Terpikat Pesona Tuan Remington

Terpikat Pesona Tuan Remington

tulisanraelio

5.0
Komentar
7.8K
Penayangan
57
Bab

William, seorang pria yang patah hati dan tidak percaya pada cinta sejati, membeli Sarah hanya untuk memuaskan nafsu biologisnya. Namun, ketika Sarah mulai mengandung anaknya, perasaan campur aduk William muncul. Ia harus memilih antara mempertahankan hubungan dengan Sarah, orang yang baru ia kenal, atau Jessica, cinta pertamanya yang belum bisa ia lupakan. Sementara itu, di sisi lain, Sarah awalnya hanya ingin kabur dari ayahnya yang sering bersikap kasar. Namun, ia justru terjerat dalam hubungan yang rumit dengan William. Sarah merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa perasaan William terhadapnya tidak tulus, namun ia juga tidak ingin kehilangan William dan anak yang dikandungnya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari hubungan yang rumit ini?

Terpikat Pesona Tuan Remington Bab 1 TPTR BAB 1

"Barang selanjutnya yang akan kami lelang berhasil menggemparkan dunia perhiasan." Sang pembawa acara mengeluarkan senyum misteriusnya lalu menyingkir dari tengah panggung.

Lima detik kemudian seorang wanita keluar dari sudut panggung dengan peti kaca berisi kalung dengan liontin berlian biru besar. Rantai kalung itu dihiasi berlian putih yang lebih kecil. Siapa pun yang melihatnya bisa tahu kalau kalung ini akan mencapai harga fantastis. Sang pembawa acara kembali berjalan ke tengah panggung, menatap orang-orang yang sibuk mengagumi kalung itu. Dia berdeham.

"Saya akan membuka harga untuk kalung yang sangat cantik ini seharga 500 juta."

Terdengar kasak-kusuk suara sebelum seorang wanita bergaun merah ketat dengan topeng yang juga berwarna merah mengangkat papan nomornya lalu berkata, "700 juta."

Sang pembawa acara tersenyum. "700 juta satu, 700 juta dua, tujuh ra-"

"750 juta," potong seorang pria botak berjas hitam dan kemeja putih.

Pembawa acara itu menepuk tangannya sekali. "750 juta. Ada yang ingin menawar harga lebih tinggi lagi?"

Terjadilah pertengkaran harga antara si wanita bergaun merah dan si pria berkepala botak. William memperhatikan mereka dalam diam. Tidak tertarik. Pikirannya melayang ke seseorang. Seorang perempuan yang berhasil merebut hatinya dan menghancurkannya dengan berkeping-keping. Kalau saja perempuan itu tidak memutuskan hubungan mereka, William pasti akan mengangkat papan nomornya dan menawarkan harga paling tinggi hingga tidak ada siapa pun yang bisa mengalahkannya. William dapat membayangkan bagaimana penampilan mantan kekasihnya ketika memakai kalung tersebut.

Mata William terpejam selagi bayangan sang mantan kekasih muncul. Saat helai demi helai pirangnya tertiup angin hingga berantakan. Senyumnya yang menampilkan deretan gigi putih dan rapi. Mata biru yang selalu menatap William penuh cinta, yang mungkin tidak akan pernah sama lagi. William membayangkan kalung itu bertengger manis di leher jenjang miliknya. Bagaimana kalung itu menyatu bersama rambut pirang miliknya. Indah. Bibir William terangkat sedikit kala membayangkan hal yang tidak akan pernah terjadi.

Lamunan William buyar saat ketukan palu terdengar. Pada akhirnya wanita bergaun merah yang memenangkan pertengkaran merebutkan kalung berlapiskan berlian itu dengan harga lima miliar. William bisa membelinya dengan harga sepuluh miliar.

Seratus miliar pun sanggup aku beli.

Wanita yang tadi membawa keluar peti kaca itu kembali untuk menyimpan kalung hingga akhirnya sampai ke tangan si wanita bergaun merah. Sang pembawa acara mengoceh di tengah panggung. Tentang betapa menyenangkannya malam ini. Banyaknya barang-barang antik dan mewah. Namun, William tidak mendengarkan semua itu. Dia ingin acara ini segera berakhir dan pulang ke rumah. Harapannya tidak terkabul karena sang pembawa acara berkata kalau masih ada satu barang terakhir. Barang yang katanya dapat membuat mata semua orang yang ada di ruangan tertutup ini melotot.

Kali ini dua orang pria mendorong sesuatu yang ditutup oleh kain hitam dan diletakkan di tengah ruangan. Melihat peti kaca yang digunakan amat besar, William menebak kalau barang yang satu ini adalah patung. Pikirannya berkelana, sehebat apa sebuah patung hingga membuat semua orang melotot? Menurutnya, patung apa pun bentuknya tetaplah sama. Pajangan. Tidak bisa dibawa pergi ke mana pun. Tidak bisa dipamerkan setiap saat. Hanya benda mati besar yang diletakkan di tengah ruangan atau di taman dan terkadang menjadi menyeramkan saat malam hari. William tidak tertarik. Dia berniat untuk pergi sebelum acaranya selesai, tetapi niatnya hilang begitu kain hitam itu disingkap.

Sang pembawa acara benar. Semua mata orang yang ada di sana membulat dengan sempurna. Yang berada di dalam peti kaca tertutup kain itu bukanlah patung seperti yang William pikirkan sebelumnya. Di sana ada manusia. Manusia sungguhan. Perempuan. Dengan gaun hitam ketat yang menempel erat di tubuhnya, sepatu hak tinggi bertali yang juga berwarna hitam, dan sebuah kalung murahan yang melingkari lehernya. Rambut cokelat keemasan perempuan itu dikepang dan disampirkan ke bahu kanannya. Sebuah topeng kecil berwarna hitam bertengger manis di wajahnya. Semua orang tahu apa yang akan terjadi padanya saat berhasil terjual. Sang pembawa acara membuka harga sebesar 25 miliar untuk perempuan itu, yang berdiri tanpa berbicara apa pun.

"26 miliar," ucap seorang pria yang memiliki janggut tebal di dagunya dengan topeng biru tua yang menutupi setengah wajahnya. William ikut menoleh ke belakang seperti yang lainnya.

William mengangkat papan nomornya lalu berkata, "30 miliar." Dia lalu menoleh ke belakang kembali, bertatap mata dengan pria berjanggut itu.

"32 miliar." Si pria berjanggut kembali mengucapkan harga, membuat William mengepalkan tangannya kuat.

"40 miliar."

Kini si pria berjanggut yang mengepalkan tangannya. Dia menatap William tajam meski tidak tahu siapa orang di balik topeng itu. Pria berjanggut itu kembali mengangkat papan nomornya, mengucapkan nominal besar lainnya dan berharap William tidak bisa menandinginya. Namun, harapannya langsung pupus begitu William mengangkat papan nomornya lagi.

"100 miliar!" seru William lagi, merasa sudah lelah tawar menawar.

Dia yang awalnya tidak tertarik sama sekali pada acara lelang ini dan berpikir tidak akan mengeluarkan uang sedikit pun, justru menjadi orang yang paling banyak mengeluarkan uang. Tujuan awalnya hanya datang untuk memenuhi undangan. William sendiri tidak menyangka dia akan membeli seorang perempuan dari pasar lelang dan berebut dengan seorang pria yang tidak dia ketahui wajahnya.

Sebelum si pria berjanggut sempat memberi harga baru, sang pembawa acara terlebih dahulu mengetuk palu, menyebutkan nomor milik William, dan berkata selamat padanya. Seperti sebelumnya, dua pria itu datang ke panggung untuk membawa si perempuan yang sudah berhasil terjual kembali ke dalam. Nantinya William akan menemui sang pembawa acara lalu membawa pulang 'barang' yang dibelinya. Mata William terus menatap ke arah perempuan itu, bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan olehnya.

Selepas kepergian peti kaca besar itu, sang pembawa acara kembali bersuara. Mengatakan betapa malam ini sungguh luar biasa. Semua perkataannya diulang-ulang untuk mengulur waktu hingga membuat William tidak tahan dan memutuskan untuk pergi dari sana. William membuka pintu berwarna emas sedikit dan keluar. Segera dia menarik napas panjang. Rasa sesak di dadanya sedikit berkurang, tetapi tidak menyembuhkan. William memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar gedung ini hingga sebuah email pemberitahuan datang padanya.

Tampaknya William tidak butuh email pemberitahuan itu karena sekarang dia tengah melihat perempuan tadi. Perempuan yang dia beli dengan harga 100 miliar. William akhirnya memutuskan untuk mengikuti dua orang pria yang membawa perempuan itu hingga ke ruangan lainnya. Ruangan tempat menyimpan barang lelang. Kalung berlian biru itu juga ada di sana, membuat bayangan sang mantan kekasih kembali datang.

"Saya ingin mengambil ba–perempuan itu." William menunjuk si perempuan lalu menampilkan papan nomornya.

Dua pria tadi memanggil seseoran dari ruangan lain. Pria tua berambut putih tersenyum ramah begitu keluar dari sana. Dia menyodorkan secarik cek pada William yang langsung dia tulis dengan harga kesepakatan sebelumnya. Sang pria tua meminta dua pria sebelumnya untuk mengantarkan perempuan itu ke mobil William, tetapi William menolak.

Tangan kiri William terselip di pinggang perempuan itu ketika dia membawanya pergi dari gedung mewah itu. Menyusuri lorong sunyi yang hanya diisi oleh gema sepatu mereka berdua hingga tiba di parkiran yang penuh dengan lampu dan penjaga. Salah satu penjaga menghampiri William dan memberikan kunci mobil padanya yang diterima William tanpa mengucapkan satu kata pun. William membuka pintu mobil untuk perempuan itu. Sekilas mereka bertatapan dan William dapat melihat.

Tidak ada kehidupan di mata abu-abu milik perempuan itu.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh tulisanraelio

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Terpikat Pesona Tuan Remington Terpikat Pesona Tuan Remington tulisanraelio Romantis
“William, seorang pria yang patah hati dan tidak percaya pada cinta sejati, membeli Sarah hanya untuk memuaskan nafsu biologisnya. Namun, ketika Sarah mulai mengandung anaknya, perasaan campur aduk William muncul. Ia harus memilih antara mempertahankan hubungan dengan Sarah, orang yang baru ia kenal, atau Jessica, cinta pertamanya yang belum bisa ia lupakan. Sementara itu, di sisi lain, Sarah awalnya hanya ingin kabur dari ayahnya yang sering bersikap kasar. Namun, ia justru terjerat dalam hubungan yang rumit dengan William. Sarah merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa perasaan William terhadapnya tidak tulus, namun ia juga tidak ingin kehilangan William dan anak yang dikandungnya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari hubungan yang rumit ini?”
1

Bab 1 TPTR BAB 1

17/11/2023

2

Bab 2 TPTR BAB 2

17/11/2023

3

Bab 3 TPTR BAB 3

18/11/2023

4

Bab 4 TPTR BAB 4

18/11/2023

5

Bab 5 TPTR BAB 5

19/11/2023

6

Bab 6 TPTR BAB 6

19/11/2023

7

Bab 7 TPTR BAB 7

20/11/2023

8

Bab 8 TPTR BAB 8

20/11/2023

9

Bab 9 TPTR BAB 9

21/11/2023

10

Bab 10 TPTR BAB 10

21/11/2023

11

Bab 11 TPTR BAB 11

25/11/2023

12

Bab 12 TPTR BAB 12

26/11/2023

13

Bab 13 TPTR BAB 13

26/11/2023

14

Bab 14 TPTR BAB 14

26/11/2023

15

Bab 15 TPTR BAB 15

26/11/2023

16

Bab 16 TPTR BAB 16

28/11/2023

17

Bab 17 TPTR BAB 17

29/11/2023

18

Bab 18 TPTR BAB 18

30/11/2023

19

Bab 19 TPTR BAB 19

01/12/2023

20

Bab 20 TPTR BAB 20

01/12/2023

21

Bab 21 TPTR BAB 21

02/12/2023

22

Bab 22 TPTR BAB 22

03/12/2023

23

Bab 23 TPTR BAB 23

04/12/2023

24

Bab 24 TPTR BAB 24

05/12/2023

25

Bab 25 TPTR BAB 25

06/12/2023

26

Bab 26 TPTR BAB 26

08/12/2023

27

Bab 27 TPTR BAB 27

08/12/2023

28

Bab 28 TPTR BAB 28

09/12/2023

29

Bab 29 TPTR BAB 29

13/12/2023

30

Bab 30 TPTR BAB 30

13/12/2023

31

Bab 31 TPTR BAB 31

15/12/2023

32

Bab 32 TPTR BAB 32

22/12/2023

33

Bab 33 TPTR BAB 33

23/12/2023

34

Bab 34 TPTR BAB 34

24/12/2023

35

Bab 35 TPTR BAB 35

25/12/2023

36

Bab 36 TPTR BAB 36

26/12/2023

37

Bab 37 TPTR BAB 37

27/12/2023

38

Bab 38 TPTR BAB 38

03/01/2024

39

Bab 39 TPTR BAB 39

04/01/2024

40

Bab 40 TPTR BAB 40

05/01/2024