icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dandelion, Wish, and Wind

Bab 4 Apa Aku Cemburu Dengan Saudara Tiriku

Jumlah Kata:1290    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

na keemasan. Izumi bangun dari kasurnya lalu melakukan peregangan untuk merenggangkan persendiannya yang sedikit kaku-terutama di bagian lehernya. Iris obsidiannya lalu menatap j

wajah Izumi terasa segar kembali. Dia menatap lurus ke depan melihat wajahnya sendiri yang terpantul dari cermin yang terpasang di hadapannya. Butir

ore di luar sana. Beruntungnya kamar yang Izumi tempati saat ini memiliki jendela yang menghadap ke arah barat. Sehingga dia bisa melihat senja yang selama ini menjadi hal favorit baginya. Selagi menikmati pemandangan Izumi menghidupkan ponselnya. Beberapa saat kemudian pon

ragu untuk memberi kabar. Kami akan selalu menyambutmu di rumah in

mendadak merindukan mereka berdua meskipun baru satu hari terlewati sejak dia meninggalkan Amerika. Tanpa menunggu lama Izumi segera menuliskan email balasan kepada Mrs. Sharon. Setelah memastikan email balasannya terkirim, Izumi kini meraih earphone-nya dan menancapkan ujung benda itu pada ponselnya dan mulai memutar musik dari daftar playlist-nya. Namun bel

"Mama membawakanmu kue," ujar Tsubaki sembari meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja. "Lalu ini seragam sekolah barumu," Tsubaki meletakkan paper bag berwarna

mbarang arah agar tak bertemu pandang dengan mata ibunya. Tsubaki

urusnya untukmu

u bisa melakukannya s

i-kun, tadi kau tak makan siang. Bahkan kau tak kel

ng tertidur sepulang dari taman tadi d

pkan makan malam." Setelah berkata begitu Tsubaki ke

ap langit-langit sebelum akhirnya kedua iris itu kini tertuju pada paper bag di mejan

ki Ryu yang terburu-buru menjauhi kamarnya. Mungkin pemuda itu merasa canggung dengannya setelah kejadian tadi siang. Sambil membawa nampan berisi kue yang tak habis dimakannya, Izumi keluar dari kamarnya. Sesaat setelah m

yu ketika Izumi sudah berdiri di dekatnya. Ia berjalan duluan sedangkan Izumi mengikuti dari belakang tanpa suara. Sesampainya di ruang makan Tsubaki sudah berada di

di tempat cucian piring. Alis Tsubaki sedikit bertaut ketika melihat potongan cheese cake yang ters

edikit heran karena di atas meja hanya t

bilang dia akan pulang sedikit

u mendudukkan diri di

memuji lezatnya masakan Tsubaki. Sedangkan Izumi lebih banyak terdiam. Sejujurnya pemuda itu memang tak mengatakan apapun selain kata 'itadakimasu' tadi

Kau tak suka? Apa ra

anya," balas Izumi lalu kembali menyu

ri setengah dibiarkan begitu saja. Iris violetnya memperhatikan Izumi dengan seksama, sedikit tak percaya kalau setelah s

isous

ejak tadi tertuju pada Izumi lalu menatap Ryu yang baru saja menye

aku keluar duluan? Aku lupa mengg

inum Kuma sebenarnya hanya alasan Ryu. Dia hanya ingin membiarkan Tsubaki berdua dengan putra kandungnya. Ketika makan tadi Ryu tahu perhatian wanita itu terus tertuju pada

but tuannya. Ryu mengelus kepala Kuma sekilas lalu mendudukkan dirinya di teras menatap langit malam yang bertabur bintang. Ryu menghela napas berat. Ada sesuatu yang mengganj

sedang cemburu

rlihat seperti anak kecil yang merasa terancam dengan saudaranya yang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dandelion, Wish, and Wind
Dandelion, Wish, and Wind
“"Dandelion beterbangan menghiasi langit biru musim panas. Kelopak kecil yang seputih kapas tampak menyatu dengan awan. Jauh tinggi ia terbang mengikuti hembusan angin yang bertiup semilir. Di mana pun kau berada, sejauh apapun jarak di antara kita, kuharap salah satu dandelion itu akan sampai padamu. Kuharap kau tahu aku di sini menunggumu, merindukanmu, dan mencintaimu. Waktu yang terus berlalu mengubah segalanya. Namun perasaanku masih sama. Apa kau juga merasakan hal yang sama? Di tengah hamparan dandelion putih berhiaskan sinar mentari senja, aku menunggumu." Yoshino Izumi membenci segalanya tentang Jepang. Jika bukan karena permintaan Sang Ayah, pemuda itu tak pernah ingin kembali ke sana. Bagi Izumi tempat itu hanya menyimpan kenangan buruk akan pengkhianatan seorang wanita yang pernah dipanggilnya "Ibu" dengan sepenuh hati. Namun pertemuannya dengan seorang gadis berambut silver, perlahan membuat Izumi melupakan perasaan itu. Di saat yang sama tanpa Izumi sadari, ternyata ada sosok lain yang juga berharap untuk bertemu kembali dengan dirinya.”
1 Bab 1 Back to Japan2 Bab 2 Arrival3 Bab 3 Jangan Pedulikan Masalahku4 Bab 4 Apa Aku Cemburu Dengan Saudara Tiriku 5 Bab 5 Hari Pertama di Sekolah Baru (1)6 Bab 6 Hari Pertama di Sekolah Baru (2)7 Bab 7 Kami-sama, Dia Sangat Keren!8 Bab 8 Sunset & Ramen9 Bab 9 Ryuzaki's Crush10 Bab 10 Ujian11 Bab 11 Boling12 Bab 12 Kenangan yang Tak Ingin Kuingat13 Bab 13 Obentō14 Bab 14 Sport Day (1)15 Bab 15 Sport Day (2)16 Bab 16 Sport Day (3)17 Bab 17 Ikan yang Mengikuti Arus Air18 Bab 18 Hadiah Untuk Pemenang19 Bab 19 Pesta Barbeku20 Bab 20 Aku Tak Bisa Mengingat Wajahnya21 Bab 21 Saingan 22 Bab 22 Strange Feeling23 Bab 23 Obrolan Di Siang Hari24 Bab 24 Perhatian yang Diinginkan