Selamat Jalan Adit

Selamat Jalan Adit

author adiba

5.0
Komentar
636
Penayangan
37
Bab

Maaf kalau cerita ini di anggap tidak sesuai dengan keindahan cerita tapi memang inilah apa adanya. Kejujuran itu indah meskipun kadang menyakitkan dan menyedihkan tapi inilah kenyataan. Benar kalau harus mengatakan tidak ada lagi sedikitpun cinta yang tersisa karena itu hanya masa lalu dan itu bukan sekedar kata tapi memang kenyataan. Kejujuran itu indah meskipun kadang menyakitkan dan menyedihkan tapi inilah kenyataan.

Selamat Jalan Adit Bab 1 Selamat Jalan Adit

Bab.1

Adit Wicaksono adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Jihan Kakak perempuannya dan 2 adik perempuannya bernama

Rizka dan Andayani. Mereka berempat dididik dibesarkan dalam kemewahan meskipun mereka bukan dari keluarga yang berlatar belakang keluarga kaya raya. Sempat ayah mereka tersandung kasus korupsi dan akhirnya di penjara seumur hidup. Setelah ayah mereka meninggal , Adit menghamili Ida perawan desa lalu Adit pun di tuntut harus bertanggung jawab menikahi Ida . Mereka berdua menetap di solo sampai Ida melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Anissa.

"Nenek, besok ulang tahunku. Aku minta uang buat traktir teman - temanku di sekolah."

Ujar Anissa cucu kesayangan neneknya dan neneknya pun menjawab.

" Iya, cucu nenek sudah besar umur 14 tahun. Besok pagi nenek beri kamu uang ya , Anissa."

Neneknya Anissa berteriak...

"Adit, nanti setelah isya kamu antar mama sekalian ambil uang setoran di pak Asep Tosa."

Adit yang baru saja bangun tidur langsung menjawab..

" Iya, ma."

Sejak ayahnya Adit meninggal , ibunya langsung membuka rumah bordil dan Asep Tosa adalah sopir juga orang kepercayaan yang mencari perempuan - perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial di rumah bordil milik mamanya Adit.

" Ida, hari ini kamu masak apa ?. Mama lapar mau makan."

Tergopoh - gopoh Ida lari dari dapur sembari menjawab..

" Soto ayam, ma."

" Cepat taruh di meja makan. Aku dan anakmu mau makan, Ida.!"

" Iya, ma. Saya siapkan makanan di atas meja makan."

Ida seorang menantu perempuan yang baik , sopan dan pintar memasak. Ibu mertuanya yang terkenal cerewet itu menyayangi Ida. Tak lama kemudian , makanan sudah tersaji di atas meja makan.

" Ma, makanan sudah siap. Es teh manis dan air es sudah saya taruh di atas meja makan."

" Iya, Ida. Kita makan sama - sama."

Belum sempat Ida duduk, Anissa anaknya sudah berteriak...

"Ibu, mana baju gantiku.

Dengan lembut Ida menjawab..

" Sudah ibu siapkan di kamar , Anissa . Anak perawan kalau ganti baju di dalam kamar, jangan di sini. Malu , nak."

Dengan sinis anaknya menjawab..

" Ibu jangan cerewet."

Ida hanya diam sambil memunguti seragam sekolah , kaos kaki dan sepatu milik Anissa yang berserakan di lantai. Ibu mertuanya ida berteriak..

" Anissa mulutmu yang sopan kalau bicara pada ibumu. Itu ibumu bukan babumu."

Anissa keluar kamar langsung mendekati ayahnya yang sedang asyik bermain ponsel.

"Ayah, gara - gara ibu sampai nenek memarahiku."

Adit meletakkan ponselnya di atas kursi lalu menggandeng Anissa anak perempuan yang di manjanya.

" Mama jangan suka marahi Anissa anakku."

Mamanya meneguk es teh manis sambil melihat Adit.

" Anissa itu kurang ajar berani melawan ibunya. Kamu juga memanjakan anakmu nanti jadi anak perawan goblok."

Adit mengambilkan nasi soto di mangkuk dan meletakkan di hadapan Anissa.

"Mama jangan kasar kalau bicara , didengar Anissa nanti dia sedih . Jangan bela Ida, ma."

" Mama tidak membela Ida. Memang Ida mengurus semuanya di rumah mama ini, tapi ia bukan babu . Ida itu istrimu, Adit.!"

Dari balik pintu, Ida mendengarkan semua percakapan suaminya dan ibu mertuanya. Ida hanya menunduk sambil menutup mulutnya menahan Isak tangisnya. Di dalam hatinya berkata..

{" Yaa Alloh, Anissa anakku berani melawan aku ibu kandungnya karena mas Adit suamiku sangat memanjakan Anissa. Semua kelakuan dan bicaranya sama persis dengan ayahnya yang menganggap aku ini babu. Lebih baik aku makan di dapur saja."}

Ida kembali ke dapur , duduk di atas lantai sambil makan nasi soto semangkuk. Selesai makan, ibu mertuanya yang hendak ke kamar mandi , melihat ia sedang duduk di lantai dapur sambil makan nasi soto.

"Ida , kok makan di dapur. Sana pindah makan di ruang makan."

Ida berbohong sambil berdiri dari lantai dapur dan mengangkat mangkuk.

" Sudah selesai makan kok, ma."

" Ya sudah, selesai makan kamu istirahat ya. Nanti sore, jangan lupa menyapu teras depan.!"

"Iya, ma."

Selesai mencuci piring , Ida masuk kamar. Dilihatnya suaminya sedang asyik merokok sambil minum kopi di pojok kamar. Ida merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tak sengaja mata Ida melirik ponsel suaminya tergeletak di sebelah bantal.

" Ayaahhh... Ayaahhh.. tolong antarkan aku ke rumah temanku."

Terdengar teriakan Anissa di depan pintu kamar, langsung Adit bangkit dari tempat duduknya di pojok kamar sambil membalas teriakan anaknya.

" Iya, Anissa. Tolong pinjamkan kunci kontak mobil di nenekmu."

Adit bergegas ganti baju lalu keluar kamar. Ida diam menggigit bibirnya, hatinya berkata..

{" Yaa Alloh, anakku dan suamiku pergi tanpa berpamitan padaku. Aku benar-benar tidak dianggap sebagai ibu dan istri tapi aku bisa apa ?. Aku cuma perempuan kampung yang bodoh. Yaa Alloh , meskipun mereka berdua tidak mau menghargaiku tapi tetap aku menyayangi mereka berdua."}

Terdengar suara mobil keluar dari teras rumah. Tangan Ida meraih ponsel suaminya. Suara hatinya berkata.

{ Yaa Alloh, mas Adit lupa membawa ponselnya. Aku ingin sekali membuka ponselnya ini. Maafkan kelancanganku ini, yaa Alloh."}

Ida pun membuka ponselnya suaminya yang selama ini tidak pernah disentuhnya. Ada 2 WhatsApp... WhatsApp biasa dan WhatsApp bisnis. WhatsApp biasa tidak bisa dibuka karena dipasang kode tapi WhatsApp bisnis bisa dibuka. Dengan seksama mata Ida mencermati semua nama kontak dan foto profil yang kebanyakan para perempuan penghibur yang bekerja di rumah bordil ibu mertuanya. Matanya tertuju pada nama kontak DJ Shella yang foto profilnya seronok sekali. Hatinya berkata..

{" Aku ingat Shella ini perempuan Philipina yang dulu pernah tinggal serumah dengan mas Adit suamiku selama berbulan - bulan di tempat kost dekat rumah bordil. Katanya sudah putus tapi kenapa masih saling chatting?. Kalau aku tanya pada mas Adit pasti mas Adit marah, lebih baik aku tidak usah bertanya tapi membaca chatting mereka saja".}

Ida menahan nafas , membaca chatting Adit suaminya dengan Shella perempuan Philipina.

Shella : apa kabar, masih ingat aku ?.

Adit : kamu Shella . Aku masih patah hati karena kamu pulang ke Philipina , meninggalkan aku sendirian di solo.

Shella : mana bisa kamu patah hati, Adit ?. Dulu waktu kita masih pacaran saja, kamu sering meniduri pelacur - pelacur yang bekerja di rumah bordil mamamu.

Adit ; maaf, aku salah. Aku masih cinta kamu. Semua perempuan tidak ada yang bisa mengalahkan goyanganmu di ranjang.

Shella ; jangan merayu. Ida istrimu masih bisa puaskan kamu .

Adit ; kamu tahu Ida istriku itu penampilannya saja seperti babu dan tidak pernah bisa memuaskan aku. Hanya kamu yang bisa memuaskan aku, Shella.

Shella ; bohong.

Adit : Ida itu perempuan kampung yang goblok beda dengan kamu yang bisa bergonta-ganti posisi dan tidak jijik mengulum "burungku" sampai kamu telan semua, Shella.

Shella : kamu nafsu ya, Adit ?.

Adit : iya , ini aku lagi tegang. Ayo sex video call, Shella.

Shella : tidak mau.

Adit : ayo sebentar saja. Kita 'asyik" berdua.

Shella : Bagaimana kalau istrimu memergoki kita berdua lagi sex video call , Adit ?.

Adit : aku ke kamar mandi. Tapi kamu harus telanjang seperti aku ya. Aku mau kita hot sex video call.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh author adiba

Selebihnya

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Selamat Jalan Adit Selamat Jalan Adit author adiba LGBT+
“Maaf kalau cerita ini di anggap tidak sesuai dengan keindahan cerita tapi memang inilah apa adanya. Kejujuran itu indah meskipun kadang menyakitkan dan menyedihkan tapi inilah kenyataan. Benar kalau harus mengatakan tidak ada lagi sedikitpun cinta yang tersisa karena itu hanya masa lalu dan itu bukan sekedar kata tapi memang kenyataan. Kejujuran itu indah meskipun kadang menyakitkan dan menyedihkan tapi inilah kenyataan.”
1

Bab 1 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

2

Bab 2 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

3

Bab 3 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

4

Bab 4 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

5

Bab 5 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

6

Bab 6 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

7

Bab 7 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

8

Bab 8 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

9

Bab 9 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

10

Bab 10 Selamat Jalan Adit

16/05/2024

11

Bab 11 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

12

Bab 12 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

13

Bab 13 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

14

Bab 14 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

15

Bab 15 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

16

Bab 16 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

17

Bab 17 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

18

Bab 18 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

19

Bab 19 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

20

Bab 20 Selamat Jalan Adit

17/05/2024

21

Bab 21 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

22

Bab 22 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

23

Bab 23 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

24

Bab 24 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

25

Bab 25 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

26

Bab 26 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

27

Bab 27 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

28

Bab 28 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

29

Bab 29 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

30

Bab 30 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

31

Bab 31 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

32

Bab 32 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

33

Bab 33 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

34

Bab 34 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

35

Bab 35 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

36

Bab 36 Selamat Jalan Adit

18/05/2024

37

Bab 37 Selamat Jalan Adit

18/05/2024