icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Penulis: Sasakiya
icon

Bab 1 Back to Japan

Jumlah Kata:1145    |    Dirilis Pada: 06/11/2022

ity, Ameri

You'll be late

I'm c

dalam kopernya dan bergegas membawanya keluar. Begitu keluar

lam mobil. Sambil menggandeng tangan Izumi, sang istri mengikuti langkah suaminya. Dengan penuh perhatian w

iba mengalir deras layaknya air hujan, membuat perasaan pemuda delapan belas tahun itu menjadi sesak. Jangan menangis! perintah Izumi pada

you o

oked like my heart didn't want to go anywhere," ujar Izumi. Mr. Sharon tak menjawab

an stay here with us." Ucapan Mrs. Sharon tentu saja membuat iris

ou can't forbid him to go!" t

ate. If you want to stay then I'll talk to them." Mengabaikan tatapan tajam dari suaminya, Mrs. Sharon menatap Izumi den

ke Jepang bukan permintaan terakhir dari ayahnya, pemuda itu lebih suka menghabiskan waktunya di Amerika. Meskipun Jepang adalah tanah kelahirannya, dia tak pernah berharap untuk kembali ke sana suatu saat nanti. Kenangan masa kecil yang menyakit

, kema

. Pemuda itu menutup bukunya dan berjalan mendekati ayahnya. Laki-laki it

ah ke Jepang. Ibu

Hampir selama sepuluh tahun ini, ayahnya tak pernah menyinggung sed

lang aku tidak ingin ke

zu

keluarganya. Bagaimana bisa kau memintaku untuk kembali. Aku-" Tangan Izumi mengepal menahan emo

rasa sakit yang dia berikan aku sudah memaafkannya. Karena itu, kau juga harus me

-san

ercaya kau bisa melakukannya, Haruki." Tak

tang percakapan terakhirnya dengan ayahnya. Dengan satu tar

kami menyambutmu dengan tangan terbuka," pesan Mrs. Sharon sesaa

," ujar Izumi. Mr. Sharon tersenyum dan menjabat tangan Izumi dengan erat. Sementar

gitu Izumi bisa melihat kedua iris amber itu berkilau karena air mata. Izumi mengangguk dan melemparkan senyuman terakhir kepada Mr. dan Mrs. Sharon. Pemuda itu kemudian menarik kopernya menuju ruang tunggu bandara. Satu jam kemudi

erusaha mencari posisi nyaman untuk memejamkan mata. Dalam hati dia berharap ketika membuka mata nanti semuanya adalah mimpi. Seiring dengan pesawat yang terbang semakin

selamat

enandakan malam telah tiba. Izumi menyeka wajahnya dengan tangan, sementara pikirannya kembali mengingat-ingat mimpi yang muncul dalam tidurnya. Sosok anak kecil yang mengucapkan selam

Bahkan kau sampai mengucapkan selam

karena kehadiran seorang pramugari yang menawarkan makanan kepadanya. Namun ditolaknya dengan halus. Entah mengapa penerbangan p

sekarang?" tawar pramugari itu lagi. Izumi menggeleng pelan. "Kalau begitu jika membutuhk

ma kasih,"

ang. Jadi ini benar-benar bukan mimpi ya, batin pemuda itu. Tubuhnya sedikit terguncang ketika pesawat mendarat di landasan pacu. Izumi mengintip keluar dari balik jendela kabin. Tiba-tiba

bali berbicara. Tak kusangka aku akan kembali ke si

uki-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dandelion, Wish, and Wind
Dandelion, Wish, and Wind
“"Dandelion beterbangan menghiasi langit biru musim panas. Kelopak kecil yang seputih kapas tampak menyatu dengan awan. Jauh tinggi ia terbang mengikuti hembusan angin yang bertiup semilir. Di mana pun kau berada, sejauh apapun jarak di antara kita, kuharap salah satu dandelion itu akan sampai padamu. Kuharap kau tahu aku di sini menunggumu, merindukanmu, dan mencintaimu. Waktu yang terus berlalu mengubah segalanya. Namun perasaanku masih sama. Apa kau juga merasakan hal yang sama? Di tengah hamparan dandelion putih berhiaskan sinar mentari senja, aku menunggumu." Yoshino Izumi membenci segalanya tentang Jepang. Jika bukan karena permintaan Sang Ayah, pemuda itu tak pernah ingin kembali ke sana. Bagi Izumi tempat itu hanya menyimpan kenangan buruk akan pengkhianatan seorang wanita yang pernah dipanggilnya "Ibu" dengan sepenuh hati. Namun pertemuannya dengan seorang gadis berambut silver, perlahan membuat Izumi melupakan perasaan itu. Di saat yang sama tanpa Izumi sadari, ternyata ada sosok lain yang juga berharap untuk bertemu kembali dengan dirinya.”