icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dandelion, Wish, and Wind

Bab 9 Ryuzaki's Crush

Jumlah Kata:1373    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

n tempat mereka biasa berpisah jalan, Izumi dan Yuki mengambil arah yang berbeda. Izumi tetap lurus, sedangkan Yuki mengambil jalan berbelok yang mengarah langsung menuju tempat tinggalnya. Izumi

, sampai beso

nada riang seperti biasanya. Gadis itu melambaikan

sok itu tak terlihat lagi, Izumi beranjak dari tempatnya. Selagi berjalan, sesekali Izumi mendongak menatap langit malam. Bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya berserakan di atas sana meramaikan malam. Namun sayangn

di tempat biasanya. Setelah melepas sepatunya di genkan dan menyimpannya di rak, Izumi melangkah masuk. Ketika melewati ruang tengah dia melihat Nakagawa Makoto-Ayah Ryu-ada di sana. Pria empat puluh s

ghentikan langkah Izumi. Pria itu member

diri pada salah satu kursi yang ada di sana. "Bagaimana sekolahmu?" tanya Makoto. D

t ini, Makoto adalah orang yang paling jarang berbicara dengan Izumi. Obrolan mereka bisa dibilang dapat dihitung dengan jari. Makoto yang sela

ub juga?" tanya Makoto, sedikit penasaran k

ah. Lagi pula siswa kelas tiga disibukkan dengan ujian,

k mengerti. "Ah,

buka dari arah depan, disusul dengan ucapan 'tadaima' dari Ryu. Pemuda itu

akoto. "Nii-san sudah sampai duluan rupanya," lanjut Ryu pada Izumi

uba

a dari satu-satunya wanita yang ada di rumah itu. "Gomen ne Makoto-san, antrian di supermarket tadi sangat ramai. Apa Izumi-

. Makoto tersenyum menyambut kedatang

it terlambat. Mama baru saja pulang berbelanja," ujar T

aku habis makan ramen di luar

an belanjaannya sembarang lalu ikut bergabung

ulan bertemu di s

emu dengan Nii-san bersama Fujiha

nama perempuan, ka

an antusias. Segera saja keduanya menghujani Izumi dengan berbagai pertanya

dak sedekat itu

ian berdua pulang bersama," ujar Ryu ikut-ikutan. Se

menemukan kalimat yang tepat untuk menyanggah ucapan Izumi, pemuda beriris hazel itu menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal. "Jangan-jangan tadi it

pacar? Kenapa tidak bilang

chan tidak punya hubungan sep

eratan memberitahu kami siapa 'Nana-chan' yan

an ketika berbicara dengan Makoto perlahan berkurang. "Misumi Nana, dia teman sekelask

an dengan kakak kelas, ya?"

bali menyanggah hubungannya dengan Nana. "Mou,

ri pemuda itu. Sedangkan Ryu hanya bisa mendelik sebal. Padahal awalnya dia hanya berniat menjahili Izumi, tetapi ujung-ujungnya malah dia yang d

Tsubaki yang sedari tadi terlihat begitu men

aik-baik. Sainganmu pasti banyak karena kau mengencani gadis

ti Izumi dan ayahnya. Sementara Izumi yang mendengar hal itu terbatuk kecil untuk menyamarkan

menerta

elak Izumi membela diri sambil berusaha

ya. "Aku mau naik ke kamar," ujarnya melangkah

ga ikut permisi," pam

Tsubaki," komentar Makoto ses

antara Izumi dengan Makoto dan Ryu. Meskipun Izumi masih bersikap kaku jika berbicara dengan dirinya, tapi s

lan-pelan dia akan menerima kita sebagai keluarganya,

menatapnya dengan hangat dari balik kacamatanya. "Un, arigatou M

zaki

aranya terdengar ketus, tetapi ekspresi pemuda itu malah sebalikn

yang tadi,

ku hanya untuk menjahili Kakak. Tapi ujung-ujung

tu bena

apa

an Nana, kalian berdua

alau aku punya perasaan padanya, meskipun hanya sepihak," tambah Ryu dengan suara yang amat sangat pelan sampai

Kalau tidak salah tadi ia mendengar sebagian ucapan Ryu meskipun pemuda itu mengatakannya dengan san

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dandelion, Wish, and Wind
Dandelion, Wish, and Wind
“"Dandelion beterbangan menghiasi langit biru musim panas. Kelopak kecil yang seputih kapas tampak menyatu dengan awan. Jauh tinggi ia terbang mengikuti hembusan angin yang bertiup semilir. Di mana pun kau berada, sejauh apapun jarak di antara kita, kuharap salah satu dandelion itu akan sampai padamu. Kuharap kau tahu aku di sini menunggumu, merindukanmu, dan mencintaimu. Waktu yang terus berlalu mengubah segalanya. Namun perasaanku masih sama. Apa kau juga merasakan hal yang sama? Di tengah hamparan dandelion putih berhiaskan sinar mentari senja, aku menunggumu." Yoshino Izumi membenci segalanya tentang Jepang. Jika bukan karena permintaan Sang Ayah, pemuda itu tak pernah ingin kembali ke sana. Bagi Izumi tempat itu hanya menyimpan kenangan buruk akan pengkhianatan seorang wanita yang pernah dipanggilnya "Ibu" dengan sepenuh hati. Namun pertemuannya dengan seorang gadis berambut silver, perlahan membuat Izumi melupakan perasaan itu. Di saat yang sama tanpa Izumi sadari, ternyata ada sosok lain yang juga berharap untuk bertemu kembali dengan dirinya.”
1 Bab 1 Back to Japan2 Bab 2 Arrival3 Bab 3 Jangan Pedulikan Masalahku4 Bab 4 Apa Aku Cemburu Dengan Saudara Tiriku 5 Bab 5 Hari Pertama di Sekolah Baru (1)6 Bab 6 Hari Pertama di Sekolah Baru (2)7 Bab 7 Kami-sama, Dia Sangat Keren!8 Bab 8 Sunset & Ramen9 Bab 9 Ryuzaki's Crush10 Bab 10 Ujian11 Bab 11 Boling12 Bab 12 Kenangan yang Tak Ingin Kuingat13 Bab 13 Obentō14 Bab 14 Sport Day (1)15 Bab 15 Sport Day (2)16 Bab 16 Sport Day (3)17 Bab 17 Ikan yang Mengikuti Arus Air18 Bab 18 Hadiah Untuk Pemenang19 Bab 19 Pesta Barbeku20 Bab 20 Aku Tak Bisa Mengingat Wajahnya21 Bab 21 Saingan 22 Bab 22 Strange Feeling23 Bab 23 Obrolan Di Siang Hari24 Bab 24 Perhatian yang Diinginkan