icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Darah Sang Mafia

Darah Sang Mafia

Penulis: Rianievy
icon

Bab 1 Terjadi

Jumlah Kata:1454    |    Dirilis Pada: 02/10/2022

m hati, ia marah, kesal, tapi apa yang bisa ia lakukan selanjutnya selain menjalani sisa hidup dengan satu ginjal yang ada di tubuhnya. Hidupnya tak semulus yang

tu tempat yang nantinya, akan menjadi tempat dirinya tinggal hingga ayah dan kakaknya i

at untuk memarkirkan sepuluh mobil, bagaimana dalamnya. Dara berjalan sembari membawa tas pakaiannya. Pintu bercat coklat itu terbuka lebar setelah dibukakan dua pria bertubuh tinggi besar dengan pakaian serba

anya. Wanita itu masuk ke dalam rumah, ketiga orang itu duduk. Tak berselang lama, seorang pria bertubuh tinggi besar dengan rambut sudah

t tangan yang menandakan tak perlu melakukan hal itu. Ia meletakkan satu kertas yang dari

kasih atas segalanya, Tuan," ucap ayah kandung D

k... apa maksudnya!" teriak Dar

r, Dara begitu lemas, sudah jelas dan pasti jika ia dijual ke pria tua di dekatnya itu. Air mata Dara luruh, ia m

, Dara," lanjut pria itu sambil pamit berlalu. Azyar memanggil wanita yang tad

etus. "Ayo, Nak," lanjut wanita itu. Dara semakin bingung, ia lalu beranjak pelan sambil menghapus air

tan, Tina. Saya t

aham," jawab wanit

zyar masih terus beradu tatap hingga Azyar berjalan ke arah pintu dan berlalu cepat masuk ke dalam mobil. D

"Sudah, lupakan, yang pasti, ingat apa kata Tuan Azyar tadi, Bibi akan menjauhkanmu dari Dastan sebisa

, kamar itu besar, bersih dan wangi. Ada vas bunga be

ya, panggil Bibi kalau butuh sesuatu." Tina m

ra tampak khawatir. Bibi menggelengkan kepala. Ia se

tau di pavilion tempat Bibi tinggal. Makan malam jam tujuh, Bibi masak selalu mendadak, karena Dastan maunya m

u, terasa sakit di jahitan bekas operasi pengangkatan satu ginjalnya. Ia membuka tas selempang kecil miliknya, mengambil sebutir obat penghilang rasa sakit yang seharusnya ia sudah minum dua jam

kakinya ia tapaki pelan di lantai marmer dingin itu menuju ke ranjang. Napas D

umah itu. Ia tak tau, akan berapa lama berada di rumah itu dan apa fungsinya, bahkan, sang a

arena luka operasi masih tertutup perban yang belum ia lepas jahitannya juga. Dres

dengan satu ginjal? Ini menyiksa Dara?" Kedua bahunya merosot saat sedan

ari luar. Dara beranjak perlah

abnya setelah

kamar itu bersama Tina, menuruni anak tangga perlahan. Tina melirik sekilas, karen

, tau ka

karena tampaknya begitu tak nyaman. Dara hanya menjawab dengan anggukan. Langkah kaki keduanya ti

yang mendadak tubuhnya gemetar saking takutnya melihat pria itu. "Siapa dia! Papa bawa pelacurnya lagi ke rumah ini!

indah tubuh wanita itu juga. "Boleh juga kali ini selera tua Bangka itu," ucapnya d

a Dastan dengan suara b

melotot tajam saat tangan Dastan berada di tu

as, hingga membuat Dara terpejam takut dan mencoba me

an? Ssshh... harus dicoba dulu, s

dorong Dastan hingga terjerembab di lantai, Dara meringis, hingga menekuk tubuhnya. Tina men

irik dingin lalu melihat darah merembes dari pakaian yang dikenakan

karena melihat Dara meringis m

arah tangga, untuk menuju ke kamarnya sambil melepaskan jas, menyisakan k

alu merebahkan tubuh Dara. Tina mengambil gunting, dengan cepat merobek dres itu, dan terkejut saat melihat

tai dua. Tina dan Asri sibuk mengambil baskom berisi air dan waslap kecil, Asri juga menutupi pinggang ke bawah Dara yang

s aktingnya.' ucap Dastan dalam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Darah Sang Mafia
Darah Sang Mafia
“Warning! Akan ada beberapa adegan kekerasan dan adult content. ________ Dia dijuluki The Black Wings, seseorang yang tak segan membunuh bahkan menyiksa korbannya. Dastan, seorang keturunan Mafia yang juga mata-mata, harus bertemu dengan gadis cantik bernama Dara yang merupakan jaminan orang tuanya kepada ayah Dastan dan terpaksa tinggal di rumahnya. Dastan benci dengan keberadaan Dara karena dianggap sebagai simpanan ayahnya. Nyatanya tidak. Setelah Dastan mengetahui fakta yang perlahan terkuak, ia mulai bisa menerima keberasaan Dara yang ternyata, sudah menyimpan perasaan sejak bertemu dengan Dastan walau perbuatan lelaki itu kasar kepadanya. Kisah mereka tak mudah, halang rintang bahkan kematian menjadi ancamannya. Bisakah mereka bersama, mampukah Dara menarik tangan Dastan keluar dari duia kegelapan dan mencari cahaya terang dengannya atau mereka rela melepaskan tangan masing-masing tentunya menjalani takdir yang tak dianggap tidak akan pernah menyatu?”
1 Bab 1 Terjadi2 Bab 2 Awal mula3 Bab 3 Kuartet4 Bab 4 Murahan5 Bab 5 Geram6 Bab 6 Mainan7 Bab 7 Sudah biasa8 Bab 8 The black wings9 Bab 9 Hati yang menghangat10 Bab 10 Khawatir11 Bab 11 Game on fire12 Bab 12 Air, Angin, Api (1)13 Bab 13 Air, Angin, Api (2)14 Bab 14 Mengajak Dara15 Bab 15 Siapa kamu 16 Bab 16 Melihat kebaikan17 Bab 17 Suasana aneh 18 Bab 18 Di luar rencana 19 Bab 19 Hilang 20 Bab 20 Panik 21 Bab 21 Pengusiran22 Bab 22 Rahasia terkuak (1)23 Bab 23 Rahasia terkuak (2)24 Bab 24 Dara Anastasia25 Bab 25 Usapan lembut26 Bab 26 Menjadi lemah 27 Bab 27 Tidak baik-baik saja28 Bab 28 Semakin dekat 29 Bab 29 Kejujuran 30 Bab 30 First date, but ...31 Bab 31 Tempat tersembunyi32 Bab 32 Misi baru Dastan33 Bab 33 Hal mencurigakan34 Bab 34 Teriakan Dara35 Bab 35 Bulan madu 36 Bab 36 Panas membara (18+)37 Bab 37 Musuh lama kembali38 Bab 38 Brutal39 Bab 39 Perubahan ekstrim40 Bab 40 Kesalahan 41 Bab 41 Menggoda 42 Bab 42 Garis keturunan43 Bab 43 Dunia baru44 Bab 44 Kehadiran Pewaris45 Bab 45 Tempat baru dan persahabatan46 Bab 46 Mempersiapkan Draco47 Bab 47 Tega48 Bab 48 Jangan bermain49 Bab 49 Mengintai50 Bab 50 Luka Baru51 Bab 51 She is mine