. Kembarannya pergi jauh, dan Clara yang harus menjadi istri sekaligus ibu pengganti. Kehidupan terus berlanjut, apakah akan tumbuh cinta diantara mereka?”
1

Bab 1 Bagian 1

12/12/2021

2

Bab 2 Bagian 2

12/12/2021

3

Bab 3 Bagian 3

12/12/2021

4

Bab 4 Bagian 4

12/12/2021

5

Bab 5 Bagian 5

12/12/2021

6

Bab 6 Bagian 6

14/12/2021

7

Bab 7 Bagian 7

14/12/2021

8

Bab 8 Bagian 8

14/12/2021

9

Bab 9 Bagian 9

15/12/2021

10

Bab 10 Bagian 10

15/12/2021

11

Bab 11 Bagian 11

16/12/2021

12

Bab 12 Bagian 12

17/12/2021

13

Bab 13 Bagian 13

21/12/2021

14

Bab 14 Bagian 14

25/12/2021

15

Bab 15 Bagian 15

29/12/2021

16

Bab 16 Bagian 16

01/01/2022

17

Bab 17 Bagian 17

01/01/2022

18

Bab 18 Bagian 18

01/01/2022

19

Bab 19 Bagian 19

06/01/2022

20

Bab 20 Bagian 20

13/01/2022

21

Bab 21 Bagian 21

13/01/2022

22

Bab 22 Bagian 22

13/01/2022

23

Bab 23 Bagian 23

13/01/2022

24

Bab 24 Bagian 24

13/01/2022

25

Bab 25 Bagian 25

13/01/2022

26

Bab 26 Bagian 26

17/01/2022

27

Bab 27 Bagian 27

17/01/2022

28

Bab 28 Bagian 28

17/01/2022

29

Bab 29 Bagian 29

17/01/2022

30

Bab 30 Bagian 30

17/01/2022

31

Bab 31 Bagian 31

19/01/2022

32

Bab 32 Bagian 32

20/01/2022

33

Bab 33 Bagian 33

21/01/2022

34

Bab 34 Bagian 34

22/01/2022

35

Bab 35 Bagian 35

22/01/2022

36

Bab 36 Bagian 36

22/01/2022

37

Bab 37 Bagian 37

22/01/2022

38

Bab 38 Bagian 38

22/01/2022

39

Bab 39 Bagian 39

23/01/2022

40

Bab 40 Bagian 40

23/01/2022