SEPANJANG MALAM

SEPANJANG MALAM

Ufuk Timur

5.0
Komentar
2.9K
Penayangan
20
Bab

Seorang pria mengalami malam yang tidak terduga saat bertemu dengan seorang wanita misterius di sebuah bar. Malam itu berkembang menjadi petualangan penuh gairah dan bahaya, yang akhirnya mengarah pada pertemuan kembali dengan masa lalunya yang kelam.

SEPANJANG MALAM Bab 1 Pertemuan Tak Terduga

Dimas menatap kaca jendela mobilnya yang berembun, melihat refleksi wajahnya yang lelah. Hari yang panjang dan melelahkan di kantor membuatnya ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas yang mengekang. Setelah mengemudikan mobilnya ke tempat parkir di luar sebuah bar yang baru dibuka di kawasan kota, dia memutuskan untuk masuk dan merasakan suasana yang berbeda.

Bar itu memiliki suasana yang elegan dan intim, dengan pencahayaan lembut dan musik jazz yang meresap. Dimas merasakan ketenangan yang sejenak melepaskannya dari tekanan kerja. Ia memilih tempat duduk di dekat bar, memesan whiskey, dan membiarkan dirinya tenggelam dalam keramaian yang tenang.

Beberapa menit kemudian, pintu bar terbuka dengan suara derit pelan. Seorang wanita memasuki ruangan, menarik perhatian semua orang dengan kehadirannya. Lara, begitu namanya, mengenakan gaun hitam yang elegan dengan potongan yang menonjolkan sosoknya yang anggun. Rambutnya yang hitam dan berkilau tergerai lembut di bahunya, dan matanya yang tajam memindai ruangan dengan penuh kepercayaan diri.

Dimas merasa matanya terikat pada wanita itu. Lara tampak seperti seseorang yang memiliki dunia rahasia yang menarik di balik tatapan matanya. Dia bisa merasakan ketegangan di udara, seolah ada sesuatu yang magnetis dan tidak biasa tentang wanita ini.

Lara berjalan menuju bar, mengabaikan pandangan penasaran dari pelanggan lainnya. Dimas memperhatikan dia memilih kursi di dekat tempat dia duduk, dan sejenak dia ragu sebelum akhirnya mengangkat tangannya dan memberikan isyarat kepada bartender untuk membawakan minuman untuk Lara.

Ketika bartender membawa minuman untuk Lara, wanita itu menoleh dan tersenyum, ekspresi terima kasih dan sedikit keheranan. Matanya menyapu ke arah Dimas, dan mereka saling bertatapan sejenak. Tanpa banyak bicara, Lara berdiri dan berjalan ke arah Dimas. Dengan langkah yang lembut dan percaya diri, dia duduk di sebelahnya.

"Terima kasih atas minumannya," ujar Lara dengan suara yang lembut namun memikat.

Dimas tersenyum, merasa sedikit canggung. "Sama-sama. Nama saya Dimas."

"Lara," jawabnya dengan senyuman yang memikat. "Apa yang membawamu ke sini malam ini, Dimas?"

Dimas memutuskan untuk jujur. "Hari ini panjang dan melelahkan. Aku butuh sesuatu yang berbeda, sesuatu untuk melepaskan stres."

Lara mengangguk, matanya berkilau dengan rasa penasaran. "Terkadang, yang kita butuhkan adalah sebuah pertemuan tak terduga untuk mengubah segalanya."

Percakapan mereka berkembang dengan cepat, penuh dengan humor dan kehangatan. Dimas merasakan ketertarikan yang mendalam, seolah Lara memiliki magnet yang menarik perhatian dan rasa ingin tahunya. Mereka saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka, dengan Lara menceritakan kisah-kisah menarik dan misterius, sementara Dimas merasa semakin terhubung dengan wanita ini.

Saat malam semakin larut, Dimas dan Lara semakin dekat, tertawa dan berbagi pengalaman hidup.

Ketegangan di antara mereka semakin intens, seperti ada percikan yang tidak bisa dipadamkan. Mereka berbagi gelak tawa, tatapan penuh gairah, dan sentuhan kecil yang membuat jantung Dimas berdebar lebih cepat.

Ketika waktu menunjukkan hampir tengah malam, Lara memandang Dimas dengan mata yang penuh teka-teki. "Bagaimana jika kita meninggalkan tempat ini dan menemukan tempat lain yang lebih pribadi untuk melanjutkan percakapan kita?"

Dimas merasa dunia di sekelilingnya memudar. Keinginan untuk mengikuti Lara dan melanjutkan malam yang penuh gairah ini mengalahkan segala keraguan yang mungkin ada. Dengan sebuah anggukan penuh semangat, dia mengajak Lara pergi dari bar, siap untuk memasuki petualangan malam yang tak terduga.

Saat mereka keluar dari bar, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, satu hal yang pasti-malam ini adalah permulaan dari sesuatu yang sangat berbeda dan penuh gairah.

Dimas dan Lara meninggalkan bar, langkah mereka bersisian dan penuh antisipasi. Angin malam yang dingin menyapu wajah mereka, tetapi kehangatan yang mereka rasakan lebih kuat daripada suhu udara.

Mereka berjalan menyusuri jalanan kota yang tenang, suara langkah kaki mereka meresap dalam kesunyian malam.

Lara berhenti di depan sebuah hotel butik yang elegan, mengarahkan tatapan penuh arti ke arah Dimas. "Bagaimana kalau kita naik ke sini?" tawarnya, suaranya lembut namun penuh keinginan. "Aku punya kamar di sini, dan tampaknya kita masih punya banyak hal yang ingin dibicarakan."

Dimas merasakan dorongan mendalam untuk mengikuti keinginan Lara. Dengan anggukan penuh gairah, mereka melangkah masuk ke lobi hotel. Pemandangan hotel yang mewah dan elegan menambah suasana misterius malam itu. Lara melirik Dimas dengan senyum menggoda sebelum mereka menaiki lift menuju kamar.

Setibanya di kamar, Lara membuka pintu dan mengundang Dimas masuk. Interior kamar hotel yang mewah memberikan suasana intim, dengan lampu yang remang-remang dan musik lembut yang mengalun dari speaker.

"Ini tempat yang bagus untuk melanjutkan malam kita," kata Lara sambil memandang Dimas dengan tatapan penuh gairah.

Dimas tidak bisa menahan diri dan menarik Lara ke dalam pelukannya. Mereka saling berpandangan dengan keinginan yang membara. Dimas merasakan detak jantungnya semakin cepat ketika Lara merangkul lehernya dan mendekatkan bibirnya ke telinganya, membisikkan kata-kata yang membakar hasrat.

Dengan lembut, Lara mulai mencium Dimas, perlahan dan penuh perasaan. Ciuman mereka semakin mendalam dan penuh gairah. Dimas merespons dengan sepenuh hati, tangan-tangannya mulai menjelajahi tubuh Lara, merasakan kehangatan dan kelembutan kulitnya di bawah gaun hitam yang elegan.

Lara merespons dengan mendesah lembut, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan. Dia melepaskan gaunnya dengan gerakan sensual, membiarkan gaun itu jatuh ke lantai dan memperlihatkan tubuhnya yang indah. Dimas terpesona dan tidak bisa menahan diri untuk menjelajahi setiap lekuk tubuh Lara dengan penuh keinginan.

Mereka berpindah ke tempat tidur dengan gerakan lembut namun penuh gairah. Dimas dan Lara saling memeluk dan mencium, tubuh mereka saling bertautan dalam keintiman yang mendalam. Dimas mengangkat Lara dengan lembut, membaringkannya di atas kasur yang empuk, sementara dia menelusuri setiap inci tubuhnya dengan ciuman dan sentuhan yang penuh hasrat.

Lara membalas dengan penuh semangat, jari-jarinya mengeksplorasi tubuh Dimas, merasakan kekuatan dan kehangatannya. Mereka saling berbisik kata-kata penuh gairah, berbagi kebahagiaan dan kepuasan yang mendalam. Malam itu, segala ketegangan dan keraguan hilang dalam pelukan mereka, digantikan oleh gairah yang membara dan hubungan yang intens.

Akhirnya, mereka terbaring di tempat tidur, tubuh mereka saling bersandar dalam kelelahan yang memuaskan. Lara menatap Dimas dengan tatapan lembut dan penuh makna. "Ini malam yang tak terlupakan," katanya dengan suara lembut, merangkul Dimas dengan penuh rasa cinta.

Dimas membalas dengan senyum penuh kepuasan. "Ya, ini adalah awal dari sesuatu yang luar biasa."

Saat mereka berdua bersantai dalam kehangatan malam, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, satu hal yang pasti-malam ini telah mengubah segalanya, dan petualangan mereka baru saja dimulai.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ufuk Timur

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku