My Special CEO

My Special CEO

Allyandra

5.0
Komentar
3.3K
Penayangan
27
Bab

Cleo Alineava Lynn, seorang gadis cantik bermata biru yang memilih untuk bekerja di perusahaan lain dibandingkan harus menjalankan perusahaannya sendiri. Cheva, begitu orang lain memanggilnya justru jatuh cinta pada pimpinan perusahaannya sendiri. Devan Eduardo Hutresky, laki-laki yang tidak pernah mempercayai cinta justru harus merelakan dirinya yang jatuh cinta sejak ia pertama kali berjumpa dengan Cheva. Tapi kisah Devan dan Cheva tidak bisa berjalan mulus seperti yang mereka inginkan. Kebahagiaan yang mereka rangkai bersama, harus terus diterpa dengan kejadian demi kejadian yang justru menjadi kerikil dan batu sandungan dalam hubungan mereka. Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan Devan dan Cheva? Akankah mereka mampu menjalani semua rintangan itu dan tetap bersama? Atau keduanya justru memilih untuk mengakhiri hubungannya dan mencari kebahagiaan masing-masing? Cinta, akankah mampu menjadi pondasi kuat untuk saling mempertahankan atau justru menjadi alasan untuk saling melepaskan. ~ Ally

My Special CEO Bab 1 PROLOG

Di sebuah kamar bernuansa klasik, dinding bercat putih, dihiasi tirai dan gorden tipis berwarna senada dan dilengkapi perabot dan pernak-pernik yang juga berwarna dominasi putih. Ditengah ruangan, terdapat sebuah tempat tidur berukuran sedang dengan sprei berwarna nude. Di atas tempat tidur itu, berbaring seorang gadis berkulit sawo matang, rambutnya terurai bergelombang.

Dialah Cheva, Cleo Alineava Lynn. Putri tunggal dari Alianro Lynn dan Dewi Rahwani. Keduanya bukan orang berada. Alianro Lynn hanyalah seorang karyawan biasa dari kedutaan besar Belanda untuk Indonesia. Ia bertemu Dewi Rahwani saat kunjungan kerjanya ke Bandung, dua puluh lima tahun yang lalu. Keduanya saling jatuh cinta dan kemudian menikah. Setelah Cheva lahir, Alianro dipindah tugaskan kembali ke Belanda. Dewi dan Cheva mengikuti Alianro dan pindah ke Belanda. Namun, setelah Cheva menyelesaikan sekolahnya, ia memilih melanjutkan kuliah di Indonesia.

Cheva ingin mengenal keluarga Cheva di Indonesia - begitu alasannya dulu.

Dan di sinilah ia kini. Setelah menyelesaikan kuliah jurusan kesekretarisannya, Cheva juga memilih melanjutkan karirnya di Indonesia. Ia belum memiliki keinginan untuk kembali ke Belanda.

"Non Cheva ... " terdengar ketukan di pintu kamar Cheva beberapa kali. Gadis itu menggeliat, "Noon, Non Cheva. Banguuunnn, udah jam berapa. Katanya mau ke bandara jemput Ibu!!!" Cheva terhentak bangun.

"Oh my God! Bodoh, Cheva!" upatnya sambil bergegas turun dari kasur, "Iya, Biiikk. Cheva mau langsung mandiii!!!!!" teriak Cheva dan langsung berlari ke kamar mandi.

***

"Sarapan dulu, Non ..." Cheva menggeleng.

"Tidak sempat, Bik. Nanti Cheva terlambat. Cheva sarapan di bandara saja. Bye, Bik..." Cheva bergegas meraih kunci mobilnya meninggalkan Bi Inah, asisten rumah tangga yang disiapkan Dewi untuk menjaga Cheva selama di Indonesia.

Cheva mengemudikan mobilnya menuju Bandara. Pagi ini, pesawat yang ditumpangi Ibunya akan tiba di Jakarta. Jadwalnya pukul 10.00 dan sekarang sudah pukul 09.00. Kondisi jalanan dari rumahnya ke Bandara Soetha hanya memakan waktu sekitar satu jam, jika tanpa macet. Tapi, sejak kapan Jakarta tidak macet bukan?

Sepanjang perjalanan, Cheva terus mengutuk kebiaaannya yang tidak pernah bisa bangun pagi. Dulu sewaktu sekolah, ia rajin bangun pagi. Tentu saja, karena pilihannya adalah bangun atau ia akan basah kuyup oleh air dingin. Tapi sejak ia tinggal sendiri, siapa yang berani mengguyurnya dengan air es? Bi Inah? Keberanian tertinggi Bi Inah hanya sampai berteriak marah. Itupun karena Cheva nekat melukai tangannya saat ngotot ingin membanfu Bi Inah masak di dapur.

Cheva tiba di Bandara pukul 10.30, ia langsung menuju lobby kedatangan. Ketika sampai di sana, petugas bandara memberi kabar bahwa pesawat yang membawa ibunya terkena delay. Sehingga kedatangannya terlambat 1 jam. Cheva bernafas lega. Setidaknya ia tidak akan mendengar ocehan ibunya pagi ini karena terlambat.

"Terima kasih, Pak," ucap Cheva lalu berbalik meninggalkan lobby kedatangan.

Cheva merasakan perutnya berbunyi.

"Sial, aku belum makan apapun pagi ini. Lebih baik aku pergi ke Starbucks saja. Mom masih lama ini juga..." Cheva berjalan menuju gerai Starbucks.

Setelah memesan beberapa menu, Cheva kemudian memilih kursi yang sedikit berada di pojokan. Tidak terlalu dalam, kursi yang Cheva pilih berhadapan dengan pintu masuk. Siapapun yang masuk dapat langsung melihat keberadaan Cheva.

Setelah menghabiskan makanannya, Cheva melirik jam di tangannya.

"11.05," gumamnya. Seharusnya pesawat yang membawa ibunya sudah tiba sekarang. Cheva kemudian buru-buru membereskan barang-barangnya.

Karena sedikit tergesa-gesa, Cheva tidak melihat bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam Starbucks. Akibatnya, keduanya bertabrakan.

"Aww, Sorry!!" teriak Cheva. Ia memegangi kepalanya yang sepertinya membentur tubuh seseorang. Cheva mendongak.

Di hadapannya berdiri seorang laki-laki berjas lengkap berwarna navy dipadukan dengan dasi berwarna senada. Tingginya jauh melebihi tinggi Cheva dan sepertinya Cheva membentur dada laki-laki itu.

Laki-laki itu hanya menatap lurus kearah Cheva tanpa mengucap sepatah kata apapun. Sejenak Cheva sempat terpaku karena ketampanan dan aroma maskulin yang menyeruak dari laki-laki itu. Namun lama kelamaan, Cheva sedikit merasa jengah karena laki-laki itu hanya menatapnya dengan tatapan yang ... entahlah, Cheva hanya merasa tidak nyaman.

"S... sorry..." Cheva bergerak sedikit mundur. Dan gerakan Cheva itu menyadarkan laki-laki itu.

"No, problem. Excuse me, you waste my time, Nona..."

"Wh... what?!" laki-laki itu berlalu meninggalkan Cheva yang baru saja hendak menjawab. Namun ia urungkan. Cheva menghela nafas kesal. Ia kemudian buru-buru keluar dari Starbucks.

Kalau saja ia juga tidak sedang dalam urusan penting, Cheva tidak akan membiarkan laki-laki itu. Bagaimana mungkin? Laki-laki itu bahkan tidak meminta maaf sedikitpun. Apakah ini murni kesalahan dan kecerobohan Cheva sendiri? Hey! Dia juga ceroboh saat memasuki Starbucks. Apalagi tatapannya itu. Astaga, Cheva sangat membenci tatapan seperti itu. Tatapan penuh nafsu, tatapan mengintimidasi.

"Dasar laki-laki mata keranjang!!!" ucap Cheva kesal, "Kalau bertemu lagi dengannya, aku akan beri dia pelajaran!!!"

***

"Aku benar-benar tidak punya waktu sekarang, San. Cepat kau kirimkan file itu ke emailku sekarang. Pesawatku akan berangkat setengah jam lagi. Okay, ku tutup!" Devan memasukan kembali handphone ke saku jasnya. Baru saja ia hendak membuka pintu Starbucks, seorang gadis justru tiba-tiba menabraknya dari dalam.

"Aww, sorry!" ucap gadis itu. Ia menggosok kepalanya yang membentur dada Devan dan mendongak.

Devan terpaku.

Mata gadis itu biru. Bagaimana mungkin ada gadis Indonesia dengan kulit sawo matangnya namun memiliki bola mata berwarna biru cerah seperti itu.

Tanpa sadar, Devan menatap gadis itu lamat.

"S... Sorry!" ucap gadis itu lagi sambil mundur beberapa langkah. Devan tersadar dari tingkah konyolnya yang menatap gadis itu.

"No problem. Excuse me, you waste my time, Nona!" ucap Devan sambil berlalu. Ia sempat melihat gadis itu hendak menjawab namun urung.

Setelah memilih kursi, Devan sempat melihat gadis itu berbalik dan berjalan sambil mengomel.

"Gadis yang aneh. Kenapa dia berjalan sambil berbicara sendiri?!" Devan menggeleng.

Perhatian Devan kemudian beralih ke ponselnya yang berdering. Sandra, sekretarisnya mengirimkan file yang ia perlukan untuk meeting hari ini di Bali. Biasanya Devan akan menggunakan pesawat pribadinya untuk pergi kemanapun, namun kali ini, karena beberapa alasan, ia harus menggunakan pesawat komersil.

Ponsel Devan berdering kembali. Tertera sebuah nama di sana.

Fiona.

"Ya, ada apa, Fi?"

"Kau sedang di kantor?"

"Apa? Tidak, aku sedang di bandara."

"Bandara? Sedang apa? Kau mau kemana, Dev?"

"Apa? Tidak, tidak. Aku akan ke Bali, ada meeting dengan Client sore ini... "

"Kau tidak memberi tahu apapun kalau kau ingin ke Bali!"

"Aku sudah memberi tahumu berulang-ulang. Itu menandakan, kau sama sekali tidak peduli dengan yang aku katakan."

"Devan, you're my fiance. Seharusnya kau juga mengajakku ikut serta!"

"Fio, listen to me. Kita sudah sama-sama dewasa. Kau tidak perlu berlaku konyol seperti ini. Aku pergi untuk bekerja, bukan untuk liburan. Sudahlah, ku tutup."

Devan memblokir panggilan dari Fiona. Ia juga mengirimkan pesan ke asistennya untuk tidak merespon panggilan atau pesan apapun dari Fiona. Devan tahu, Fiona akan membuat rusuh satu kantor setelah ia memutuskan sambungan telponnya. Apalagi Devan dengan sengaja memblokir panggilan. Hal ini akan membuat Fiona semakin frustasi.

Tunangan yang merepotkan, ucap Devan kesal.

***

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Allyandra

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
My Special CEO My Special CEO Allyandra Modern
“Cleo Alineava Lynn, seorang gadis cantik bermata biru yang memilih untuk bekerja di perusahaan lain dibandingkan harus menjalankan perusahaannya sendiri. Cheva, begitu orang lain memanggilnya justru jatuh cinta pada pimpinan perusahaannya sendiri. Devan Eduardo Hutresky, laki-laki yang tidak pernah mempercayai cinta justru harus merelakan dirinya yang jatuh cinta sejak ia pertama kali berjumpa dengan Cheva. Tapi kisah Devan dan Cheva tidak bisa berjalan mulus seperti yang mereka inginkan. Kebahagiaan yang mereka rangkai bersama, harus terus diterpa dengan kejadian demi kejadian yang justru menjadi kerikil dan batu sandungan dalam hubungan mereka. Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan Devan dan Cheva? Akankah mereka mampu menjalani semua rintangan itu dan tetap bersama? Atau keduanya justru memilih untuk mengakhiri hubungannya dan mencari kebahagiaan masing-masing? Cinta, akankah mampu menjadi pondasi kuat untuk saling mempertahankan atau justru menjadi alasan untuk saling melepaskan. ~ Ally”
1

Bab 1 PROLOG

13/05/2024

2

Bab 2 NEW JOB

13/05/2024

3

Bab 3 GADIS BERMATA BIRU

13/05/2024

4

Bab 4 BOSS YANG MENYEBALKAN

13/05/2024

5

Bab 5 THE WAY YOU LOOK AT ME

13/05/2024

6

Bab 6 PERMINTAAN MAAF

13/05/2024

7

Bab 7 KEBAIKAN 1

13/05/2024

8

Bab 8 TROUBLE

13/05/2024

9

Bab 9 WHY ME

13/05/2024

10

Bab 10 NEW CHAPTER

13/05/2024

11

Bab 11 KISAH YANG BELUM USAI

13/05/2024

12

Bab 12 LEBIH BAIK KITA AKHIRI

13/05/2024

13

Bab 13 MARI KITA TUNJUKKAN

13/05/2024

14

Bab 14 MEETING AKHIR TAHUN

13/05/2024

15

Bab 15 JUST, TERBUKALAH!

28/05/2024

16

Bab 16 ANAK YANG MALANG

29/05/2024

17

Bab 17 PERTEMUAN PERTAMA

30/05/2024

18

Bab 18 MAUKAH KAU MENJADI IBUKU

31/05/2024

19

Bab 19 AKU MENGHARAPKAN KEJUJURANMU

01/06/2024

20

Bab 20 KONFLIK KEDUA

02/06/2024

21

Bab 21 JANGAN PERNAH PERGI LAGI

03/06/2024

22

Bab 22 BERTEMU MEREKA

04/06/2024

23

Bab 23 KEPT IN SECRET

05/06/2024

24

Bab 24 KECURIGAAN

06/06/2024

25

Bab 25 DIA ADALAH KEKASIHKU

07/06/2024

26

Bab 26 AM I JUST HER NANNY

08/06/2024

27

Bab 27 TERBUKALAH!

09/06/2024