icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Darah Sang Mafia

Bab 2 Awal mula

Jumlah Kata:1527    |    Dirilis Pada: 02/10/2022

–Dara tersenyum sambil memakan kue yang baru selesai dipanggang, bolu pisang. Dari wanginya Dara sud

o bikin kue ini," ucap Asri yang beru

pintar bikin kuenya, terima kasih, Bi," ucap Dara sopan den

makan malam untuk den Dastan, dia bil

i menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak Ibunya untuk tuan

memasukan sepotong kue ke dalam mulutnya. "Semalam, Da

Dastan." Tina menggenggam jemari Dara. "Tuan besar punya anak laki-laki, namanya Dastan, usianya lebih tua dari Dara, dia memang jarang pulang. Kalau pun pulang paling cuma untuk

Tina diam, ia bingung harus menjawab apa, lalu beranjak dan menuju ke dapur kotor, sedangkan Dara

na mengerjakan pekerjaan rumah, tak diperbolehkan. Beberapa kali ia mendengkus, terasa bosan. Tangannya mengusap perut yang mas

yu mahal, menunjukkan angka delapan. Ia menoleh saat derap langkah tegap pria itu berjalan masuk ke dalam rumah. I

elacur ini masih di sini!" lanjutny

n kamu," tegur Tina sembari mengambil ja

i makan atau pergi dari sini. Terserah kamu mau kelaparan atau kehausan. Sekali kamu keluar kamar–" Dastan mengeluarkan glock dari sarung senjata yang melingkar di pinggangnya. Ia todongkan ke leher Dara yang panik lalu kedua matanya sudah berkaca-kaca. "Peluru ini akan mudah bersarang di kepala kamu. Murahan." Ia menghina Dara, sedetik kemudian mendorong tubuh mungil

Tina. Dastan tak acuh, ia menikmati masakan Tina yang sesuai dengan seleranya.

Dara maksud Bibi? Ck, bagus lah. Suruh Samuel ba

an lebih lanjut, takut ada infeksi dan–" Tina menghentikan ucapannya. Dastan menoleh, menunggu kelanjutan kalimat Tina. "Mau periksa apa

pun. Pelacur tetaplah pelacur. Papa tolol banget punya pelacur sakit-s

inya. Dastan mendongak, teringat bagaimana ia beberapa jam lalu baru menghabisi orang-orang yang mengusik kegiatan bisnis ilegalnya. Tangan Dastan terangkat, ia bersihkan dengan air juga sabun, ada sedikit bercak darah setelah ia menusuk dua orang tanpa ampun di tempat persembun

okok juga pemantik, ia membakar rokok kemudian dihisapnya dalam. Asap tebal mengepul ke udara dari bibir merah dengan bagian bawah yang tebal. Jemari tangan kirinya menekan satu tombol di kibor komputer, serentak lima layar komputer menyala. Das

entil ujung rokok supaya abu jatuh ke asbak terbuat dari kaca di sebelah kirinya. "Hm. Sudah kalian pantau,

n, apa anda yakin akan menghabisi dia?" terdengar ragu anak b

habisi. Mudah bagi say

an melanjutkan bicara, jika ia meminta anak buah lainnya, menjaga di pela

mbarangan earphone wireless itu, dihisapnya rokok begitu

el, sahabat yang juga seorang dokter bedah, masuk perlahan ke dalam kamar yang juga ruang kerja Dastan. "O

o masuk ke sini!" Dastan beranj

minta Dara jauh dari lo. Dia manusia, Das, perempuan. Lo bajingan, tapi lihat-lihat siapa yang lo saki

ni. Ajak kita berdua ke t

yang legal atau ilegal

mau yang mana, ka

ruangannya. Muel..

di dekat kursi yang diduduki Dastan, kedua

sok gue mau keluar kota

kayak gini. Bokap lo udah capek lihat l

erus ada disekeliling gue. Ayah juga nggak peduli gue mau hidup atau nggak, kan?" jaw

nyakitin perempuan, jangan lo lampiaskan ke cewek sakit kayak Dara. Lo bebas main cewek di mana-mana, tapi di rumah ini, udah jelas peraturannya, 'kan? Gue bakal ingetin lo terus kalau lo lupa. Atau, Igo yang bakal ingetin lo." ancam Samuel. Dastan tak menjawab, ia diam seribu bahasa. Samuel berjalan kelu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Darah Sang Mafia
Darah Sang Mafia
“Warning! Akan ada beberapa adegan kekerasan dan adult content. ________ Dia dijuluki The Black Wings, seseorang yang tak segan membunuh bahkan menyiksa korbannya. Dastan, seorang keturunan Mafia yang juga mata-mata, harus bertemu dengan gadis cantik bernama Dara yang merupakan jaminan orang tuanya kepada ayah Dastan dan terpaksa tinggal di rumahnya. Dastan benci dengan keberadaan Dara karena dianggap sebagai simpanan ayahnya. Nyatanya tidak. Setelah Dastan mengetahui fakta yang perlahan terkuak, ia mulai bisa menerima keberasaan Dara yang ternyata, sudah menyimpan perasaan sejak bertemu dengan Dastan walau perbuatan lelaki itu kasar kepadanya. Kisah mereka tak mudah, halang rintang bahkan kematian menjadi ancamannya. Bisakah mereka bersama, mampukah Dara menarik tangan Dastan keluar dari duia kegelapan dan mencari cahaya terang dengannya atau mereka rela melepaskan tangan masing-masing tentunya menjalani takdir yang tak dianggap tidak akan pernah menyatu?”
1 Bab 1 Terjadi2 Bab 2 Awal mula3 Bab 3 Kuartet4 Bab 4 Murahan5 Bab 5 Geram6 Bab 6 Mainan7 Bab 7 Sudah biasa8 Bab 8 The black wings9 Bab 9 Hati yang menghangat10 Bab 10 Khawatir11 Bab 11 Game on fire12 Bab 12 Air, Angin, Api (1)13 Bab 13 Air, Angin, Api (2)14 Bab 14 Mengajak Dara15 Bab 15 Siapa kamu 16 Bab 16 Melihat kebaikan17 Bab 17 Suasana aneh 18 Bab 18 Di luar rencana 19 Bab 19 Hilang 20 Bab 20 Panik 21 Bab 21 Pengusiran22 Bab 22 Rahasia terkuak (1)23 Bab 23 Rahasia terkuak (2)24 Bab 24 Dara Anastasia25 Bab 25 Usapan lembut26 Bab 26 Menjadi lemah 27 Bab 27 Tidak baik-baik saja28 Bab 28 Semakin dekat 29 Bab 29 Kejujuran 30 Bab 30 First date, but ...31 Bab 31 Tempat tersembunyi32 Bab 32 Misi baru Dastan33 Bab 33 Hal mencurigakan34 Bab 34 Teriakan Dara35 Bab 35 Bulan madu 36 Bab 36 Panas membara (18+)37 Bab 37 Musuh lama kembali38 Bab 38 Brutal39 Bab 39 Perubahan ekstrim40 Bab 40 Kesalahan 41 Bab 41 Menggoda 42 Bab 42 Garis keturunan43 Bab 43 Dunia baru44 Bab 44 Kehadiran Pewaris45 Bab 45 Tempat baru dan persahabatan46 Bab 46 Mempersiapkan Draco47 Bab 47 Tega48 Bab 48 Jangan bermain49 Bab 49 Mengintai50 Bab 50 Luka Baru51 Bab 51 She is mine